
"Bunda yuk gabung dengan kami, ayah bawa banyak makanan dan buah untuk bunda,dedek Alina, Abang Aiden dan juga untuk Paman Salim dan Ibu guru cantik, ayok semuanya gabung makan," pintanya Aiden yang memaksa mamanya untuk bergabung.
Awalnya berat terasa kakinya Fatimah untuk melangkah, bagaimana pun juga mereka masih berstatus suami istri itu, karena tidak ada kata cerai. Hanya saja waktu itu Bu Gina sebagai Tante dari Riyad sekaligus mamanya Fatimah.
Bu Gina waktu membawa Fatimah keluar negeri untuk berobat setelah mengalami kecelakaan maut ketika dalam keadaan hamil tua kala itu. Riyad tetap membiayai kedua anak dan istrinya dengan mentransfer ke nomor rekeningnya Fatimah Azzhara Zalita walaupun Fatimah tidak berniat sedikitpun untuk memakai uang itu sepeserpun.
Salim diam-diam memperhatikan keduanya itu dan akhirnya mengerti apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua suami istri tersebut.
Aku yakin mereka masih saling mencintai semua terlihat dari gestur dan gerak tubuh mereka yang menandakan rasa cinta itu masih ada. Aku harus berbicara empat mata dengan Fatimah dan menanyakan apa yang dia inginkan, karena kalau seperti ini terus kedua anak kembarnya yang tidak punya salah sedikitpun akan menjadi korbannya.
"Bunda ini apel kesukaannya ayah kan, sama seperti Alina juga sangat suka makan apel, kalau bunda kesukaannya buah alpukat sama seperti Abang Aiden," ucapnya Alina dengan suka cita.
__ADS_1
"Sayang hari ini kamu bisa balik ke rumah karena putrinya ayah sudah sembuh total dari penyakitnya ini buktinya hasil pemeriksaan medis dari dokter punyanya Alina," ungkapnya Riyadh dengan penuh kelembutan dan kasih sayang sambil memangku putrinya itu.
"Alhamdulillah akhirnya bisa tidur dengan nyenyak diranjangnya Alina sendiri, Oma Gina juga mau balik dari Tokyo kan Bunda, jadi kita semua bisa berkumpul seperti layaknya keluarganya temannya Alina yang di dalam rumahnya ada papa,mama, adiknya,kakak, nenek kalau dirumahnya Alina yang tidak ada adalah adek sama ayah," ucapnya sendu Alina yang menundukkan wajahnya karena sedih mengingat ayahnya belum bersatu kembali dengan bundanya itu.
Salim dan Fatihah saling bertatapan satu sama lainnya, hingga Salim pun bangkit dari duduknya untuk berusaha menenangkan keponakannya itu.
Salim menangkupkan kedua tangannya di dagunya Alina gadis kecil yang sedang bersedih karena ayahnya masih terpisah dengan bundanya itu, "Alina yang cantik dan sholehah kamu harus rajin shalat nak, terus berdoa kepada Allah SWT untuk memohon kepadaNya agar ayah dan Bunda bisa hidup bersama lagi seperti dulu, iya kan Bu guru apa yang aku katakan," Salim menatap ke arah perempuan yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Fatihah berjalan ke arah Alina yang di pangku oleh Riyadh, "Iya Nak, kamu jangan sedih, Bu guru yakin jika ayah dan bundanya Alina pasti akan dengarkan dan penuhi keinginannya Alina asalkan jadi anak penurut dan berbakti, iya kan Bu Fatimah?" Fatihah menatap penuh harap ke arahnya Fatimah semoga perkataannya dengan Salim dipertimbangkan oleh Fatimah demi kebaikan mereka bersama.
Berselang beberapa menit kemudian, semua adminstrasi sudah diurus langsung oleh Riyad tanpa menyuruh kepada anak buahnya itu. Ia ingin menjadi ayah yang siaga dan selalu ada bersama anak-anaknya.
__ADS_1
"Fatimah insya Allah besok saya akan datang ke rumahmu karena ada yang Abang ingin katakan mungkin ini sangat penting," ujarnya Salim Kamal Muhtar.
Fatimah tersenyum tipis dan membalas perkataannya Salim sebelum masuk ke dalam mobilnya yang supirnya sudah duduk dibalik kemudi mobilnya itu. Siapa lagi kalau bukan Riyad yang menggantikan Pak Halim sebagai supir pribadinya.
"Datang saja Abang, lagian beberapa hari kedepannya saya cuti dari kantor selama Alina masih dalam pemulihan,"
"Oke saya akan kabari kamu, Pak Riyadh mungkin nanti malam kita boleh bertemu sebentar di kafe yang dekat kantor," pintanya Salim yang kebetulan Riyadh adalah atasannya Salim di perusahaan tempat ia bekerja dengan kata lain Salim adalah anak buahnya Riyad.
"Kamu tidak perlu panggil bapak kalau kita tidak berada di lingkungan perusahaan, panggil Riyadh saja lagian kamu adalah adik iparku,"
"Kalau gitu kami permisi dulu Abang assalamualaikum,"
__ADS_1
"Waalaikum salam," jawab semuanya.
"Dada paman Salim dada Bu guru cantik calon istrinya paman Salim," teriaknya Aiden Abimanyu Prasetya sebelum mobil yang dikendarai oleh ayahnya meninggalkan area parkir mobil rumah sakit swasta.