Majikanku Ayah Dari Anakku

Majikanku Ayah Dari Anakku
Bab. 23


__ADS_3

"Wanita yang sungguh memikat hati, aku harus menaklukkan hatinya bagaimana pun caranya," gumamnya Reza sambil mengendus wangi tangannya Zalita yang tersisa di tangannya sendiri.


Riyadh yang melihat hal tersebut segera berjalan ke arah Reza dengan senyuman membunuhnya lalu mendekatkan wajahnya ke telinganya Reza," buang dan kubur jauh-jauh harapan dan keinginan mu itu, karena perempuan yang kamu dambakan adalah istriku!"


Riyad memperhatikan sekitarnya lalu segera meninggalkan ruangan meeting dengan senyuman kemenangan karena, menurutnya bisa memukul mundur saingannya.


Reza diam-diam mengepalkan kedua genggaman tangannya," kita lihat saja apakah perempuan yang kamu anggap istri itu masih berharap sama kamu atau tidak, aku akan merebut dia dari genggaman tanganmu sekalipun itu!" Geramnya Reza.


Riyad berjalan ke arah kantornya, awalnya dia ingin masuk ke dalam ruangan pribadi milik Zalita perempuan yang dianggapnya sebagai Fatimah Az-Zahra Zalita istrinya itu, tapi segera terhenti ketika melihat kepergian Zalita bersama asisten pribadinya dan juga sekretarisnya.


Satu bulan kemudian, hari ini Zalita sibuk sekali mengerjakan pekerjaannya dengan berat hati ia harus lembur di perusahaannya.


"Kalau setiap hari seperti ini, kapan ada waktu luangku bersama dengan mereka," cicitnya Zalita yang tangannya masih setia berada di atas mouse komputernya.

__ADS_1


Rian mengetuk pintunya terlebih dahulu sebelum masuk, Fatimah yang mendengar pintunya diketuk segera menekan tombol hijau di remote control pintunya. Rian tersenyum ke arahnya Fatimah lalu duduk di hadapan perempuan yang menjadi atasannya itu.


"Aku tahu kamu pasti punya maksud yang terselubung sehingga belum masuk ke dalam ruangan sudah tersenyum, katakan apa yang kamu inginkan!?" Imbuhnya Fatimah yang terus tersenyum simpul.


"Kamu selalu tahu apa yang aku inginkan,"timpalnya Rian Ardian Liem yang tertawa cengengesan di hadapan Fatimah.


"Katakan apa maksud Pak Rian datang ke ruanganku?" Tanyanya Fatimah yang melepas kacamata bacanya dari hidung mancungnya yang sedari tadi bertengger dengan setia menemaninya selama bekerja.


Rian menarik nafasnya dalam-dalam," saya ingin cuti beberapa hari, karena Sista ingin melahirkan di kampung sehingga mau tidak mau aku juga ikut mengantar Istriku dan kemungkinannya, aku akan balik setelah anak pertama kami selesai diaqiqah," imbuhnya Rian yang khawatir jika dirinya tidak mendapatkan ijin cuti dari atasannya tersebut.


Rian sedikit agak ragu dan bimbang karena jika ia pergi sama saja kesempatan untuk bertemu dengan Riyad semakin terbuka lebar. Hal itu tidak diinginkan oleh Fatimah.


"Tapi…!" Ucapnya Rian dengan bimbang.

__ADS_1


"Tapi… tidak ada kata tapi, tidak perlu kamu risaukan semua itu yang paling penting kamu fokus dengan kelahiran anak pertama kamu, serahkan semuanya urusan di kantor padaku, insya Allah… aku masih bisa jaga diri kok, aku bukan Fatimah yang dulu lagi yang mudah dipermainkan dan ditipu oleh pria manapun," jelas Fatimah sembari bersandar kesadaran kursi.


"Kalau seperti itu saya bisa ya tenang dan bernafas lega, tapi kalau kamu butuh bantuan apapun itu tidak perlu sungkan padaku untuk menelponku, aku selalu sedia setiap saat kapan pun yang kamu inginkan," ungkap Rian dengan senyuman smirknya yang sedikit sedih karena harus meninggalkan anak dari majikannya yang selama ini selalu setia bersamanya kemanapun perginya Fatimah.


"Saya titip salam sama keluarga di kampung, tolong ke bagian pos jaga ada sedikit oleh-oleh untuk keluarga di kampung, kalau Sista sudah melahirkan kabari aku secepatnya," ujarnya Fatimah yang memperbaiki posisi duduknya karena sudah cukup terlalu lama duduk.


"Thanks Nona Muda, aku pamit dulu, assalamualaikum," tuturnya Rian lalu bergegas meninggalkan Fatimah seorang diri dalam ruangan tersebut.


Fatimah tersenyum tipis mengiringi kepergiannya Rian," aku pasti mengatasi semua ini dengan baik, aku bukanlah perempuan lemah seperti yang kalian kira, saya akan buktikan kepada dunia kalau Fatimah bukan gadis lemah yang mudah diperdaya lagi," tatapannya tajam melihat ke arah pemandangan di luar dari gedung.


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:


Rindu Bintang Kejora

__ADS_1


Garis Tanganku


Makasih banyak all readers..


__ADS_2