
Richard sejak mengetahui kehamilan istri tercintanya tidak membiarkan untuk bekerja sehingga kebosanan, lemes dan pusing bersatu.
seperti sekarang Richard sudah di kantor untuk Morista dan Lentika di rumah saja tidak di biarkan kemana pun bahkan untuk mengambil air minum ke lantai 1 saja tidak di biarkan, sehingga Morista berinisiatif menghubungi seseorang.
"tutt tuttt tuttt" bunyi Handphone Morista
yang di seberang sana melihat nomor baru, takut ada apa apa langsung di angkat.
"Halo dengan siapa dan ada apa " dengan suara datar
dengan semangat dan senang Morista menjawab orang itu "halo apa kabar, tuh suaranya bikin atut"
"siapa jangan mengerjai saya atau saya matikan, eh suara kamu seperti kakak ku ihhh kak Morista ya " menebak
"hihihi iyeh maemunah , yok Vc " tanpa menerima jawaban langsung mengalihkan ke vc
ya yang di seberang itu adalah William yaitu adik satu satunya bahkan paling iya sayangi
"kak kenapa nomer baru, dimana yang lama " penasaran
"udah rusak, baru beli HP baru, kartu ku udah keburu ilang baru beli yang baru " Morista bohong , sebenarnya hpnya di lempar lebih tepatnya di buang suaminya.
"kamu ngapain kok pucet, apa ada seseorang menyiksamu, jujur kak "
"hm sebenarnya, tapi jangan marah ya " mohon nya takut nanti jadi berabe dengan suaminya, apalagi jika orang tuanya sadar, pasti adiknya yang nomor satu yang menceritakan.
"iya, jujur atau nanti aku sendiri yang menyelidiki"
"dek sebenarnya, kakak udah nikah sama Richard bermarga Dawkins dijodohin mamah sama papah dulu " jeda
"lanjut kenapa bisa tu muka seperti manyat hidup.
" dan kakak pucet bukan karena di apa apain tapi karena kakak hamil ini efeknya "Morista pelan mengucapkannya takutnya adiknya kecewa tidak memberitahu dari dulu.
" yey gw jadi uncle, sebenarnya kak aku sudah tau pernikahan kamu tapi tidak mengganggu pernikahan kamu, cuman aku nunggu ke jujuran mu, apa sih yang kakak gak tau tentang kamu hhehe tapi kehamilan mu baru tau "Williams terkekeh sejujurnya kecewanya ada tapi di tepis setelah mendengar kehamilan kakaknya.
"deg"
"deg "
"berarti Williams tau dong pernah gw di siksa " batinnya
"ehh kok melamun hey '
" eh iya, dek bagimana kabar ibu dan ayah apa udah sadar sama nenek dan kakek sehat kan "tersadar dari lamunanya dan segera menutup keterkejutannya.
" nenek dan kakek sehat, klo ibu dan ayah baru sadar tapi ini masih terapi biar bisa berjalan normal karena efek dari kecelakaan itu ibu dan ayah mengalami kelumpuhan, aku mau ke Indonesia di suruh ibu juga ada kerjaan mau di selesaikan "
"kapan dek "
"hm mungkin 2 hari lagi akan otw yah "
__ADS_1
"okey ndek tungguin, udah dulu ya hm sehat selalu berikan salamku sama mamah, papah juga kakek, nenek ya " ucapnya karena Williams masih di kantornya tempat kerjanya jadi hanya salam saja yang ia berikan,
"iya Shalom"
"Shalom"
tut tut
kakek Morista dan Williams ada handphone tapi tidak cara pakainya sudah pernah sekali Di hubungi malah lari entah kemana, kakeknya malah menghubungi presiden Korea Utara dan Rusia untung ada kerja sama Williams dengan negara tersebut klo enggak taulah bisa dirudal rata semua tempat mereka sekarang.
"huh untung ibu dan ayah udah sadar tapi kapan ya Raisa sadar , ahk malah kangen " cemberut berbicara sendirian
seperti ada bintang beterbangan di kepala Morista setelah ada ide baru mengibaskan tangannya seperti memperlihatkan kepintarannya "Hai Morista kamu memang hebat "
"mengendap endap ah biar gak ketauan, siapa suruh gak membiarkan aku pergi kemana aja, bosan di kamar yang gede ini tapi tidak ada yang mau diajak bicara"
Morista mengendap endap keluar, para pengawal tidak menyadari kepergian Morista keruang bawah tanah menemui Raisa
Ruang bawah tanah
"hey kapan bangun, awas nanti tambah jelek " hening tidak ada jawaban, ya iya lah orang yang diajak ngomong adalah orang yang koma.
