
"tuan Richard yang terhormat, ibu saya mengajariku untuk turut dengan suamiku dan selalu setia jangan seperti wanita yang ada di club malam yang tidak mengerti apa itu harga diri dan disini saya istri dari Richard Nixon Dawkins menjunjung tinggi apa itu pernikahan yang cukup hanya sekali hiks hiks kamu jahat, kamu jahat"Morista bernafas naik turun setelah mengeluarkan uneg uneg dihatinya Richard seketika beku dengan wajah menunduk.
"maaf"lirih Richard
Morista berlari keluar ruangan
"sayang, sayanggg berhenti maaf iya aku sayah, please"tapi Morista tetap berlari
para karyawan ingin menghentikan Morista tapi mereka takut dipecat, mau tak mau Richard mempercepat larinya
Richard meraih tubuh ramping istrinya dan memeluknya.
para karyawan melihat nya romantis sehingga pura pura langsung keluar pulang kerja agar tidak mengganggu keromantisan yang terjadi didepan mata mereka.
di ruangan itu hanya tinggal Richard, Morista dan supir.
"maaf jangan pergi lagi, sayang bebas menghukum ku tapi jangan pergi "lirihnya
"wah nona anda sangat hebat bisa meruntuhkan hati tuan muda semoga kalian bersama sampai maut memisahkan , hm baru kali ini dia sangat perhatian dan rapuh sabar tuan makanya jangan membuat nona muda marah hahahah singa buas rindu belaian menjadi seperti anak kucing uh tuan anda imut" batin supir terkirim geli dan banyak lagi kadang memuji tapi kadang menjatuhkan harga diri Richard.
"hiks hiks "Morista masih sakit hati dengan suaminya
lama Richard memeluk istrinya dan mengajak nya berbicara tapi tidak ada sedikitpun responnya sampai Richard tidak tahan dan memilih pergi.
Morista yang ditinggalkan sadar kemudian menjadi "merasa berlebihan hanya karena masalah sepele.
"sayang Maaf"teriak Morista kepada suaminya
"benarkah please jangan begini lagi, iya aku tau salah tapi jangan buat aku seperti orang gila karena sifatmu "
"iya, apa pipimu masih sakit, ayo pulang biar ku kompres nanti pakai air dingin, Maaf ya mungkin nanti aku lebih berhati hati tidak memakai kekerasan"lirihnya sambil mengelus pipi Richard.
"gak apa pa ayo pulang pasti mom dan dady sudah menunggu kita "
"cium dulu "ucap Richard manja
cup cup
Morista mencium dikedua pipinya lalu berlari masuk kedalam mobil.
Richard senyum senyum sendiri. sambil berjalan dengan gaya cool nya.
sampai didalam mobil
"kenapa sayang sini duduk di sampingku, mendekatlah jangan jauh jauh "
Morista mendekat tapi tidak melirik suaminya karena masih malu dengan kejadian tadi.
mobil berjalan
Richard sangat candu dengan pelukan dan aroma parfum istrinya.
"lihat aku ngapain malu makin gemes loh sini peluk suami sendiri gak apa apa kan "
. Morista memeluk suaminya dengan erat.
sampai didepan mansion.
mereka makan malam bersama semua setelah selesai Richard ingin segera ke markas untuk menyelesaikan masalah dengan Siska agar tidak ada benalu lagi.
di kamar
"sayang tidur saja dulu mungkin nanti akan pulang larut "mengelus rambut istrinya.
__ADS_1
"apakah aku bisa ikut aku bosan disini Morista mengerucut kan bibirnya kesal.
cup Richard mencium istrinya karena gemas dengan kelakuan istrinya.
"sayang istirahat lah duluan janji jika sudah selesai akan pulang cepat "i
"janji"
"hml iya janji
Richard segera bergegas ke markas bawah tanah bersama Faisal dan sekretaris Rey.
"woy kenapa harus malam apa tak bisa besok saja "gerutu Faisal
"lo mau ikut atau tidak jika tidak makan eksekusi akan saya lakukan besok tapi kamu jadi salah satu korbannya "sontak Faisal geleng geleng kepala merinding dengan ucapan Richard.
"woy berhenti jika tidak jangan silahkan kami"ucap 5 preman dengan wajah sangat sangar.
sekretaris Rey memberhentikan mobil.
