
Richard dan Morista berjalan beriringan, sedangkan Rey sudah pergi lebih dulu ke ruangannya karena merasa seperti nyamuk yang membuatnya semakin merindukan istrinya.
Semua karyawan merasa senang dengan perubahan Richard , tapi ada juga yang iri dengan kata lain iri karena dekat saja sama bosnya sudah pasti akan di bentak tapi ada juga geleng geleng kepala juga berbisik bisik melihat bosnya sudah seperti kucing butuh belaian. tapi Richard acuh tak acuh walaupun mendengar apa yang di gosipin karyawannya namun masih sibuk memeluk istrinya.
"sayang malu, lepasin" bisiknya
"gak, mereka aja yang iri " ucapnya acuh
Morista berjalan cepat masuk ke lift CEO yang diikuti oleh suaminya
yang sama sama merepet
"ting" lift sampai
Setiap malam sebelum tidur Richard selalu berdoa agar Morista hamil, Richard takut nantinya istrinya meninggalkannya setidaknya jika ada bayi bisa jadi benteng untuk bisa terus mengikat istrinya sampai akhir hidupnya.
dua hari Richard dan Morista selalu bersama tapi untuk malam ini berbeda.
"sayang kamu pulang duluan saja, nanti jam tujuh langsung pulang " ucap Richard
"terserah " Morista sensitif dan berpikir negatif pada suaminya.
"sayang, nanti aku usahain pulang cepat tapi pekerjaan ini tidak bisa di tinggalkan, sayang ini ada tadi seorang pengusaha dari luar negeri mau menjadikan perusahaan ini. sebagai investor di perusahaannya " jelasnya jujur
"hmm baiklah " Morista langsung pulang, juga sengaja memasak makanan yang hanya melihatnya saja sudah di pastikan ngiler nantinya.
"menantu mamah ngapain " tanya ibu
"ini mau masak, sengaja biar nanti suamiku pulang langsung makan "terangnya
tiba tiba kenzo dan Lee datang melihat di dapur pada ngumpul.
" mah, pah Lee pulang dan kenzo "
"iya, cepat mandi dulu bau " pura pura menutup hidungnya.
dengan cepat Lee langsung mandi bersama kenzo setelah selesai baru kembali datang lagi ke dapur ingin bantu bantu, untuk kenzo dia pergi ke tempat bermain ditemani oleh ibu dan ayah.
"kak, ngapain " tanya Rey
"woi mata lo itu fungsinya untuk apa, gak liat apa ngapain, nanya teroooooosssss" ucap Ketika.
"ya elah sensi amat udah kayak pms " memutar bola matanya.
"nih ayo bantu, malah ribut ribut "
2 jam baru selesai memasak
"fiuhhhhhh selesai juga " ucap Lee.
"yes tinggal nungguin "ucap Morista sambil mengelap tangan ke daster favoritnya. yang multifungsi bagi semua umat kaum memasak di rumahan.
jam sudah menunjukkan jam tujuh malam Richard belum juga menghubunginya sama sekali, dan juga sudah menelponnya sampai tujuh kali.
melihat makanan akan segera dingin dan merasa kasihan melihat anggota keluarga yang sudah lapar memutuskan makan terlebih dahulu, untuk tiga orang yang belum lengkap di sisihkan diantaranya untuk Richard, Rey dan faisal yang sejak tadi tidak menampakkan batang hidungnya. sementara untuk Gresya di antarkan karena kesibukannya kerja di ruang bawah tanah merawat Raisa dan membantu dokter khusus pasukan mafia yang terluka saat menjalankan tugasnya.
__ADS_1
semua makan dengan nikmat.
" kak masakan ini semua enak sekali nyam nyam nyammmm "ucap kenzo mengangkat sebuah paha ayam goreng.
" emang gak salah dulu memilihmu menjadi menantu pokoknya perfect lah *ibu Richard membentuk tangannya simbol ok
"ya iya dong " senyum Morista menutupi kesedihannya.
"heh gw gak di ajak. gitu " ucap Lentika
"ya enggak lah, gak kenal , idih sory ya amit amit " kejahilan Lee kambuh
"huh dasar gini gini gw masih bisa masak lo, yang gak tau aja kamu "
"hus bertengkar aja trus udah seperti kucing dan anjing aja, eh salah anjing terlalu imut, kucing dan tikus aja " ucap Ayah
"gw tikusnya pintar, dan kakak ipar kucingnya udah bodoh, pemalas pula hahahhahaha " tawa Lee puas
"awas lo" Lentika memasang kuda kuda otomatis Lee berlari secepat kilat menuju kamarnya
"bleeee" menjululurkan lidahnya
melihat kekanak kanakan Lee Morista melupakan kesedihannya sampai setelah membereskan semuanya dan masuk kekamar suaminya tak kunjung pulang dalam hatinya merutuki suaminya yang mengabaikannya.
