Majikanku Ayah Dari Anakku

Majikanku Ayah Dari Anakku
Bab. 26


__ADS_3

"Bunda!" Beo seseorang yang berdiri di balik tembok paud yang sejak tadi memperhatikan gerak geriknya Fatimah bersama dengan anaknya.


Fatimah membungkukkan sedikit tubuhnya agar lebih mudah untuk berkomunikasi dengan putri kecilnya itu.


"Aliena,saya yakin itu adalah putriku," gumamnya Riyad.


"Aliena putrinya Bunda katanya nangis, ada apa sayang?" Tanyanya Fatimah.


"Abang, Bunda dia gangguin temannya Aliena jadi temannya Aliena enggak ada yang mau main bersama Aliena lagi gara-gara ulah usilnya Abang Aiden," jelasnya Alien baru berusia lima tahun tapi, sudah cukup mahir dan lancar berbicara tidak cadel lagi.


Fatimah sudah bisa nebak alasan ia ditelpon oleh pihak sekolah anaknya, pasti alasannya karena kedua anak kembarnya itu.


"Terus Abang Aiden ada di mana Nak?" Fatimah mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.

__ADS_1


"Dia ngumpet di sana Bun!" Jawab Aliena yang masih terisak dalam tangisannya.


"Kalau gitu kita pamitan dulu dengan ibu gurunya Aliena lalu kita cari Abang yah!" Pintanya Fatimah Az-Zahra Zalita.


Setelah berpamitan, mereka bergandengan tangan menuju ke tempat Aiden Abimanyu duduk, tepatnya diatas ayunan. Tatapan matanya Aiden tertuju pada langit yang sungguh cerah siang hari itu.


"Aku jengkel jika ada orang yang ngomongin kalau Papa itu jahat, kenapa mereka ngomong seperti itu padahal kata Bunda papa itu sangat baik hati dan penuh perhatian, apa mereka tidak tahu jika ada yang menjelekkan papa pasti akan aku pukul!" Geramnya Aiden Abimanyu sambil mengepalkan kedua tangannya hingga ayunannya semakin kuat.


Seseorang secepatnya menangkap ayunan talinya yang dipakai oleh Aiden dengan sekuat tenaga. Aiden terkejut karena tiba-tiba ayunannya berhenti seketika itu padahal ia belum mau berhenti. Aiden segera mengarahkan pandangannya ke arah pemilik tangan itu. Tatapannya tajam menelisik ke arah pria itu.


"Pak Yunus, kok ayunannya dihentikan sih, apa Bapak sudah bosan kerja dengan Bunda!" Sarkasnya Aiden Abimanyu yang menatap tajam ke arah Pak Yunus dengan tatapan membunuhnya.


"Ehh maaf Tuan Muda, saya tadi lihat Tuan Muda hampir saja jatuh, jadi bapak hanya berinisiatif untuk membantu gitu saja kok, kalau Bapak ganggu aktifitasnya, maafin Bapak yah Tuan Muda!" Mohonnya Pak Yunus seraya menundukkan kepalanya di depan Aiden.

__ADS_1


Aiden melanjutkan kembali ayunannya disaat itu. Ia sangat marah karena lagi-lagi ada yang buat onar dan ngacau aktifitasnya.


"Sifatmu sangat mirip dengan Papa sewaktu papa kecil dulu, kamu memang benar-benar anaknya Riyadh Hakim Pradipta dan pantas jadi penerus ku," cicitnya Riyad dengan senyuman penuh kebahagiaannya.


"Kalau gitu jangan sekali-kali gangguin apa saja yang aku lakukan, kecuali aku sendiri yang ngomong minta tolong sama Bapak langsung," ketusnya Aiden Abimanyu yang sangat marah karena menurutnya Pak Yunus orang yang kesekian kalinya menggangu kenyamanannya.


"Baik Tuan Muda,saya tidak akan pernah mengganggu pekerjaan Tuan Muda lagi, Bapak janji kok," imbuhnya Pak Yunus supir pribadinya Fatimah yang selalu setia bekerja bersamanya.


Aiden diam-diam meneteskan air matanya tanpa sebab yang membuat Riyad atau Pak Yunus keheranan melihat sikap dari Aiden Abimanyu. Riyad segera menggendong tubuhnya Aiden tanpa seijin Aiden sendiri.


Aiden ingin sekali berontak tapi, entah kenapa tiba-tiba tubuhnya seolah tidak sinkron dengan pemikirannya itu. Pikirannya menginginkan menolak dan menentang sikapnya Pak Yunus sedangkan hati dan perasaannya itu menginginkan diperhatikan dan dipeluk oleh pria yang sedang menggendong tubuhnya itu.


Riyad tersenyum bahagia karena putranya spontan memeluk tubuhnya itu. Ada gelenyar aneh yang muncul melanda hatinya itu. Ia terenyuh ketika tangan kecil mungil itu memeluk tubuhnya Riyad dengan penuh suka cita.

__ADS_1


"Apa seperti ini rasanya memeluk Papa?" Tanyanya Aiden Abimanyu yang tiba-tiba bertanya kepadanya dengan polos dan lugunya.


__ADS_2