
Jawaban dan penjelasan dari Riyad membuat Salim tidak menduga jika adiknya sudah menikah dan punya anak.
"Selamat atas pernikahannya , tapi maaf Fatimah sudah hampir dua tahun tidak kembali ke sini," ungkap Salim.
Senyuman yang sedari tadi menghiasi wajahnya Riyad spontan berubah drastis hanya dalam waktu sekejap mata saja.
"Maaf, saya heran Anda menganggap diri Anda suaminya Fatimah tapi, kok bisa tidak tahu kalau Fatimah sudah hampir dua tahun tidak balik kemari lagi!" Sarkasnya Salim yang tertawa meremehkan di hadapan Riyad yang sudah nampak terpuruk setelah mendengar jika Fatimah Istrinya sudah lama tidak pulang.
Riyad berbalik badan tanpa mengindahkan perkataannya Salim sedikitpun," ya Allah… kalau Fatimah tidak ada di sini, terus istriku ada di mana, apa ada yang tidak aku ketahui sedang terjadi di rumahku sebelum istriku pergi?" Batinnya Riyad.
Riyad segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ia beerencana akan ke kantor polisi untuk melaporkan berita kehilangan istrinya itu. Riyad juga segera menghubungi nomor hp detektif swasta yang dia kenal.
"Aku harus segera ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini dapat juga menghubungi nomor hpnya Pak Hamilton Ontario karena aku yakin dia pasti bisa membantu mengetahui kenapa istriku tidak ada di rumahnya," gumam Riyad.
Setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan akhirnya, Riyad sudah sampai di Ibu kota Jakarta. Dia segera menuju ke kantor polisi dan tidak ingin menunda lebih lama lagi. Langkahnya cukup lebar menapaki setiap inci lantai keramik kantor polisi terdekatnya yang dia datangi itu.
Riyad segera berjalan ke arah ruangan tempat pengaduan berita kehilangan," maaf ada yang bisa kami bantu?" Tanyanya salah satu personil kepolisian yang duduk di hadapannya Riyad.
"Iya, saya ingin melaporkan berita kehilangan istri saya Pak!" Jawab Riyad dengan mantap.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu kapan kejadian kehilangan istri Anda tolong dijelaskan kronologis kejadiannya?" Perintah Pak polisi tersebut yang bername tag Aiptu Kusyani.
Riyad pun menjelaskan secara rinci sesuai dengan apa yang diketahuinya. Pak polisi hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Riyad sedangkan Riyad menautkan kedua alisnya saking tidak percayanya melihat reaksinya Pak Kusyani tersebut.
"Berarti kejadian sudah bertahun-tahun lamanya,tapi yang jadi pertanyaan kenapa baru sekarang Bapak cari, apakah bapak sama sekali tidak pernah memikirkan kondisi dari istri bapak yang sedang hamil besar itu?"
"Saya…," Riyad tidak tahu harus berbicara apa di depan beberapa orang polisi yang mengitari tempat duduknya.
"Saya kenapa Pak? Apa istri Anda ini istri pertama atau kedua? Karena biasanya istri pertama kalau mengeyahui suaminya menikahi perempuan lain lagi akan berbuat nekat Pak," timpalnya Pak Romi Satria salah satu polisi yang ikut bergabung dengan mereka.
"Sebenarnya dia adalah istri kedua saya pak," ujarnya Riyad dengan sedikit malu.
"Nama istri saya Fatimah Az-Zahra Zalita Pak, kalau masalah fotonya kebetulan saya tidak punya saat ini," jelas Riyad.
"Ya ampun Pak, baru kali ada seorang suami yang sama sekali tidak memiliki satupun foto istrinya walaupun Bapak ini nikah siri tapi, tetap dia juga istri Bapak," ketusnya Pak Roni.
Riyad saat itu menjadi bahan pergunjingan dan diolok-olok oleh beberapa orang di dalam kantor polisi karena ulah kebodohannya sendiri. Riyad tidak menyelesaikan pekerjaannya di dalam kantor polisi karena sudah tidak mampu untuk menahan rasa malunya. Beberapa polisi tersebut hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya Riyad.
"Sungguh miris dan ironisnya jika setiap hari semakin banyak perempuan yang dinikahi dan dijadikan istri kedua yang nasibnya seperti istri bapak Riyad," gerutunya Diko setelah kepergian Riyad.
__ADS_1
Riyad segera menghubungi detektif swasta Pak Hamilton Ontario yang seumuran dengannya. Riyadh memukul setir mobilnya dengan kuat.
"Sial! Ini semua gara-gara Nadine Alexandra Margaretha, aku yakin ada campur tangannya dari menghilangnya Fatimah, apa aku mencari Rian dan Sista atau Ria saja karena aku yakin pasti mereka mengetahui disaat kepergian Fatimah dari rumah," cicitnya Riyad.
Riyad sudah mencoba menghubungi semua nomor hp mantan asisten pribadinya itu, tapi satupun nomor hp mereka tidak ada yang aktif dan sama sekali tidak bisa dihubungi.
"Kenapa dalam saat-saat genting seperti ini, nomor mereka juga sulit untuk aku hubungi, sebenarnya apa yang sudah terjadi!!' teriaknya Riyad di dalam mobilnya.
Keikhlasan mengantarkan kamu ke pintu yang dinamakan kesuksesan.
Bukan karena dia kuat, tapi karena Tuhan yang maha kuat bersama dengan langkahnya.
Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.
Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.
Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.
Terkadang cobaan menghampiri hidup kita, agar kita menjadi orang yang lebih sabar dan ikhlas untuk menghadapi segalanya.
__ADS_1