Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
mafia 29


__ADS_3

Besoknya


2 insan saling berpelukan dalam suatu kamar yang memiliki interior yang sangat megah dan nyaman, dia itu ialah Richard dan Morista.


"eughhhh", Morista menggeliat tetapi tidak bisa karena didekap kuat oleh Richard.


Morista membuka matanya karena ingin bangun, tetapi melihat wajah suaminya yang sangat tampan.Morista tersenyum.


*hm klo begini suamiku sangat tampan, dan adem *


*apa Aku tetap disisinya nanti, atau apakah suamiku tetap memilih orang dari masa lalunya * Morista bergumam sambil membelai pipi suaminya


*oh iya aku harus minum pil KB, aku tidak mau mengandung anak suamiku sementara aku nantinya bisa saja ditinggalkan setelah menemukan orang dari masalalu yang dia cintai, maafkan aku suamiku, mama sama papa *Morista ingin menangis memikirkan nasibnya dan pernikahannya.


" apa kamu udah puas memandangi wajahku yang sangat tampan ini sampai kamu bengong "Richard mengejutkan istrinya


" eh eengggggak kok, aku hanya ingin bangun ah minggir dulu mau ke toilet "elak Morista sambil memalingkan wajahnya yang memerah bak kepiting rebus


" enggak cium dulu ,baru aku lepasin "


mau tak mau Morista mencium pipi suaminya, sontak suaminya pun tersenyum dan melonggarkan pelukannya. tetapi saat bangun


"shhhh ****, hiks hiks hiks " Morista merasakan kakinya sangat sakit mungkin efek dari yang mereka lakukan


Richard yang masih tidur tiduran langsung bangun mengecek istrinya


"hah kamu kenapa , duduklah jangan nangis, cupcup cup " Richard mengecup kepala istrinya.


dengan malu malu Morista menjawab suaminya "kakiku sakit dan ya aku ingin mandi, badanku pegal pegal dan lengket " menundukkan kepala sejujurnya memang seperti tidak bisa berjalan


Richard yang peka dan ingat dia sendiri yang melakukan nya semalam langsung menggendong istrinya ala bridel style lalu meletakkan di dalam bathtup lalu menyakan air hangat biar istrinya rileks.


Richard juga menambahkan aroma terapi.


"kamu keluar saja aku bisa sendiri," ucap Morista yang merasa malu


"iya aku akan keluar, sana mandi sendiri dan tidak usah meminta bantuan apapun padaku " keluar dengan membanting pintu .


"ahk " Morista terkejut


Richard merasa marah dengan istrinya, yang tidak berterima kasih malah mengusirnya dan juga panggilannya yang tidak benar.


"apa yang salah mengapa tiba tiba dia marah, apa karena aku mengusirnya, huh marah lagi. aku harus cepat mandinya apalagi ini dinegeri orang aku gak mau ditinggalkan disini " Morista mandi dengan cepat setelah selesai baru sadar handuk tidak ada ataupun piyama bajunya juga sudah basah.


Morista mengintip keluar kebetulan Richard melihat kearahnya


"hm tolong aku udah selesai mandi dan tidak ada disini piyama atau handuk " ucapnya


"hm " Richard bangun dari kasur lalu memberikan piyama, dengan wajah yang dingin


"nih"


"terimakasih" lalu segera masuk


dengan buru buru langsung memakainya dan segera keluar, berjalan ke arah suaminya dan menggapai tangannya


"sana pergi saja sendiri tidak usah , ke sini " ucapnya Richard dingin

__ADS_1


"hiks hiks, kenapa terus marah klo memang aku salah setidaknya kasih tau hiks hiks " Richard menjadi merasa bersalah


"hiks hiks sayang maafkan aku, jangan buat aku merasa bersalah terus ceritakan saja " lanju morista lagi


"gak kok cuman aku merasa kesal saat istriku bilang aku dan kamu, apa aku hanya kau anggap seorang teman jauh, hm manggil Faisal aja pakek bang " ucapnya sebel


"hm aku memangnya manggil apa aku gak tau " Morista berbicara dan melihat wajah tampan suaminya


"pikirkan sendiri "


"apa yah, mas, pak, hm baby atau suamiku, wah suamiku saja " ucap Morista semangat


"enggak bisa panggil aku sayang " bantahannya


"okey lah, sayang aku lapar dan bisakah kita sekalian ke apotek buat beli obat nyeri " Morista sengaja mengucapkannya untuk dapat membeli obat kb.