"ada berita bagus loh, sebentar lagi kamu jadi aunty loh, di sini udah ada calonnya, makanya cepat bangun biar bisa lihat kehamilan ku ini masa calon rich ounty lemah, jelek pula " mengelus perutnya juga sesekali memperbaiki rambut Raisa
dokter Gresya datang
"loh kak ngapain disini ,kapan sampai disini,apa kakak udah izin sama kakak ipar ? "
"heheh satu satu dong "
"yang pertama,ya mau jenguk adik ipar lah "
"yang kedua, baru tadi dan yang ke tiga hehhe belum izin soalnya datang kesini saja ngendo endap, bosan di kamar terus seperti manyat hidup, bosan tambah lemes lagi kan lebih baik kesini bercerita walaupun yang di ajak ngomong tidak menjawab tapi kan lebih Berfungsi mana tau adik ipar jadi cepat sadar dari koma " jelas Morista panjang kali lebar, selebar samudera
Gresya manggut-manggut mendengar penjelasan dari istri kakak iparnya menurutnya benar sih dia aja akan mungkin lakukan seperti ini dari pada mati kebosanan.
"ini adik ipar, lama sekali bangun padahal itu orang udah pasti nungguin lama " melirik kepada Reno atau kenzo.
yang merasa di lirik mendekat
"nona apa butuh sesuatu " tanya Reno
"gak ada, tadi cuman bilang adik ipar lama sekali bangun awas nanti kamu di ambil oleh orang lain hehhehe " cengengesan
"maaf nona sebelumnya, saya tidak ada hubungan dengan nona muda Raisa walaupun sebenarnya berharap dia segera bangun tapi kan itu hanya hubungan sebatas tuan dan pengawal gak lebih " menyangkal perasaannya
tiba tiba
Raisa kejang tidak terkontrol,terlihat detak jantungnya di monitor naik turun tidak menentu bunyi monitor menambah ke tegangan
"pegang dia " perintahnya kepada suster yang di situ
__ADS_1
dokter ke dua juga ikut menangani Raisa.
tittt tiiiittttt tiiiiiitttttt bunyi monitor
Morista menangis sejadi jadinya sedangkan Reno menahan tangisnya sampai badannya bergetar, mendengar suara monitor seperti tidak berdaya lagi mendekati Raisa memegang kedua tangannya
Gresya sudah pasrah juga dokter yang satu lagi akan pensiun muda atau dipecat jika nona muda mereka meninggal tapi melihat Reno mendekati Raisa mereka membiarkannya.
"please jangan tinggalin aku, kamu udah janji gak ninggalin , jika kamu pergi maka jangan salahkan aku menyusul mu hikss hiksss hikss pleaseee" tangis Reno pecah
semua menantikan mujizat
deg
deg
deg
jantung semua berpacu ternyata tidak ada perubahan
"maaf semua pasien mengalami down dan tidak bisa di selamatkan"
semua "hiks hiks hikss" menangis
Reno membisikkan sesuatu
"jika ini memang sebuah takdir terus mengapa kamu biarkan ini semua terjadi, apa kamu mendengar perkataan ku tadi maaf ya tapi apa kamu tidak tau apa jawaban ku tadi benar dari semua perlakuan ku selama ini "
"maaf jika itu membuat mu kecewa, jangan salahkan aku memilih perempuan lain jika kamu memang mencintaiku maka bangunlah jika tidak bisa setidaknya ada tanda , bahwa kamu benar setidaknya itu menjadi sebongkah titik cerah kita bersama "
1detik
2
3
4
5
6
7 sampai 60 detik tidak ada semua menangis.
Semangat buat yang puasa, salam toleransi beragama
jangan lupa like, komen, vote, heheh sama hadiahnya dong sebagai vitamin
jangan lupa follow IG author
ig. Rohani_silaban28_05
__ADS_1
perasaan author sekarang