Mafia Kejam Suamiku

Mafia Kejam Suamiku
mafia 48


__ADS_3

Richard sangat panik, segera menggendong istrinya ke luar kamar segera memposisikan di kursi mobil


"nak kenapa " tanya ibu


"mah istriku pingsan,duluan ya mah nyusul saja , Rey, Faisal ayo setir mobil cepat " tergopoh gopoh


"baik kak " mobil melaju kencang


"sayang bangun, bangun " menepuk pelan pipi istrinya tetapi tetap tidak ada respon.


Faisal menghubungi pihak rumah sakit untuk menyediakan ruangan VIP buat kakak iparnya.


sampai di rumah sakit internasional milik keluarga Richard.


"dokter , dokter cepat periksa istri ku " perintah mutlak Richard yang membuat semua tegang segera suster dan dokter memindahkannya ke atas hospital bed yang tersedia di ruang VIP yang lebih mirip dengan tempat tidur buat tiga orang.


"permisi silahkan keluarga keluar biar pemeriksaan dilakukan " ucap dokter.


"TIDAK, saya suaminya lakukan saja " bentuknya yang membuat dokter gelagapan


"babababaik tuan "


pemeriksaan dilakukan tapi untuk memastikan dugaan dokter harus menunggu pasien lebih tepatnya Morista siuman karena jika salah diagnosis maka bisa saja hilang nyawa mereka.


"bagaimana keadaannya" tanya Richard


"maaf tuan kita tunggu saja nona muda siuman baru bisa pemeriksaan lebih lanjut" ucap dokter sopan


Richard menepuk pelan pipi istrinya dan mendekatkan minyak kayu putih ke hidung istrinya.


"sayang bangun, jangan buat aku khawatir" bisiknya ditelinga istrinya.


"eugh isssss ini dimana " tanya Morista menyesuaikan cahaya lampu dan menyapu seluruh ruangan putih tersebut lalu berhenti di wajah suaminya yang khawatir campur senang


tiba tiba


ibu dan ayah serta keluarga yang lain masuk kedalam ruangan.


"nak, mengapa bisa terjadi, apa kamu gak becus jaganya " cerocos ibu


"mah, bukan suamiku yang bikin, hanya saja perutku kurang enak " membela suaminya


"permisi tuan, nona saya mau melanjutkan pemeriksaan" ucap dokter membelah perdebatan keluarga itu.


"silahkan dok" ucap ayah


"nona, apa ingat kapan terakhir datang bulan " tanya dokter


"maksudnya dok, oh iya udah hampir mau satu setengah bulan dok " mengingat jelas, maklum Morista selalu selalu menandai kalendernya.


mendengar itu dokter mengambil USG dan gell hendak mau mengoleskan di perut Richard.


"apa itu " bentak Richard melihat dokter yang mau menaikkan baju Morista.


"sayang, turunkan nada bicara mu, kaget loh " Morista kesal mengelus dadanya yang menandakan terkejut.

__ADS_1


"maaf sayang, takut dokter melukaimu,hmmm okey lanjutkan"memeluk istrinya.


Dokter memulai dengan mengoles gell di perut Morista dan mendekatkan alat USG yang disebut transduser, menggerakkannya dengan perlahan lalu tersenyum.


" orang tegang malah senyam senyum lagi "celetuk Faisal.


" eh iya tuan, saya jelasin lihat gambar di monitor ini , tepatnya ini" menunjukkan sebuah seperti kantong di monitor



"maksudnya dok" Richard masih bingung


"apa menantuku hamil dok " tanya ibu Richard yang mengingat waktu USG tapi saat umur enam bulan itupun hanya waktu Richard didalam kandungan saking gak ada biaya.


"benar nona besar, selamat tuan muda nona muda hamil memasuki mau 2 bulan ,dan selamat jadi calon ayah "ucapnya tersenyum.


semua merasa senang dan terharu, apalagi Richard dan Morista yang senang campur aduk


Lentika juga sedih masih belum hamil juga tapi Rey menguatkannya dan membisikkan kalimat kalimat penyemangat.


kembali lagi ke Richard yang menangis terharu memeluk istrinya


"hay baby , calon Richard junior sehat selalu ya jangan buat ibumu kerepotan" mengelus perut istrinya.


"Terima kasih sayang, mau mengandung anakku, maaf masa laluku "lanjut Richard menangis di pelukan istrinya dengan menyembunyikan wajahnya di leher perut istrinya dan terus menangis mengingat perlakuan yang tidak pantas disebut seorang suami.


" no sayang,ini kewajiban ku bahkan memang udah jadi kodrat ku sebagai seorang wanita "menghapus air mata suaminya


" nak selamat ya "ibu dan ayah mengucapkannya bergantian.