"lihat saja bagaimana aku mengabaikanmu" dendam Morista.
di lain sisi
Richard sudah berjanji pulang dan makan di rumah waktu berjalan dengan cepat, selesai rapat langsung ada menghubungi
"ya halo"
"apa, cepat lakukan persiapan , saya akan segera kesana , beritahu Rey dan faisal"
"baik tuan "
Richard langsung mematikan HP nya.
"sial, hah siapakah dia melakukan penyerangan, awas saja nanti " senyum delvil Richard keluar, siapapun melihatnya merinding.
Disinilah Faisal, Rey dan Faisal melakukan taktik.
"kak apa kita harus langsung membunuhnya " ucap Rey
"hey, seperti kagak pernah lo ikut misi beginian, yang enggak lah langsung dibunuh kita lihat aja dulu bagaimana mereka melakukan itu " ucap Faisal
"okey, ayo kita rencanakan " ucap Rey
"begini saja, kita berpencar saja, baru bagi tugas agar mereka kita kepung, kalian mengerti" ucap Richard
mereka bertiga berbagi tugas, Richard bersembunyi di bagian tengah, Rey di jalur kiri dan Faisal di jalur kanan tepatnya seperti monyet di atas pohon memantau pergerakan musuh dengan Sniper serta peluri yang banyak untuk antisipasi.
Para pengawal langsung berhadapan dengan penyusup tersebut bunyi tembakan m nggelegar Richard dan Rey turun dan mengungguli peperangan tersebut
"jir ternyata keluar juga ketuanya " ucap kepala penyusup tersebut
"hahhah segitu takutnya mafia lo kalah " ucapnya sombong
__ADS_1
"hm hanya pengecut tungguin pembalasan dari ku " ucapnya marah.
"keluar" teriak kepala mafia tersebut.
"sial "Richard terkejut tapi tidak takut
" dor ,dor,dor ,dor bunyi tembakan dari pada anggota mafia tersebut ke pengawal dan pasukan Richard sampai mereka pastikan Richard akan mengalami kekalahan karena musuh mereka 3 kali lebih banyak.
"tinggalkan 2 lagi cih segitu lemahnya" meludahi Richard yang sudah di ikat.
"sial brengsek " Rey membentak yang mengikatnya
"udah lemah masih sombong lagi rasain ini plak , bug " musuh Richard memukul Rey juga membabi buta Richard sampai terkapar lemas.
"hah puas, jadilah pengawalku akan kulepaskan kamu " ucap pria yang ketua penyusup tersebut, yang memiliki kepala plontos, perut buncit serta kumis tebalnya yang naik turun siapapun melihatnya sekarang ingin tertawa karena di kumisnya ada sisa minuman berwarna pink, seperti sisa cendol depan gang.
Di rumah
Morista merasa tidak enak terus berjalan bolak balik menunggu kedatangan suaminya.
kembali lagi
hutan tempat pertempuran Richard.
"najis tidak akan "Richard meludahi sepatu musuhnya
" cepat cambuk dia "teriaknya marah
hendak mengayunkan cambuk nya
"ckit, ckittt, ckittt" sniper Faisal melesat di jantung tiga orang yang memegang Richard dan Rey yang satunya memegang cambuk
"ahk , ****, aaaa,"suara yang terkena tembakan menggelepar lalu meninggal.
"**** **** you "ngin berlari pergi ucap bodyguard sejati ketua penyusup itu
" hah tidak, cambuk dia "perintahnya kepada pasukannya.
Faisal turun dari pohon dan berlari ke belakang Richard dan Rey
" cambuk saja klo berani "
"hah tuan " ucapnya gemetar melihat Faisal yang marah, dengan face merah padam.
"lepaskan aku " perintah Richard
"dari mana lo, ingin kakak mu ini mati di sini " ucapnya kesal.
"hahahhah ketiduran di pohon, hehheh enak tadi pas mimpi jatuh eh malah jatuh beneran" ucap Faisal tanpa rasa bersalah.
"jelaskan siapa dia kak " ucap Rey
jrengg jeng jeng siapa dia 😁
semangat puasanya besok buat agama islam ☪️️
salam toleransi.......
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, heheh sama hadiahnya dong sebagai vitamin
ig. Rohani_silaban28_05