Majikanku Ayah Dari Anakku

Majikanku Ayah Dari Anakku
Bab. 17


__ADS_3

Riyad dibuat shock dan kaget melihat Natalie sedang bercumbu dengan seorang pria yang sama sekali tidak dikenalnya itu. Dia sedih dan cukup kecewa melihat fakta jika istrinya telah selingkuh dengan pria lain yang berperawakan bule itu.


Riyad tersungkur ke atas lantai dan kakinya tak mampu untuk bergerak sedikitpun saking tidak percayanya melihat wanita yang disayanginya itu dengan setulus hati dan sepenuh jiwanya lebih memilih mempertahankannya dari pada istrinya yang telah mengandung calon anaknya sendiri.


Natalie tanpa sengaja melihat Riyad yang berlutut di depan pintunya. Ia segera buru-buru menghentikan kegiatan keduanya. Natalie segera memberikan kode kepada Toni Blair untuk secepatnya memakai pakaiannya dengan memberikan kode kepada kekasih gelapnya itu.


Natalie hanya memakai pakaian gaun selutut dengan asal lalu menghampiri Riyad yang sudah hancur dan nampak berantakan.


"Mas Riyad kamu sudah pulang, saya kira kamu akan nginap di perusahaan," ucapnya Nadine yang sama sekali tidak merasa bersalah.


Natalie ingin menyentuh lengannya Riyad,tapi Riyad segera menepis dengan kuat tangannya Natalie.


"Stop! Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu!" Sarkasnya Riyad seraya berdiri dari posisi berlututnya.


Natalie malah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari mulut suaminya itu," hahaha, ini yang sudah lama aku tidak inginkan, akhirnya kamu menjadi saksi hubungan kami," ketusnya Natali sambil menarik tangannya Tony kemudian segera mencium bibirnya Tony.


Riyad tercengang melihat apa yang dilakukan oleh istrinya dengan berani dan sama sekali tidak merasakan bersalah sedikitpun lagi. Bukannya berhenti berciuman malah melakukan hubungan intim di depan matanya Riyad.


Riyad mengepalkan tangannya sekuat tenaga lalu bangkit dan berjalan perlahan menuju mereka yang masih setia memberikan pertunjukan yang luar biasa. Nadine mengira jika Riyad tidak akan berani untuk melawan dan mencegahnya. Diluar dugaan, Riyad segera menarik kuat tubuhnya Nadine sudah setengah polos tanpa memakai selembar kain pun menutupi tubuhnya yang seksi itu.


Riyad memukuli Tony hingga pingsan dan tak sadarkan diri lagi," aku akan memperlihatkan kepada kalian siapa aku ini, kalian menganggap aku pria bodoh, pria tolol suami yang takut dengan istrinya tapi sayangnya kalian salah!" Hardik Riyad yang kemudian melayangkan tinjunya langsung ke wajahnya Tony tanpa perasaan sedikitpun.


Hanya cukup tiga kali pukulan saja, Toni sudah terkapar di atas lantai tanpa mampu untuk membalas pukulannya Riyad yang sudah seperti orang yang kesetanan saja.

__ADS_1


"Sekarang giliran kamu wanita jaaa laaang, aku akan buktikan padamu siapa Riyad!" Geramnya Riyad.


Sedangkan Nadine mulai nampak ketakutan, tubuhnya gemetaran ketakutan dan sekujur tubuhnya sudah berkeringat karena sudah mampu membayangkan jika Riyad pasti akan berlaku kasar padanya.


"Saya sebenarnya sangat anti untuk mengasari seorang perempuan, tapi karena kamu yang sudah kelewatan melakukan perselingkuhan di depan mataku maka dari itu aku akan memberikan pelajaran dan didikan yang sangat berguna untuk kehidupan kamu selamanya!" Tatapannya tajam dan membunuh Riyad nampak seperti orang lain saja tidak seperti biasanya yang selalu bersikap lembut dan penuh kasih sayang.


Riyad tanpa banyak pikir langsung menampar beberapa kali wajahnya Nadine hingga surut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Ini pukulan untuk kamu agar kamu segera menyadari kesalahan terbesar dalam hidupmu dan mulai detik ini aku talak tiga kamu, hubungan kita mulai malam ini sudah berakhir! Anggap saja kita tidak pernah saling kenal," amarahnya Riyad membuncah hingga ia sudah tidak mampu untuk menahan luapan amarahnya itu.


Riyad segera meninggalkan Nadine yang tampak seperti wanita gila. Ia sama sekali tidak peduli lagi dengan rumah tangganya yang sudah hancur dan kacau sejak dulu. Riyad mengemas semua barang-barang pentingnya saja dan mengambil beberapa lembar pakaiannya.