" is malu mas "mencubit Rey di pinggang


" hah iya sayang "memeluk erat.


dilanjutkan lagi ucapan dari Faisal


"kak selamat ya, sehat sampai ponakan ku lahir , hey Richard junior liat ayahmu cengeng, yah sayang gak ada dodot buat ayahmu, uncle lupa, oh iya uncle tau,dokter ambilin susu asi kakak ku pengen minum biar diam,ih amit amit ponakan nanti jangan seperti ayah mu ya,mirip paman saja " sifat jail Faisal dimana mana pasti keluar


semua tertawa terkecuali Richard yang kesal


plak, Richard memukul adiknya


"masa benih ku mirip kamu, wenggak lah, nak jangan seperti paman mu seperti ayahmu aja tampan, kaya dan penyayang ya " mengelus elus perut rata istrinya.


untuk Lee sudah di beritahukan tentang kehamilan Morista, merasa senang bahkan pengen langsung pulang dari kuliahnya.


tiba tiba


brak brukkk, brakkk


semua terkejut dengan apa yang terjadi secara tiba tiba


"huaaaaaa Aaaaa hiks hiks gak ada yang sayang sama kenzo " seluruh ruangan di penuhi suara kenzo


"maaf tuan, tuan muda bangun langsung menangis setelah semua anggota keluarga pergi meninggalkannya sewaktu tidur, jadi saya memutuskan mengantarkannya saja tidak ada satupun yang mampu membuat tuan muda diam dari rumah sampai kesini " jelasnya

__ADS_1


semua minta maaf tapi kenzo malah semakin menjadi jadi menangis seperti tantrum berguling guling di lantai,sampai Richard memutuskan menggendong paksa walau kenzo memberontak dan membawakan ke bed samping Morista.


"dek jangan nangis, malu di dengar dede nanti,masa udah sekolah nangis" bujuk Richard, mendengarkan perkataannya kenzo diam dan heran, siapa dede satu lagi, di ruangan ini tidak ada satupun bayi


"hah mana kak " hanya sesegukan


"sini dengarin kakak"


"iya "


"dek maaf ya tadi pagi kakak ninggalin kamu, pagi tadi kakak ipar mu ini atau istriku pingsan jadi panik deh takut kenapa napa sampai di sini ternyataaaaaaaaaa" sengaja menggantung kalimatnya


"apa kak " kenzo penasaran


"rahasia " Richard tertawa


"is menyebalkan, aku tanyain kakak ipar deh kita gak kawan " beranjak ke samping Morista.


"kak kenapa "


"kamu jadi calon paman deh, disini ada dede kecil, kakak hamil " Morista menunjuk nunjuk ke perut datarnya


"yeyyyyy, pasti enak ni, kenzo pengen adek yang ganteng biar bisa main bola dan cewek biar nanti kenzo yang dandanin " ucapnya polos sambil melompat lompat di bed


"hati hati, awas adeknya " Richard panik takut kenzo jatuh ke perut istrinya.


"hehhe maaf, kenzo sangat senang"


kyrukkkkkkk


suara perut nyaring Morista, yang membuat wajahnya memerah


"aduh nak, menantuku lapar ya "


"iya pah " ucapnya malu


"dok apa istri saya sudah bisa pulang " tanya Richard kepada dokter yang duduk dekat monitor.


"sudah tuan, hanya saja saran saya nona muda harus istrahat yang cukup, minum vitamin untuk menguatkan kandungan, juga tidak melakukan aktivitas yang berat, satu lagi tuan yang perlu di ingat yaitu untuk hubungan suami istri perlu di kurangi mengingat janin usia segini masih rentan atau perlu hati hati, hanya itu saja tuan " dokter itu menjelaskan panjang lebar.


"Terima kasih , maaf tadi membentak mu "ucapnya tulus


" sudah kewajiban saya tuan "dokter merasa tersanjung dan bangga mempunyai nona muda yang dapat mengontrol emosi tuan mudanya dan mengajarkan kebaikan


" kami pamit dok "Richard dan keluarga langsung pulang,saking posesifnya Richard sampai sampai Morista di buat memakai kursi roda hanya untuk ke mobil, semua geleng-geleng kepala melihat keposesifan Richard yang berlebihan menurut mereka tapi tidak dengan Richard.


Morista merasa risih, juga melihat tatapan para pengunjung rumah sakit.


hehheh udah dulu ya


Semangat buat yang puasa, salam toleransi beragama


jangan lupa like, komen, vote, heheh sama hadiahnya dong sebagai vitamin


jangan lupa follow IG author

__ADS_1


ig. Rohani_silaban28_05


__ADS_2