Majikanku Ayah Dari Anakku

Majikanku Ayah Dari Anakku
Bab. 28


__ADS_3

Riyad bergerak cepat memakai kembali maskernya, ia menatap ke arah putranya itu. Sedangkan Aiden Abimanyu yang ditatap oleh papanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan tatapan matanya Riyad.


"Semoga saja putraku bisa membantuku untuk mendekati kembali Fatimah agar kami bisa berkumpul seperti layaknya keluarga kecil bahagia lainnya, ya Allah ampunilah segala dosa-dosaku dan permudahkan lah jalanku untuk berkumpul dengan Istri dan kedua anakku dan berikan lah aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya yang sudah aku hancurkan sendiri dengan keegoisan dan kebodohanku sendiri, luluhkanlah hatinya istriku untuk memberikan kesempatan kedua," batinnya Riyad Hakimi Pradipta.


Aiden menaikkan jempolnya tanda setuju dan memberikan dukungan kepada papanya dan bertujuan agar papanya bisa tenang dan melanjutkan untuk tetap berusaha dan pastinya harus ikhlas dan sabar serta gigih dan tangguh dalam meraih cintanya Fatimah Az-Zahra Zalita.


Fatimah segera meraih tubuh anaknya kedalam dekapan hangat pelukannya sambil mengelus punggungnya Aiden Abimanyu Pradipta.


"Sayang, putranya bunda,kamu kok bermain di sini?' tanyanya Fatimah yang masih memeluk tubuh anaknya itu.

__ADS_1


"Maaf, Aiden sudah buat Bunda khawatir dengan Aiden, bunda tidak perlu khawatir karena aku anak kuat dan pintar dan juga Paman Yunus ada bersama Aiden jadi tidak mungkin akan ada yang berani gangguin jagoannya Bunda," tukasnya Aiden Abimanyu Pradipta yang tersenyum tipis ke arah papanya itu.


"Abang, maafin Aliena yah sudah marah-marah!" Rengeknya Aliena anak keduanya Fatimah yang kebetulan mereka kembar tidak identik itu.


Aiden segera melepas pelukannya dari tangan mamanya lalu berjalan ke arah Aliena yang nampak ketakutan. Aiden tersenyum sambil memeluk tubuh dan saudari kembarnya itu.


Fatimah terharu dan tersentuh melihat kedekatan kedua anaknya. Ia tidak menyangka jika kedua anaknya memilki sifat yang cukup dewasa dan bijaksana dalam bersikap dibandingkan dengan usianya sendiri yang baru berusia menginjak enam tahun itu.


"Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Mas Riyad jika ia tahu kalau dia punya dua orang anak, tapi kemungkinan besarnya jika ia akan menolak kehadiran mereka berdua karena contohnya sewaktu aku hamil dia sama sekali tidak pernah peduli dengan kedua calon anaknya, jadi jalan yang terbaik sebaiknya Mas Riyad tidak perlu mengetahui jika punya anak kembar," Fatimah membatin.

__ADS_1


"Pak Yunus,ayo kita ke mobil, aku sudah lapar nih," ujarnya Aiden sembari mengelus perutnya itu.


Fatimah melirik sekilas ke arah Pak Yunus hingga keduanya saling bertatapan satu sama lainnya. Mereka beradu pandang sedangkan Aiden segera menarik tangan adiknya untuk meninggalkan mereka berduaan saja.


"Semoga Bunda bisa merasakan sesuatu setelah melihat ke dalam kedua bola matanya Papa," gumamnya Aiden yang berjalan cepat ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mereka.


"Kenapa, semakin hari aku merasa Pak Yunus memiliki dua sisi karakter yang berbeda-beda apa lagi kalau memakai masker seperti ini, saya merasa sangat mengenalnya walaupun ia tutupi maskernya dan seolah dia adalah Mas Riyad, tapi itu tidak mungkin deh Mas Riyad orangnya sibuk mana ada waktu untuk nyamar menjadi supir, lagian apa juga tujuannya melakukan hal demikian, Mas juga punya banyak kerjaan, mungkin aku terlalu banyak pikiran dan beban pikiran akhir-akhir ini sehingga Pak Yunus yang belum bisa buka maskernya di depanku aku kira suamiku sendiri," cicitnya Fatimah.


Riyad mulai gelisah dan gugup karena takut ketahuan, "Semoga saja penyamaran ku ini tidak ketahuan sebelum rencanaku sukses dan berhasil sesuai dengan apa yang aku inginkan,"

__ADS_1


__ADS_2