
Apa yang terjadi," tanya Rey
"lihat sendiri dari tadi kenzo panggil Lee agar tidak meningalkannya aku pun bingung sedangkan Lee tidak bisa dihubungi , aku juga merasa kawatir karena ini sudah malam bahkan seharusnya dia sudah pulang "
"hah goblok, kan harusnya lo lacak bodoh "
Rey langsung melacak ponsel Lee ternyata berhenti di sebuah hutan dan tidak ada pergerakan segera langsung kesana tanpa basa-basi sebanyak 50 pengawal tanpa Faisal yang setia menggendong kenzo langsung menuju lokasi selama perjalanan kalang kabut khawatir dengan adiknya walaupun bukan sedarah .
sekitar 45 menit perjalanan baru sampai dengan kondisi Lee yang masih pingsan, berlumuran darah karena babak belur, ini kedua kalinya Rey menangis setelah yang pertama Richard yang kritis, meskipun tamengnya sangat kejam pada orang lain tapi sama keluarganya langsung luluh.
"cepat bawa dia ke mansion "
"baik tuan " ucap bodyguard
dimobil menuju Mansion
"tuttt tuttt" seseorang memanggilnya
"Lee bagaimana apa sudah ketemu "
ya yang menghubungi adalah Faisal yang khawatir adiknya belum ketemu
"sudah , kondisinya kritis kurasa dia di hajar oleh mafia yang mungkin melintasi wilayah ini "
"apa"
"gak usah teriak bego gw gak budeg, sebaiknya cepat, sediakan tempat perawatan buat Lee "
"oh okey "
tuttt panggilan selesai
Di mobil
"hey Lee bangun jangan bikin aku khawatir"
menepuk nepuk pipinya yang chubby dengan pelan, tubuh Lee tidak merespon badannya juga sangat dingin sehingga ditubuhnya ada 6 jas bodyguard menyelimuti.
"cepat jangan lelet bawa mobilnya "
"babbaaik tuan " segera bodyguard menambahkan kecepatan dan sampai di mansion
Di mansion
hanya sedikit pelayan yang lalu lalang, Richard dan Morista sudah tidur begitu juga dengan ibu dan ayahnya yang sengaja tidak membangunkan mereka agar tidak terkejut biarlah besok baru di beritahukan.
kamar Perawatan Lee sengaja dibuat di kamarnya, di tempat tidur juga di temani adiknya yang sudah tidur nyenyak setelah kedatangannya.
"tuan maaf sebaiknya, tuan muda di mandikan dulu biar lebih higenis nantinya saat mengobati lukanya " ucap dokter hati hati takut menyinggung
"ah iya baiklah "
Faisal dan Rey segera membersihkan tubuh Lee dengan telaten di kamar mandi dengan cepat dan hati hati, mereka berdua bekerjasama saat memakaikan bajunya tanpa di bantu oleh bodyguard karena mereka takut adiknya terkena kuman bahkan virus kali ini kedua orang itu membuat adiknya istimewa dan keposesifpan mereka semakin menjadi jadi
setelah selesai baru dokter merawat luka luka yang ditubuh Lee dengan hati hati, selama melakukan pengobatan kedua kakaknya selalu mengintimidasi.
"bagaimana keadaannya" tanya Rey
"tuan, tuan muda sepertinya menolak sadar karena luka yang ditubuhnya hanya luka dari tendangan dan pukulan saja, dan itu sekarang sudah terobati "
"apa maksudmu " tanya Faisal yang gagal paham
__ADS_1
"begini apa tuan sudah mengetahui pelakunya siapa, mungkin ini berhubungan dengan kejadian yang dialami tuan muda, luka seperti ini untuk fisiknya yang kuat palingan 1jam pingsan tapi ini sudah hampir 3 jam "
"trus dok apa yang harus kami lakukan "
"disini adakah salah satu yang paling dekat dengan tuan muda"
"hmm iya ada itu adik kandungnya "
"baiklah, tuan dekatkan saja mereka berdua, dengan tuan yang paling muda itu di dadanya, supaya terjalinnya hubungan darah diantara mereka berdua "
segera dokter mengatur posisi yang tepat.
