Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
Mafia 13


__ADS_3

Pagi hari


Morista bangun jam 5 pagi lalu melakukan aktivitas memasak yang dibantu oleh pembantu.


"heh loh kak cepat amat bangun emang gak lelah ya "kata Lentika


"hah ngagetin aja , ya jelas aku harus bangun pagi dini emang pernahkah ada sejarahnya pembantu bangun kesiangan malah yang ada nanti diomelin"Morista berusaha menahan sesak di hatinya.


"loh kak kamu itu nona muda bahkan menantu kesayangan ayah dan ibu "dengan heran


lalu Morista menjelaskan semua lama kelamaan mengeluarkan uneg uneg dalam hatinya.


"yang sabar kak mending lah kakak pulang diam diam atau kabur daripada kakak gak dianggap kan bukan salahmu juga bukan kamu kak yang memaksa tuan Richard menikah jangan diemin sakit loh "Lentika merasa kasihan kepada Morista


"tapi kalau aku kabur ibu dan ayah akan sedih juga nantinya akan kecewa berat kepadaku sejak aku menikah aku ingin mempertahankan pernikahan ini walau sulit"Morista menitikkan air matanya


"udah kak jangan sedih lagi aku akan selalu dipihak mu kak janji"sambil mengangkat jari kelingking


"ya janji dan makasih"kata Morista tulus.


tiba tiba Lentika melihat tanda merah pada bel yang memang terhubung dengan kamar ibu dan ayah Richard.


"kak lihat tuh sepertinya ibu memanggil kamu mungkin ada yang perlu"


"ya baiklah aku kekamar dulu "Morista menuju kamar dan mengeceknya


Lentika menyicip makanan buatan Lentika dan kagum.


dan menghidangkannya Richard, Faisal, dan suaminya datang kemeja makan


"apa ibu dan ayah sudah makan "tanya Richard


"belum kemungkinan sebentar lagi kebetulan kak Morista lagi dikamar ibu dan ayah mungkin kakak lagi membantu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ibu "Lentika menjawab apa adanya , menurutnya itu benar karena ini masih pagi.


"hm yasudah mari makan "ajak Richard


sesi makan pun selesai dengan segera Richard bangun dari tempat duduknya dan pergi menuju kamar orangtua yang sangat ia cintai.


"hm "Richard berdehem


"ah iya tu eh suamiku"hampir saja Morista salah ngomong


Richard tidak menjawab melainkan memerhatikan Morista yang sedang mengoles sesuatu lalu mengurut kaki ibunya dengan telaten sampai sampai ibunya mungkin pijatan Morista sangat nyaman.


setelah selesai Morista segera memijat tubuh Ayahnya yang berada dikasur memang sengaja tidak di kursi roda karena tadi perawat langsung meletakkan tubuh ayahnya di kasur. Richard melihat ayahnya kadang melihat kesakitan tapi lama kelamaan tertidur juga.


Richard pun menjadi melamun "apakah memang aku keterlaluan dan percaya bahwa dia bukan pelakunya lalu siapa apa mungkin pelakunya Siska dan jika itu benar berarti...... ahk tidak harusnya aku harus melakukan penyelidikan dulu hufff. "seperti bimbang.


"tuan kenapa sepertinya tuan banyak pikiran "tanya Morista


Richard seketika tersadar hanya geleng-geleng kepala


"tuan jika tuan mau aku akan memijatmu supaya lebih fresh "tawar Morista yang sedang memijat telapak kaki mertuanya lagi tidur nyenyak yang tadi sudah ia pindah kan ke kursi pijat otomatis yang sengaja di beli oleh Richard 2 hari yang lalu.

__ADS_1


"tidak usah sana lanjutkan saja pekerjaan kamu"tolak Richard yang sengaja karena ego dan gengsinya yang sangat tinggi yang menjulang seperti menara Eiffel saja.


"sudah selesai , tuan biar saya pijitin disini saja dikasur ibu bagaimana pun tuan sudah lelah mengurus kantor setidaknya dengan memijit nantinya tuan lebih enerjik lagi"Morista memikirkan sebuah ide karena tidak tega melihat suaminya tidak fresh padahal masih pagi.


"untung masih sadar diri cuman numpang dan jadi beban"dengan nada mengejek tapi Morista hanya ber oh ria saja.


Morista memijit suaminya dengan tehnik yang diajarkan neneknya sewaktu di Jepang


"huh untung saja aku mengetahui tehnik nya semoga ini jadi awal kedekatan ku dengannya tapi jika nanti suamiku sudah nyaman maka jangan salah kan aku jika pergi karena aku harus membalas semua aku hanya ingin nyaman denganmu karena aku takut wanita yang kamu cari selama ini datang lagi " batinnya sedih.


Richard sudah tertidur tapi terganggu oleh suara ibunya.


"hm hm diam diam ni ye padahal tadi acuh sama menantuku taunya "ibunya tersenyum mengejek Richard


"mom memang salah jika di pijitin istri "Richard langsung memindahkan kepalanya ke pangkuan istrinya


deg deg deg Richard sadar terapi langsung menutupi kegugupan dengan menyuruh Morista tetap memijit layaknya suami istri yang sesungguhnya.


