Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
Mafia 14


__ADS_3

Malam hari


tepatnya pukul 19:00


Dimeja makan sudah berkumpul semua kecuali Richard, sekretaris Rey dan Faisal. ibu dan ayah Richard kekeh menunggu anak anaknya dimeja makan Morista yang tidak tega mertuanya menunggu lama ia pun menghubungi.


tut tut tut


Bunyi HP Richard bergetar dan menaikkan alisnya melihat ada nomor baru menghubungi.


segera Richard menggeser yang warna hijau.


"halo ini siapa " tanya Richard


"maaf tuan saya mengganggu waktu tuan saya Morista "


"hm iya ada apa apa ada yang perlu"


"begini tuan , apa tuan bisa pulang karena ayah dan ibu " belum selesai Richard langsung khawatir dan mematikan hpnya kemudian menyuruh sekretaris Rey melajukan mobil menuju mansion.


Morista hanya bingung melihat teleponnya sudah selesai panggilan.


20 menit kemudian sampai dirumah dan segera berlari mencari ayah dan ibunya.


"mom dad,"Richard masuk kekamar dan tidak menemukan seseorang pun didalam kemudian melihat Morista lewat


"hey dimana mom and dady kenapa tidak disini " titahnya dengan wajah khawatir


Morista pun memberanikan memegang tangan suaminya


"tuan ibu dan ayah sudah dimeja makan dan tuan tidak perlu khawatir tenangkan dulu dirimu sebelum menemui mereka supaya tidak ada kekhawatiran yang tadi aku menelepon mu tuan karena aku gak tega sudah dingin ibu dan ayah kekeh ingin makan bersama eh tuan langsung menutup teleponnya"kata Morista panjang lebar dan tidak sadar mengelus dada Richard.


deg deg deg kedua pandangan mereka saling bertemu.


"eh maaf maaf "ucap Morista gugup dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Richard mengangkat wajah Morista kemudian menatap lekat matanya "apakah ini wanita yang ku cari selama ini! ,kenapa mirip sekali "batinnya


Richard mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Morista, pipi Morista memerah bakal kepiting rebus


"hiya ciuman kedua ku huh bibirku gak suci lagi"Morista menutup bibirnya.


"hah iya, apa yang kedua berarti kamu sudah memiliki kekasih dan mengambil ciuman pertama mu "Richard kesal


"iya dan itu kamu, iya kamu dulu waktu menikah dan sekarang maaaa paaaa bibir anakmu gak perawan lagi Mmm mmmm mmmm "katanya berteriak Richard langsung menutup mulut istrinya.


"kamu bisa diam gak sih, ini di rumah bukan di hutan dan suaramu cempreng bisa meruntuhkan Mansion ku ini nantinya tadi kamu juga menikmatinya ayo ke meja makan "ajak Richard sebenarnya Richard juga merutuki dirinya


di meja makan Morista mengerucutkan bibirnya


"eh nak kenapa murung kek gitu masa menantu mama kek gini nanti awas loh suamimu cari yang baru "goda ibu Richard


"ih mamah gak kok ni aku senyum gak ada apa apa kok yaudah nih aku suapin ibu klo ayah biar saja Lentika yang suapin "


"iya lagian aku sudah sangat lapar cacing ku udah pada demo "


Morista menyendokkan makanan terlebih dahulu ke piring ibu dan ayah mertuanya lalu piring suaminya dan ke piring miliknya.


"sama gw dong masa cuman ama Richard saja " pinta Faisal, Morista hendak menyendokkan dan dicegah oleh Richard dengan mengambil piring kemudian meletakkannya di depan Faisal.


"apa makanya cari bini lo sana jangan jadi pebinor, nih lo ambil klo gak mau yaudah lo keluar sana "Richard tiba tiba merasa tidak Terima


"bilang ajah lo bucin dan cemburu "langsung dapat plototan mata siapa lagi kalau bukan dari Richard


merekapun makan dan bercanda ringan setelah meja di bersihkan par pelayan


"Faisal kenapa kamu gak coba cari bini ingat umur kamu sudah aturannya sudah berkepala 3 "canda sekretaris Rey kepada Faisal


"pala lu la peang gini gini aku masih heppy saja aku udah punya calon kian eh udah nikah itupun gak pernah dihargai cuih ingin ku masukkan aja ke kali sana"Richard pun merasa tersindir


"udah diem aja gak usah nyindir orang"ucap Richard kesal.

__ADS_1


"eh kenapa bro santai aja kali ih baper, CEO terkenal baper cie "goda Faisal


Richard pun memasukkan buah kedongdong mentah yang dimeja ke mulut Faisal


"cuih emang teman laknat kek lu "ucap Faisal tapi tidak marah karena ini memang sudah pernah terjadi


"eh nak kenapa gak deketin dokter yang memeriksa ku itu kurasa cocok buatmu "tawar ibu Richard


"eh beneran itu aja kali kebetulan besok dokter itu datang gak papa kenalan dulu "ucap Morista


"terserah lah "


mereka pun bercanda tawa kemudian pergi istrahat kekamar masing masing


Morista dan Richard mengantarkan ibu dan ayah ke kamar .


******


Di Jepang


William sangat merindukan ibu dan ayahnya bisa berbicara terlebih lagi kakaknya karena dia masih membiarkan kakaknya dibawah pengawasan suruhannya yaitu melamar sebagai bodyguard yang menjaga di dalam rumah.


"bu ayah kenapa lama sekali bangun apakah kalian tidak merindukan aku juga kakek nenek disini "curhat Williams


"kenapa kenapa begini lihat keadaan kakak juga bagaimana di Indonesia kakak ipar yang ibu dan ayah itu sangat kejam juga dia pasti sangat berharap wanita yang dulu ia taksir dan iya tunggu akan datang pasti kakak menderita disana bu ayah cepatlah sadar "William tidak kuasa menahan tangisnya kakek dan neneknya pun mendengar tangisan cucunya.


"boy sudahlah kita hanya bisa berdoa supaya Tuhan cepat memberikan kesadaran kepada ibu dan ayah mu "neneknya pun memeluk cucunya


"nek mengapa begini aku sangat memerlukan ibu dan ayah aku gak kuat nek, kek "William memeluk erat neneknya dan menangis sesegukan


"tumpahkan sedihmu menangislah sampai puas supaya tidak sesak "William pun menangis lama kelamaan tertidur di pelukan nenek nya saking lamanya menangis nenek dan kakeknya merasa sedih tetapi apalah daya mereka hanya bisa mengelus cucunya sampai tenang


"huh sabar nak ada kalanya begini kamu harus kuat "kakeknya mengelus punggung cucunya dan menggeser William supaya tidur di kasur yang memang sengaja dibuat dekat dengan ibu dan ayah William lalu menyelimuti cucunya


nenek dan kakek William pun tidur di ranjang itu juga dengan memeluk cucunya layaknya seperti anak kecil.

__ADS_1


__ADS_2