
Riyad tersenyum melihat kebahagiaan dari kedua anak kembarnya tersebut.
"Ya Allah… makasih banyak sudah memberikan aku waktu untuk berkumpul dengan kedua anakku walaupun dalam keadaan yang harus sembunyi-sembunyi lagian aku sendiri yang bersikap seperti ini sehingga aku menerima karma dan hukuman atas dasar kesalahanku sendiri," tatapan matanya tidak pernah terlepas dari kedua anaknya.
Hal seperti ini berlangsung hingga beberapa bulan kemudian. Fatimah Az-zahra Zalita dan orang lain tidak ada yang curiga dengan apa yang dilakukannya.
Perlahan Riyad Hakimi Pradipta menjelaskan kepada putri kecilnya siapa dia segera dan meminta tolong dengan hal yang sama seperti kepada anak sulungnya yaitu Aiden Abimanyu Pradipta.
Hari ini, Riyad berencana akan mengajak kedua anaknya liburan ke salah satu kebun binatang. Riyadh sudah bersiap-siap untuk berangkat ke rumahnya Fatimah Istrinya itu.
"Semoga kepergian kami untuk bertamasya tidak terganggu, karena aku ingin menikmati indahnya hari liburan kali ini dengan sebaiknya," gumam Riyad.
Tapi, hpnya berdering membuatnya untuk segera kembali mengurungkan niatnya untuk menyalakan mesin mobilnya itu.
"Pak Yunus," beonya Riyad.
__ADS_1
"Assalamualaikum Pak Yunus," sapanya Riyad setelah sambungan telepon terhubung.
"Waalaikum salam Tuan Besar, tolong segera datang ke rumah sakit karena Nona Muda Aliena terjatuh dari tangga dan harus segera mendapatkan pertolongan untuk dioperasi sedangkan Nyonya Fatimah dalam perjalanan ke Jerman," ujarnya Pak Yunus yang sudah gemetaran sekujur tubuhnya dan sangat panik karena hanya Riyad satu-satunya orang yang bisa membantunya.
"Oke, tunggu aku akan segera secepatnya ke sana dan tolong jagain putriku pak Yunus," ujarnya Riyad lalu memasang headset bluetooth ke telinganya untuk memudahkannya berkomunikasi dengan orang lain.
Riyad segera menghubungi asisten pribadinya untuk segera bergerak ke rumah sakit untuk mengurus semua administrasi yang dibutuhkan oleh anaknya itu karena kebetulan Edgar dan Robal lebih dekat dari tempatnya dari pada dia yang butuh sekitar kurang lebih satu jam perjalanan.
"Ya Allah… lindungilah putriku jangan biarkan terjadi sesuatu padanya,jika terjadi hal yang buruk padanya aku tidak akan memaafkan diriku sendiri," lirih Riyad yang menambahkan kecepatan kendaraannya menuju rumah sakit yang sudah dikirimkan alamat lengkap rumah sakit tersebut.
Rencananya hari ini Riyad akan menemani kedua anaknya ke zoo setelah sekolah mereka bubar hari ini. Tapi,apa mau dikata ternyata kondisi anak bungsunya harus dirawat di RS karena mengalami kecelakaan dan musibah ketika bermain ayunan.
Riyad memarkirkan mobilnya di sembarang tempat dan lupa mematikan mesin mobilnya. Untungnya ada security yang baik hati membantunya dan kebetulan security itu sangat mengenal lebih dekat Riyad.
Riyad dari jauh melihat pak Yunus berdiri di depan pintu masuk UGD dan beberapa guru di paud tempat Aiden dan Aliena bersekolah.
__ADS_1
"Pak Yunus, dimana anakku?" Tanyanya yang sudah tidak bisa bersabar untuk melihat kondisi dari anaknya.
"No-na Mu-da berada di dalam Tuan, para dokter menunggu kedatangan Anda sedari tadi untuk meminta tanda tangan persetujuan Anda Tuan," jelas Pak Yunus yang masih nampak ketakutan.
Riyad segera berjalan ke arah dalam ruangan dokter untuk membicarakan langkah terbaik untuk menangani kondisi anaknya. Setelah berbincang-bincang sebentar, tim dokter dan Riyad memutuskan untuk secepatnya melakukan tindakan berupa operasi untuk mengobati lukanya tersebut.
"Maaf Pak,kalau boleh tahu golongan darah bapak apa? Karena pasien membutuhkan donor darah golongan A," terangnya salah satu perawat yang membantu pekerjaan dokter tersebut.
"Golongan darah saya sama Sus, silahkan diambil darahku berapapun yang Anda inginkan," timpalnya Riyad dengan penuh keyakinan.
Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:
Rindu Bintang Kejora
Garis Tanganku
__ADS_1
Makasih banyak all readers..
Author ingatkan untuk Novel MADA akan ada give away kecil-kecilan!