"jangan pernah melewati daerah kami atau nyawa anda akan melayang jadi serahin mobil ini " "ucap salah satu preman
.
"cih "Richard meludahi wajah salah satu preman.
"cepat tangkap dia jangan biarkan bangsat ini lepas "ucap ketua preman
terjadi lah baku hantam Richard yang tidak sabar langsung
dorrr
dorrr..
dorrr
"ahk "jerit ketua preman.
"Rey bersihkan tempat ini , jangan tersisa sedikit pun mangat nya lempar saja ke kandang Loori (seekor buaya peliharaan Richard )
"ayo kita pergi saja "ucap Faisal
"hm"
"woy lo bisa gak okey kek dibilang nih ham hem emang itu suara dikemanain ogeb pelit amat"ejek Richard
"lo bisa diam atau kau tinggal pilih mati, atau kukirim ke Afrika latin sana"ancam Richard dingin
semua diam tidak ada lagi pembicaraan saat perjalanan sampai di markas.
30 menit kemudian.
"tuan mari nona Siska ada di ruangan penyiksaan
2 "
ruang penyiksaan 2 yaitu membunuh pelaku dengan penyiksaan yang sadis dengan menggunakan senjata.
seperti pisau.
"jangan panggil dia nona, panggil itu hanya cocok buat istri ku "ucapnya dingin
"dasar bucin akut , tapi dulu jual mahal"gumam Faisal
__ADS_1
""Faisal "tekan Richard
"hehehe"Faisal cengar-cengir
mereka pun berjalan memasuki ruangan eksekusi
"hahahah perempuan itu mati, aku membunuhnya semua kumiliki tidak bisa ada yang memilikinya"teriak Siska seperti orang gila
"semua milikku, hahhah Richard memang bodoh aku hanya menginginkan hartanya "
"buahhhahahha memang Richard itu bodoh sekali mencintai satu orang seperti orang bodoh"tawa Faisal renyah
Siska langsung melihat sumber suara tersebut disampingnya sudah ada Richard .
"Hai sayang, kamu mau menjemput ku aku mencintaimu"
"hiks hiks mereka memoerkosaku bunuh mereka "ucap Siska manja
"iya rasain pisau kesayangan ku "
stalk Richard menyayat di pipi Siska
"wow menarik sini kita makan pop corn biar gak nanggung tadi masih lapar "sekretaris Rey dan Faisal menonton pertunjukan Richard menyiksa Siska di sofa
"ini untuk wajah tidak tau malu mu "
srakk"ahk" rintih Siska
"lepas bunuh saja aku kamu seperti iblis"
srkkk
Richard memotong tangan kanan Siska
"hahh aku memang iblis, dimana keberanianmu membunuh ibu dan ayah ku "
darah Berceceran di lantai sehingga ruangan berbau amis
"woi jangan terlalu kuat potong "protes Faisal saat ingin memakan pop corn darah Siska memuncrat.
"tuan jangan ganggu iblis yang sedang mengamuk nanti kita bisa korban selanjutnya"sekretaris Rey tidak ingin berpisah dulu dengan istrinya karena belum ada Rey junior.
dorrr
Faisal menembak Siska langsung mati karena mengenai jantungnya
"cuih terlalu lama aku udah ngantuk "kesalnya
"bersihkan semua dan kamu"Richard menyeringai licik dengan memutar mutar di pisaunya.
"hehehe simpan dulu pisaunya nanti aku kasih tau bagaimana biar nona tidak mau pisah dengan anda "tawar Faisal dengan mengimut ikutin muka nya sendiri
"hahhaha rasain tuan Faisal, cih itu muka udah seperti babi tetanggaku uluh uluh hihihihi"sekretaris Rey
"hmm bagaimana"Richard serius menanggapi perkataan Faisal
"gini lo harus bawa dia bulan madu agar Richard junior ada bagaimanapun nono tidak melepas anda saran ku sih tanya dulu dimana tempat ingin nona muda kunjungi lalu tuan buat aja disana tempat bulan madu "ucapnya serius
"wah hebat yok pulang "Richard senyum senyum sendiri.
sekian dulu sorry jika ada kata kata yang salah karena author baru belajar
tetap stay ya bye👋👋👋 bye bye👋👋👋
__ADS_1