
Waktu terus berlalu, tapi pencarian yang dilakukan oleh beberapa anak buahnya dan juga detektif sewaannya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Karena keberadaan dari Fatimah sama sekali sedikitpun tidak ketahuan kemana rimbanya.
Bahkan Riyad sudah mengerahkan segala kemampuan dan tenaga sudah dikerahkan oleh Riyad, bahkan tidak main-main dan tak tanggung-tanggung ia memberikan imbalan hadiah yang cukup besar barang siapa orang yang berhasil menemukan keberadaan istrinya itu.
Satu tahun telah berlalu sejak Riyad mengetahui kejahatan dari mantan istrinya itu. Tapi, hingga saat itu pula ia tidak berhasil mendapatkan sedikit pun bahkan secuil pun titik terang keberadaan dari Fatimah tidak berhasil sama sekali. Riyadh bahkan sudah hampir menyerah dan prustasi dengan keadaannya yang menghimpit hidupnya.
"Aaahhhh!!! Tidak mungkin!!" Teriaknya Riyad seraya melempar semua barang-barangnya yang ada di dalam kamarnya satu persatu yang mampu dijangkaunya itu.
Riyad terduduk di atas lantai dengan air matanya yang menetes membasahi pipinya itu, ia tidak menyangka jika kehidupannya akan berakhir seperti ini gara-gara akibat kesalahan dan kebodohannya sendiri.
"Fatimah tolong kembalilah padaku, Mas berjanji akan berubah dan memperbaiki semua yang sudah ada. Mas akan membahagiakan kamu setiap saat, jadi pulanglah aku mohon dengan sangat kasihanilah aku!" Ratapnya Riyad dengan air matanya menetes membasahi pipinya yang sudah terpuruk dengan keadaannya.
Waktu terus berlalu, tapi Riyad masih hidup dalam kesendirian dan kesepian yang entah kapan akan berakhir dengan senyuman kebahagiaan. Hari-hari Riyad diisi dengan kerja dan kerja hingga dia sudah seperti workholik yang sudah tidak peduli kehidupan sosialnya dan sekitarnya.
Dia memilih untuk hidup seperti itu demi menutupi rasa sedih, kecewa dan kerinduan terhadap istrinya yang semakin mendalam.
__ADS_1
Dua tahun kemudian…
Hari ini dikabarkan jika, salah satu pemegang saham terbesar kedua di perusahaan Primary Global tbk akan datang berkunjung untuk pertama kalinya. Informasi juga anak dari pemegang saham tersebut akan mulai bekerja hari itu juga fi dalam perusahaan milik kedua orang tuanya.
Desas desus kedatangannya sudah terendus kesegala penjuru sudut perusahaan tanpa terkecuali. Hal itu semua karyawan sudah mengetahuinya. Mereka sibuk mempersiapkan untuk menyambut kedatangan penerus keluarga besar Aryasatya Prayoga dari Swiss.
"Ayo cepat kita keruangan meeting karena anak dari Pak Aryasatya sudah datang!" Teriaknya menejer Humas ketika melihat beberapa karyawan berkumpul untuk bergosip.
Mereka pun langsung bubar setelah mendengar teriakannya Pak Robert Pattinson sebagai Menejer Humas itu. Sedang Riyad Hakim Pradipta sebagai CEO di perusahaan tersebut tidak terpengaruh oleh keadaan tersebut. Ia hanya selalu fokus dengan pekerjaan dan aktifitasnya. Karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan kembali Istrinya kedalam dekapan hangat pelukannya.
Tok… tokk..
Riyad segera menekan tombol hijau di remote control pintunya. Masuklah sekretarisnya yaitu Adriana yang selalu setia menemani hari-harinya Riyad. Adriana dan suaminya yang juga bekerja di perusahaan tersebut hanya beda divisi selalu membantu Riyad untuk mengatasi masalahnya setiap kali butuh bantuan.
"Adriana, ada apa?" Tanyanya Riyad sembari menekan sedikit pelipisnya.
__ADS_1
"Maaf Pak sudah ganggu, sudah waktunya untuk menyambut kedatangan anak dari Tuan Aryasatya dari Swiss," ujarnya Andriana Heriadi.
"Baik,apa semua sudah kamu persiapkan dengan baik karena aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun," imbuhnya Riyad lalu segera memakai kembali jasnya.
Berselang beberapa menit kemudian, Riyad sudah berjalan ke arah tempat ruangan meeting yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk menyambut beberapa rombongan petinggi perusahaan. Adriana berjalan di belakangnya Riyad sambil memegang beberapa berkas.
Pintu berdaun dua itu terbuka lebar dan masuklah Riyad bersama beberapa orang lainnya. Riyadh sama sekali belum pernah bertemu dengan putri kandung dari Aryasatya sekaligus pamannya suami dari tantenya saudara kembar mamanya sendiri Bu Gina Andara Stania Aryasatya.
"Karena Pak Riyad sudah datang,kami akan mulai acaranya sambil menunggu kedatangan Nona Besar Zalita yang sudah di dalam lift menuju ke sini," jelas Pak Aditama sebagai asisten pribadinya Riyad.
Riyad sedikit terkejut mendengar nama Zalita disebut," namanya sama dengan Fatimah, pasti ini hanya kebetulan lagian banyak yang sama, aku juga selama ini belum pernah bertemu dengan anaknya Tante Gina yang katanya menghilang sejak usia satu tahun lebih itu," batinnya Riyad.
Tak berselang beberapa menit kemudian, pintu itu kembali berdecit pertanda seseorang membuka pintu. Tatapan matanya Riyad pun terpaksa teralihkan oleh kedatangan rombongan tersebut Riyad terkejut melihat di antara beberapa orang itu, ada Rian dan juga Sista yang mengapit tubuh seseorang yang kembali membuat Riyad tercengang dan membelalakkan matanya saking tidak percayanya melihat orang itu.
"Silahkan duduk Nona Muda Zalita Stania Aryasatya!" Ucapnya Aditama yang sama sekali tidak mengenal perempuan muda itu yang sangat cantik d balutan hijab muslimahnya itu.
__ADS_1
Adriana dan beberapa orang yang melihat putri dari Bu Gina sungguh dibuat kaget setengah mati karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya oleh kedua pasang matanya.
"Kok wajahnya mirip dengan istri keduanya Pak Riyad yah," Gumam beberapa orang yang kenal dekat Fatimah yang memang dulu sering mengantarkan makanan untuk Riyad.