Majikanku Ayah Dari Anakku

Majikanku Ayah Dari Anakku
Bab. 29


__ADS_3

Mereka sudah berada di dalam mobil akan menuju rumahnya Fatimah,tapi tiba-tiba Aiden merengek meminta kepada bundanya untuk ke perusahaan.


"Bunda, boleh enggak Aiden ke perusahaannya bunda?" Tanyanya Aiden Abimanyu Pradipta dengan tatapan memohonnya.


"Sayang, bunda banyak kerjaan di kantor kalau kamu ke kantornya Bunda siapa yang mau jagain kamu?"


Aiden melirik sekilas ke arah supir pribadinya seraya tersenyum tipis, "Bunda,kan ada Pak Yunus yang bisa jagain aku sama Aliena, iya kan pak Yunus!" Harapnya Aiden agar keinginannya dipenuhi oleh bundanya itu.


"Bunda tanya Pak Yunus dulu yah, apa ia setuju jagain kamu atau tidak," imbuhnya Fatimah yang menatap intens ke arah Pak Yunus.


"Saya tidak masalah kok Bu yang paling penting Tuan Muda dan Nona muda bahagia saya akan siap jagain dia berapa lama pun tidak masalah," timpalnya Pak Yunus.


"Kalau gitu kita ke perusahaan saja Pak, nanti makan siangnya kita bisa pesan online," sarannya Fatimah Az-Zahra Zalita.


"Baik ibu," jawabnya Pak Yunus.

__ADS_1


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di perusahaan. Aliena sama sekali tidak keberatan dengan permintaan dari abangnya karena jarang sekali mereka menginjakkan kakinya selama kepulangannya ke tanah air Indonesia.


Aiden segera mengecup pipi kirinya Fatimah dengan penuh kasih sayang,"makasih Bunda cantik yang paling baik hati sedunia," ujarnya Aiden Abimanyu Pradipta yang memuji kebaikan hati perempuan yang telah berjasa melahirkan dan membesarkannya itu.


Riyad tersenyum melihat kepintaran anak sulungnya," kerja yang bagus boy," batinnya Riyad yang bahagia det sikap salah satu anak kembarnya.


Hanya butuh waktu setengah jam saja perjalanan karena sempat macet di berbagai titik jalan yang dilaluinya itu. Setelah mereka makan siang, Aliena dengan Aiden berjalan bergandengan tangan dengan pak Yunus.


"Paman, apa Paman sudah punya anak?" Tanyanya Aliena sembari menatap ke arah Riyad dengan perasaannya yang mulai muncul rasa keponya itu.


Riyad tersenyum dibalik maskernya sehingga hanya matanya yang kelihatan menyipit.


"Paman serius! Boleh kenalin kami dengan mereka gak Paman?" Tanya Aliena dengan antusias.


Aiden yang menyadari rasa kepo dan ingin tahu adiknya yang tinggi itu, dia segera mengalihkan perhatian dan pembicaraan.

__ADS_1


"Paman, kapan kita akan sampai ke kantornya Paman?" Tanyanya Aiden Abimanyu Pradipta yang sengaja berbicara seperti itu.


Riyadh menolehkan kepalanya ke arah Aiden sembari menunjuk ke arah ruangan khusus untuk sopir pribadi milik petinggi perusahaan. Riyad memutar handle pintu lalu mempersilahkan kedua anaknya masuk ke dalam ruangan yang baru saja direnovasi dadakan oleh anak buah kepercayaannya itu.


"Maafkan Paman yah Tuan Muda dan Nona ruangannya kecil dan jelek beda dengan ruangannya bunda kalian Nyonya Fatimah," ujarnya Riyad merendah padahal kenyataannya sangat jauh berbeda dengan apa yang dikatakannya karena demi kenyamanan kedua anaknya itu, ia merenovasi ruangan itu menyerupai dengan taman bermain mini yang bertujuan agar kedua anaknya merasakan kenyamanan dan ketenangan dalam bermain.


Riyad dan Aiden putra sulungnya bekerja sama untuk merahasiakan identitasnya dari Aliena dan Fatimah sebelum Istrinya Ibu dari anak-anaknya mengatakan apa yang sebenarnya ada dalam hatinya itu.


"Katanya Tante Gina akan balik ke Indonesia minggu depan, sepertinya aku harus bertemu dengan Tante untuk berbicara empat mata tentang Fatimah dan anakku," batinnya Riyad seraya membuka maskernya yang sedari tadi menemani dirinya dan menutup wajahnya untuk kesempurnaan penyamarannya.


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:


Rindu Bintang Kejora


Garis Tanganku

__ADS_1


Makasih banyak all readers..


Author ingatkan untuk Novel MADA akan ada give away kecil-kecilan!


__ADS_2