
1 bulan berlalu
Richard semakin kejam memperlakukan Morista.
keadaan ibu dan ayah Morista tetap tidak ada perkembangan juga Raisa tetapi kedua mertuanya sudah bisa menggerakkan tubuhnya tetapi untuk berjalan belum bisa sepenuhnya.
kekejaman Richard sering terjadi baik hanya karena hal sepele seperti saat ini Morista tidak mengetahui mengapa ibu mertuanya demam.
"sana kamu jangan mendekati ibuku "Richard menghempaskan Morista keras
memang disana tidak ada yang membela ayah mertuanya dibawa terapi.
"tapi aku harus merawat ibu sebaiknya aku kompres dulu supaya panasnya turun "
"oohk hebat kamu sekarang mentang mentang sudah menjadi nona Dawkins jadi bisa berbuat seenaknya"
"tidak tidak aku mohon aku hanya ingin merawat ibu"
"hm sekretaris Rey cepat panggilkan dokter" sambil pergi
entah kenapa Richard semakin emosi bercampur kesal dan menarik Morista menuju kesebuah ruangan di yaitu markas bawah tanah yang belum diketahui Morista
"tuan kita mau kemana lepaskan tangan saya sakittt tuan "Morista meringis kesakitan
"diam "
Morista langsung diam seketika, setelah berjalan beberapa jam Morista sampai di sebuah ruangan yang sangat bau amis disana ada sebuah kursi dan cambuk.
"tuan tolong jangan bawa saya kesini "tubuh Morista bergetar hebat.
tetapi Richard seolah olah menulikan telinganya dan mengikat Morista di kursi
Cetassss Richard Mencambuk Morista
"ini hukuman karena kau penyebab kecelakaan keluarga ku"
"hentikan aku mohon "Morista menangis tetapi dia sadar bahwa mungkin suaminya dalam emosi kemudian dia hanya bisa diam dan meringis.
cetassss
"ini untuk mu yang membuat ibuku sakit"
cetassss
"ini untuk mu yang berbuat sesuka hatimu dan menganggap dirimu seperti nona Dawkins "
__ADS_1
Richard mencambuk Morista berulang kali
********
Di dalam kamar dokter memeriksa keadaan ibu Richard
"bagaimana keadaan ibu saya dok"
"tuan keadaan Nyonya besar hanya mengalami demam biasa, ini sering di sebabkan oleh efek dari terapi yang dijalani oleh nyonya besar, tuan tidak perlu khawatir 1 atau 2 jam lagi ini akan turun dan ini obat yang nanti tuan berikan saya permisi dulu"
"baik lah dokter"
Faisal mau masuk ke kamar dan menabrak dokter .
"eh maaf maaf "dokter menundukkan kepala
"woy makanya mata dipake jalan"Faisal membentak
"yaelah dimana mana jalan pakai kaki , tuan jalan tadi gak liat liat eh malah aku yang disalahin satu lagi nama gw bukan woy tapi GRESIA "Gresia berlalu tidak memperdulikan tatapan Faisal.
setelah di luar pintu mansion
"yah oppa gw itu, ahk gagal lagi deh dan ini jantung udah kek mau maraton huh tapi semenyebelin apapun tetap di hati hihihi "Gresia langsung pergi ke rumah sakit lagi dengan wajah ceria
Faisal masih bengong dan sadar"ya elah cewek tengil itu tapi menarik juga"tersenyum dengan khas devil's nya.
"ini ibu demam biasa katanya efek dari terapi"
"tadi Morista disini tapi kok sekarang gak disini juga dari tadi aku mencari Richard tapi tidak ada di ketemu ketemu" Faisal bingung karena dia hanya sebentar pergi ke perusahaan nya.
"iya tadi tuan menarik Nyonya muda paksa "sekretaris Rey jadi merasa ada yang tidak beres
"hah kenapa gak kamu cegah kamu pasti tau bagaimana Richard bahkan membunuh pun sudah seperti makanan sehari harinya shitt"
segera Faisal dan sekretaris Rey berlari menuju ruang bawah tanah dan benar dugaan Faisal bahwa Morista sudah pingsan dan berlumuran darah
"bro kamu kenapa "
"tuan sadar tuan emosi tuan sudah menyebabkan nona muda sekarat"
"terserah mau bilang apa "Richard langsung pergi
faisal segera menggendong Morista di punggungnya kemudian membawa ke ruang kesehatan mafia.
"cepat periksa "Faisal sangat khawatir air matanya mengalir deras.
__ADS_1
sekretaris Rey hanya diam dan khawatir.
memang Faisal menganggap Morista seperti adiknya sendiri baginya cukup hanya keluarga nya yang meninggalkan diri dia tidak mau sampai kehilangan Morista lagi.
30 menit kemudian
"tuan keadaan nona ini sangat kritis lukanya sangat banyak, nona membutuhkan darah sesegera mungkin"
"dok apa golongan darahnya" Faisal bertanya
"nona membutuhkan darah golongan O "
"ini ambil darah saya tuan "Faisal menyerahkan dirinya karena darah mereka sama
Donor darah pun dilakukan tapi Morista belum sadar setelah pendonoran selesai Faisal tetap setia menunggu Morista sadar. sementara sekretaris Rey pergi ke kamar ibunya.
di kamar
ibunya sembuh setelah 3 jam
"nak ibu dimana menantuku "tanya ibu
"mom istiku katanya menjenguk ibu dan ayahnya selama satu Minggu"Richard berbohong
"mom istrahat dulu aku mau ke kamar ku aku belum mandi nungguin ibu tadi "
"yaudah sana gih bau "pura pura mengibaskan hidung
sekretaris Rey tetap di kamar merawat ibunya.
di luar kamar
"buk, buk "
"heh kenapa"tanya Richard kesakitan kepada sahabat nya
"apa lo bilang, gara gara emosi lo istri kamu hampir mati, hah apa karena tante sakit dengar tante sakit itu bukan kesalahan nyonya muda itu hanya efek dari terapi"Faisal emosi
"emang apa kaitannya sama lo hah jangan ikut campur masalah gw"Richard gak kalah emosinya
"" buta emang lo yang gak pernah sadar kebaikan orang lain,ingat gw gak akan ikut campur masalah lo , ingat persahabatan kita berakhir disini tapi selama kamu nyakitin nyonya muda aku ada dibarisan terdepan" Faisal sakit hati melihat sahabatnya.
Richard pun sadar hanya karena emosinya yang terlalu besar menyebabkan keretakan persahabatannya.
"sorry gw salah maafin gw saya akan lebih mengontrol emosi ku lagi "lirihnya.
__ADS_1
"gw gak maafin lo selama lo nyakitin dia lagi mau gimana pun sudah jadi istri sah lo dimata hukum dan agama "
"okey "Richard memiliki penyesalan tapi egonya lebih tinggi.