Morista jangan ditanya lagi jantungnya serasa mau copot saja.


lagi asik memijat eh


kruyuk kruyuk kruyuk kruyuk perut Morista tiba-tiba mengeluarkan alarm makan wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus.


"haha hahah hahaha " kompak ibu, ayah yang bangun, dan Richard tertawa.


"shuttt sudahlah mom and daddy mungkin istriku sudah lapar"kata Richard


"benar juga ibu juga sudah mulai lapar bantu ayah dan ibu juga nak biar kami makan di meja makan saja dan aku juga nanti ingin ke taman"


Richard segera membantu Morista untuk memindahkan ibu dan ayahnya ke kursi roda dan mendorong menuju meja makan.


"bu yah aku Masakin bertaraf dulu mungkin makanan yang tadi pagi yang kubuat sudah habis"


"baik nak"


Morista dengan lihai memasak nasi goreng sengaja 4 porsi dan menyajikannya


"ini buat ayah, ini buat ibu dan ini buat aku mari makan "kata Morista jahil ingin lihat suaminya tersiksa dengan aroma masakan yang dia buat tanpa memberikan kepada suaminya, Morista menyuapi ibu kedua mertuanya bergantian merekapun memakan lahap akhirnya pertahanan Richard runtuh dengan membuang egonya sedikit.


"hm masa aku gak dikasih "pura pura manja


"kan mas sudah makan tadi dan ya ini pas buat kamu bertiga yang ini kan manatau nambah"


Richard pun semakin ngiler hanya menekuk dagunya dimeja makan.


"daddy apakah ini bisa buat ku "tanyanya hati hati


"ambilah son itu jatah makan tetap buat kamu"


"iya dad"dengan semangat menyantap makanan seketika tersadar masakan yang dibuat Morista sangat mirip dengan yang dia makan dari bekal milik Angelica sewaktu sekolah dulu


"ada apa nak "kata ibunya

__ADS_1


"gak ada mom "Richard pun memakan semua sampai tandas setelah itu buru buru pergi ke ruangan khusus buat mereka bertiga yaitu Faisal dan sekretaris Rey


"ada apa tuan "tanya sekretaris Rey heran


"gak ada apa apa aku hanya ingin kalian menyelidiki kecelakaan mom and daddy juga identitas asli Morista secepatnya" titahnya


"bro sejak kapan kamu peduli bini lo apa mungkin tadi lo keselek gajah atau tulang telur"tanya Faisal asal


sekretaris Rey tertawa mendengar perkataan ngawur Faisal


"pala lo peang ini gw butuh , terserah kalian pokoknya bulan ini aku harus dapatkan informasi itu, hm cepat ganti pakaian kamu segera dan yok berangkat ke kantor." mendengar perintah tuannya segera mengganti pakaian dengan pakaian kantornya begitu juga dengan Richard kemudian bergegas ke kantor Faisal juga ngekor.


************


Di belakang rumah


ternyata disana sudah ada Lentika yang sedang duduk di kursi memang Lentika tidak ikut membantu Morista karena diancam oleh Richard sesuatu dengan perintah Richard Lentika hanya bisa merawat adiknya yang tentunya Lentika menceritakan perbuatan kakaknya manatau ada reaksinya.


"eh kakak sini aku dorong kursi roda ayah "tawar Lentika


"nih"menyerahkan.


"wah ini bagus sekali "Morista kagum memang tidak pernah kebelakang


merekapun bercanda ria dan Morista juga menanam bunga mawar merah dan putih yang banyak kerena memang bunga itu adalah bunga kesukaannya.


*****


Di kantor


Richard menjaga jarak dari Siska karena diancam oleh sahabatnya


"wah kamu bro udah punya bini malah punya kekasih cantikan Morista lagi "sindir Faisal


disudut ruang sekretaris Rey bahagia mendengar perkataan Faisal.


"emang apa urusan lo dan ya itu bini gua itu kan hanya perjodohan dan tidak ada yang lain " katanya Siska mendengar senang


"terserah kamu jika kamu mau melepaskan dia maka saya tidak akan rebut bini lo tapi juga sebaliknya dan jangan anggap aku sahabat"dengan menekan kata sahabat.


"hm iya kamu pergi dulu"usir halus ala Richard


"jadi emang kamu lebih memilih dia dari pada aku gak mau aku kan tetap disini titik"kata Siska


"please aku hanya tidak ingin merusak hubungan aku dengannya dan kamu pulang dulu nih belanja kamu "Richard memberi cek sebesar 200 jt melihat itu wajah Siska bahagia dan segera pergi


"dasar CEO dan ketua mafia bodoh atau memang goblok udah jelas jelas dia morotin malah gak diputusin kamu bakal nyesel entar bini lo gw nikahin "ejek Faisal, hanya Faisal yang pernah ngomong sembarangan kepada Richard.


"kamprett lu emang" Richard pun menjawab sahabatnya


malam pun tiba.


jangan lupa like, komen, vote dan tips

__ADS_1


dan follow IG:tohonanrohani


sekian dan Terima kasih


__ADS_2