Riyad meninggalkan rumah yang sudah hampir dua puluh tahun dia tinggali. Ia sama sekali tidak peduli lagi dengan tanggapan semua orang terhadap sikap dan perilakunya itu. Bahkan sama sekali tidak takut jika Nadine Alexandra Margaretha melaporkannya ke pihak kepolisian.


Bu Lusi yang mengetahui hal tersebut awalnya sangat marah setelah mengetahui sikap kasar yang dilakukan oleh Riyad terhadap anak semata wayangnya itu.


'"ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, aku akan tuntut Riyad untuk bertanggung jawab atas sikap kasarnya pria brengsek itu padamu!" Kesalnya Bu Lusi yang sama sekali tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya telah terjadi karena Nadine berbohong dan menutupi kenyataan yang ada.


Nadine setelah kejadian itu dirawat di rumah sakit karena kondisinya yang tidak stabil dan dalam keadaan hamil muda. Bu Lusi segera menuju kantornya Riyad karena akan menuntut tanggung jawabnya Riyad sebagai seorang suami dan juga pelaku yang membuat putri tunggalnya harus diopname di rumah sakit.


Bu Lusi tanpa basa-basi dan permisi kepada sekretarisnya Riyad segera masuk ke dalam ruangan pribadinya Riyad.


"Maaf Bu, Anda tidak boleh masuk karena Pak Riyad sedang menerima tamu," cegahnya Adriana sekretaris Riyad yang sudah mencegah Bu Lusi untuk masuk.

__ADS_1


Bu Lusi menatap jengah ke arah Adriana," apa kamu tidak tahu siapa saya ha!! Saya adalah ibu mertuanya pemilik perusahaan ini, jadi kamu tidak punya hak untuk melarang ku bertemu dengan suami dari putriku," gerutunya Bu Lusi.


"saya sangat tahu siapa Anda, tapi karena Bapak Riyad sedang rapat penting jadi mohon bersabar dan menunggu beliau di sofa tunggu saja!" pintanya Adriana dengan lemah lembut agar Bu Lusi mau mengerti dan menerima pemberitahuannya.


"Saya tidak akan mendengar semua ocehan tidak bermutumu itu, jadi jangan coba-coba untuk menghalangi ku!" ujar Bu Lusi yang mendorong tubuhnya Adriana yang menghalanginya itu.


Segala upaya sudah dilakukan oleh Adriana tapi, tidak berhasil sehingga mereka berdua sudah berdiri di dalam ruangan kerjanya Riyad. Semua orang yang berada di dalam cukup terkejut dengan keributan dan pembuat onar itu.


"Maaf Pak dan Ibu meeting kita tunda beberapa jam karena mantan Ibu mertuaku datang dan meluangkan waktunya untuk mengunjungiku," ketus Riyad dengan senyuman liciknya itu.


Riyad memberikan kode kepada Adriana untuk segera mengantar keluar relasi bisnisnya itu. Adriana segera melaksanakan kode yang diberikan kepadanya dari orang nomor satu di perusahaan tersebut.


"Apa gerangan yang membuat Nyonya Lusi Wijoyo datang menyambangi perusahaan kecilku!?" Riyad sama sekali tidak berdiri dari duduknya untuk nyambut kedatangan mertuanya yang sisa menghitung hari akan menjadi mantan mertua.


Bu Lusi tercengang mendengar perkataan dari Riyad yang tidak seperti biasanya," maaf kedatanganku ke sini hanya ingin meminta kamu untuk mencabut gugatan cerai yang kamu berikan untuk Nadine," ujarnya Bu Lusi.


"Silahkan duduk Bu Lusi, aku ingin tertawa mendengar permintaan Anda kali ini,tapi jawabanku maaf aku sama sekali tidak berniat dan tidak memiliki rencana untuk mencabut gugatan ceraiku di pengadilan!" Jelas Riyad dengan tegas.


"Walaupun kamu akan segera memiliki seorang bayi yang hampir sepuluh tahun kamu tunggu?"


Riyad tersenyum simpul," maaf aku tidak butuh anak dari Nadine yang jelas-jelas bukan darah dagingku dan aku tidak cukup baik untuk merawat dan menjaga anak dari selingkuhan istriku sendiri!" Cibir Riyad.


Bu Lusi nampak pucat setelah mendengar kenyataan itu," a-pa yang ka-mu ka-ta-kan? Jangan berbicara seperti itu!" Sanggahnya Bu Lusi.

__ADS_1


"Kalau mau jawaban yang lebih jelas detail dan terpercaya tolong pulanglah Nyonya Lusi dan temui anak kesayangan Anda karena jawabannya ada pada Nadine," gerutu Riyad sambil berjalan meninggalkan Bu Lusi yang tercengang dan kebingungan dengan situasi yang terjadi di depan matanya itu.


__ADS_2