Lee yang dibawah alam sadar
"mama apa benar adikku sudah dibunuh mereka "
"nak tidak dia ada di dekatmu "
"tapi mereka bilang sudah membunuhnya "
"nak pulanglah biarkan ibu disini, adikmu sudah menunggumu"
"tapi mah ikutlah denganku"
"tidak nak "
kenzo mendekati Lee yang menolak pulang dengannya
"kak, kan ibu sudah pelgi, kakak sendili yang bilang, dan lihat itu mereka menganggap kita kelualga, "
"hm baiklah, ibu jaga kami ya "
di dunia nyata
"eughhh, ashhhh" bergerak pelan
segera Rey memindahkan kenzo supaya tidak jatuh yang malah membuatnya terbangun nantinya
"Lee, mau apa ,bilang sama kakak " ucap Faisal
"dimana dimana ini, " dengan suara serak
"ini di kamar mu, mengapa kamu tidak menelepon tadi biar aku sendiri yang membunuh mereka, siapa suruh melakukan ini, gak tau aja dia salah sasaran mengganggu adik dari seorang mafia"
mendengar perkataan kakaknya, Lee tersenyum bahagia melupakan rasa sakitnya
"eh kak, dimana adikku "mengedarkan pandangannya yang ternyata di sampingnya.
" eh iya ini, tapi kenapa matanya bengkak dan badannya agak hangat , coba check apa aku yang salah "
"gak sama sekali, kamu gak salah, sebenarnya tadi dia menangis, badannya panas banget,juga mengigau mengatakan kamu jangan meninggalkannya, yah aku menghubungi kamu tapi tidak ada jawaban, Rey juga menghubungi mu dan memutuskan melacak keberadaan mu yang ternyata masih dihutan" Rey lah yang mencarimu sedangkan aku di sini menggendong kenzo biar bisa tidur nyenyak "terang Faisal
" oh iya dok, kamu bisa istirahat dan terimakasih "
karena Faisal kasian melihat dokternya yang sudah agak tua jadi menyuruhnya istirahat saja
"baiklah " segera berlalu diantarkan bodyguard
" terimakasih banyak kak, maaf membuat kalian khawatir dan tidak memberitahu bahwa aku pulang dan dicegat mafia "
"APA MAFIA" teriak kedua kakanya
__ADS_1
"hm iya kak "
"jelasin detailnya"
"begini kak tadi aku pulang dari kampus," belumm selesai berbicara
"terus apa " ucap Rey tidak sabar
"sabar ogeb gw juga nunLentiksabarrn, pletak " Faisal menyentil jidat Rey seenaknya, korban hanya mengeluh sakit.
"lanjutkan"
"trus di tengah jalan, aku bertemu dengan mereka, merekalah yang menculik adikku , mereka mengatakandariRey hiks aku sangat takut" sambil sesegukan dengan tubuh bergetar.
"Rey hubungi kenzo,jangan biarkan mereka lolos " ucap Faisal marah
segera Rey melakukan tugasnya, serta ikut mencarinya dengan marah dan cepat ke ruang bawah tanah.
di kamar Faisal memeluk Lee
"sudah sudah jangan menangis yang penting kamu sudah selamat, mulai besok aku yang langsung menjagamu"
"kak gak perlu itu sangat berlebihan, siapa nanti yang menemani kak Richard mengurus bisnisnya"
"bener berarti bodyguard saja 10 orang "
"kak aku juga manusia kak, 2 orang saja udah risih, ya ya ya 2 saja ya pleaseee malu nanti di kampus "
"tidak ada penolakan "
"kak, aku gak kuliah lagi " cemberut
"okey okey 2 orang "
"Terima kasih, "memeluk erat kakaknya
"maaf jadi beban di keluarga ini "
"tidak tidak, kami tidak merasa, sudahlah jangan menangis, istrahat saja okey , kamu harus sehat biar adikmu dan kakakmu yang tampan ini tidak khawatir"
"hm iya kak, btw dimana kak Richard"
"apa mereka sudah baikan, apa mereka masih bertengkar aku kasihan dengan kakak ipar"
"tenang saja jika singa berubah jadi kucing pasti sangat menurut"
"maksudnya "
"gini mereka sudah baikan, bahkan kurasa mereka sedang buat Richard junior"
"hahha kak benar hihihi gak sabar pengen punya ponakan "
"hm benar, baiklah istrahat okey ini udah jam 3 pagi, usahakan tidur yang cukup., selamat malam "
"malam kak "
Faisal berbalik kembali ke kamarnya dengan senyum merekah di wajahnya sampai sampai para bodyguard berbisik bisik
udah dulu ya bye
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya juga hhehhehhe
__ADS_1