"baiklah 5 menit " ucapnya semangat


pas 5 menit kemudian mereka sudah turun dan pergi ke apotik . sekretaris rey dan Lentika yang memang sudah lapar juga, sekalian biar ikut kerestoran .


20 menit kemudian sampailah ke apotik.


"sayang aku sama Lentika saja masuk ya nemenin akun" ucap Morista


"hm baiklah sayang, yang cepat ya biar kita makan aku sudah lapar " dengan mengangguk pelan


dokter"bu ada yang bisa saya bantu "


Morista "dok resepkan obat pil obat kb "


Morista" biarin saja kan kamu tau posisi ku aku takut nanti aku dipisahkan dari anakku.


Lentika "baiklah "


dokter pun meresepkan setelah menjelaskannya dan segera keluar


Morista"terimakasih kasih dok pamit pulang "


dokter "baiklah , semoga anda berubah pikiran "


tanpa basa basi langsung keluar dan segera ke restoran terdekat.


Dalam bahasa Korea


"Tuan nona mau pesan apa " tanya pelayan dengan menunduk hormat sambil menyodorkan menunya


Richard langsung memillih menu.


"iya,kimchi jjigae 1,ini 1 ini, ini dan ini lagi " Richard menunjuk menu pelayan pun menulisnya


"sayang, nih mau apa lagi " menyodorkan menunya.


"ini aku samakan saja samu mu sayang " ucap Morista


"hmm okey lah " angguk Richard.


"nih pilih punyamu sama adik ipar awas jangan samakan dengan istri ku titik " ancam Richard ke sekretaris Rey,

__ADS_1


sebenarnya Richard mengatakan itu hanya untuk agar sekretaris Rey memesan yang mereka suka


"okey kak, boleh kah aku nyicip ini tapi aku gak ada uang kak heheh traktir kak, kan sekali kali kesini biar istriku merasakannya juga " sekretaris Rey menunjuk lobster saus gouchang.


"gak usah kak ini saja, aku mau yang ini saja " Lentika menunjuk yang lain yang menurutnya enak dan harganya cocok


"gak apa apa, nih pelayan aku pesan yang ini semua yang di tunjukkan adik iparku, dan lobster ini 1 sudah hanya itu saja, cepat bilang sama chef yang masak lebih cepat katakan saja ini pesanan dari Richard Nixxon Dawkins" ucapnya dingin


"baik tuan , saya permisi " sambil berjalan dengan cepat.


"kak makasih pokoknya kakak paling terbaik " puji sekretaris Rey


"gak usah puji aku tetap juga gajimu kepotong " canda Richard tapi sekretaris Rey langsung baperan


"kak aku permisi dulu " pamit sekretaris Rey


"mau kemana " ucap Lentika dan Morista bersamaan.


"kakak ipar aku mau membatalkan pesanan lobster mahal itu lebih baik gak jadi , gajiku setengah tahun gak cukup bayarnya " ucap sekretaris Rey mau beranjak dari kursinya.


"iya kak Morista mending aku beli rumah lagi buat investasi daripada beli itu " sambung Lentika.


"pergi saja klo gak mau gaji di potong huss husss sana " usir Richard.


"sayang jangan begitu, aku saja pergi gak usah makan mending kita pulang aja " ancam Morista.


"jangan sayang gak kok, aku cuma bercanda is gak bisa diajak kompromi, sayang aku saja mengancam Rey gak sama dengan yang kita pilih biar adik ipar memilih yang dia suka " cegah Richard biar Morista tidak jadi pergi


'.


sekian dulu hehheh udah lama baru bisa upload


Richard:ih author ma


author ;diam loh tukang ngambek


lentika, Morista, dan rey ;😅😅


Richard;🥲😭😭😭😭😭huaaa


Morista ;udah cup. cup cup jangan nangis


author ;krik krik krik ngingggg nginggg nyamuk lewat dulu


Richard:hih cari jodoh sana jangan ngejek melulu


author:huh nyebelin awas lo


Richard;atttut atut hahhaha


author :gw aut byee


hhehe udah dulu byeeeee


Richard;dari tadi kek


author;bleeee 😜😜😜😜

__ADS_1


__ADS_2