Majikanku Ayah Dari Anakku

Majikanku Ayah Dari Anakku
Bab. 10


__ADS_3

"Ya Allah.. kenapa bisa seperti ini pantesan aku perhatiin interaksi dan tatapan mata keduanya seperti menyimpan rahasia besar dibalik ketenangan dan kesabaran Fatimah selama ini," ujarnya Bu Gina yang menggelengkan, kepalanya saking tidak percayanya mendengar kabar tersebut yang sungguh mampu membuatnya geleng-geleng kepala.


"Jadi seperti itu ceritanya yah! Kasihan juga Fatimah yang tapi, aku berharap semoga Fatimah tahan banting dan bisa bersabar menjalani semuanya, Rian awasi pergerakan dari Nadine karena jika ia tahu jika Fatimah adalah istri sirinya Riyad kemungkinannya ia akan berbuat nekad,"


"Baik Nyonya, saya akan menjalankan sesuai perintah Nyonya,"


Bu Gina menatap intens ke arah Rian," kemungkinannya besok aku akan ke kota kembang Bandung, aku ada urusan yang sangat penting kamu di sini jaga baik-baik rumah jangan sampai ada sesuatu hal yang terjadi pada anggota keluargaku terutama Fatimah, saya tidak ingin mendengar kesalahan sedikit pun jika tidak nyawa kalian jadi taruhannya," imbuhnya Bu Gina.


Keesokan harinya,Bu Gina berangkat ke kota Bandung untuk menyelediki info keberadaan putrinya yang hilang ketika mereka tanpa sengaja melakukan perjalanan ke suatu daerah beberapa tahun silam.


"Sayang, apa aku boleh tanya sesuatu enggak?" Nadine yang melihat suaminya sedang berpakaian karena akan berangkat ke perusahaannya.


Riyad menarik Nadine kedalam dekapan pelukannya lalu menjawab pertanyaan dari istrinya itu," emang kamu mau tanya apa serius amat!"


Nadine seumur hidupnya, baru kali ini memasangkan dasi suaminya itu," sayang, Fatimah itu siapa sih, kok aku perhatiin Tante Gina peduli amat sama hidupnya pembantu satu itu!"


Riyad terkejut karena Nadine bertanya masalah Fatimah, ia mulai panik dan gugup dan salah tingkah karena tidak tahu harus menjawab pertanyaan dari Nadine.

__ADS_1


"Ehh i-tu Fa-ti-mah orang dari kampung saya tidak sengaja menabraknya waktu kami dalam perjalanan pulang saat menjenguk kamu dari rumah sakit jadi, sebagai tanda maaf saya membawanya ke sini untuk bekerja kasihan dia lagi hamil," jelasnya Riyad panjang lebar.


Nadine Alexandra nampak terdiam dan berfikir sejenak memikirkan segala kemunginan yang bisa terjadi.


"Tapi, sayang banget yah pria bego mana yang membuang istri secantik dia walaupun enggak makeup tapi, cantiknya alami kalo aku sudah pertahankan Fatimah jadi Istriku," pungkasnya Nadine Alexandra yang mengutuk tindakan dari suaminya Fatimah.


"Apa yang dikatakan oleh Nadine benar adanya,kalau Fatimah itu memang cantik dan aku tidak menampik hal itu, tapi aku tidak bisa mempertahankan hubunganku dengannya, aku akan segera ceraikan dia jika anak kami sudah lahir ke dunia,aku tidak mungkin selamanya seperti ini hidup dengan dua istri sekaligus walaupun aku perlahan sudah mencintainya tapi, tidak mungkin aku lebih memilih Fatimah dari pada Nadine."


Mereka berdua sibuk dengan pemikiran mereka sendiri. Entah kenapa ada aneh yang dirasakan oleh Nadine jika melihat raut wajah suaminya yang tiba-tiba seperti orang yang gugup, panik dan ketakutan jika rahasia besarnya terbongkar.


"Aku akan diam-diam menyelidiki siapa sebenarnya Fatimah itu karena aku merasa ada keganjalan dari semua yang dijelaskan oleh Mas Riyad, lagian kenapa meski harus dibawa pulang segala ke sini kan tinggal kasih uang santunan sudah cukup, apa lagi Fatimah itu sangat cantik bisa gawat jika Mas Riyad tergoda dengan daun muda yang masih segar," batinnya Nadine seraya menyelesaikan pekerjaannya untuk memasangkan dasinya Riyad.


Berbanding terbalik dengan Fatimah dan Riyad, mereka berkomunikasi biasa saja tidak pernah, apa lagi untuk berhubungan suami istri dan berbincang-bincang santai seperti yang dilakukannya dengan Nadine hal itu cukup mustahil bisa terjadi.


Riyadh seolah menjaga jarak dari Fatimah, untuk sekedar berbasa-basi saja untuk menanyakan kondisi dari anaknya pun tidak pernah Ia lakukan. Hal seperti ini terus berlanjut hingga usia kehamilan Fatimah sudah masuk bulan ke sembilan.


Hari ini, Nadine meminta ijin kepada Riyad untuk pulang ke rumah kedua orang tuanya di Bandung.

__ADS_1


"Sayang hari ini ada acara keluarga di rumah Papa jadi aku akan ke sana kemungkinannya akan pulang dua hari lagi," ujarnya Nadine ketika mereka makan pagi bersama.


Fatimah yang berada juga tidak jauh dari sana terdiam sesaat dan memikirkan apa yang sudah lama Ia ingin sampaikan kepada Riyad suaminya itu.


"Syukur Alhamdulillah… kalau Nyonya muda pergi aku dapat waktu luang untuk berbicara dengan Mas Riyad mengenai kehamilanku ini,"


"Pergilah sayang, yang paling penting kamu harus jaga kesehatan dengan baik di sana Mas akan pergi menjemput kamu kalau sudah mau pulang ke sini," timpalnya Riyad sambil sesekali mengunyah makanannya.


Nadine segera berdiri lalu memeluk tubuh suaminya dari arah belakang dengan penuh kebahagiaan.


"Jangan senang dulu kalian aku akan segera menangkap basah perbuatan kamu, aku sudah dapat bukti yang akurat dari perbuatan kalian tapi, aku belum yakin jadi aku akan melakukan trik ini semoga saja berhasil," batin Nadine sembari menatap tajam ke arah Fatimah yang hanya terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun.


Setiap kali mereka makan, chef serta asisten koki akan berdiri tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:


Rindu Bintang Kejora

__ADS_1


Garis Tanganku


Makasih banyak all readers..


__ADS_2