
Bu Lusi tidak ingin mempercayai hal tersebut karena menurutnya anaknya tidak akan pernah bertindak seperti itu.
Bu Lusi nampak pucat setelah mendengar kenyataan itu," a-pa yang ka-mu ka-ta-kan? Jangan berbicara seperti itu!" Sanggahnya Bu Lusi.
"Kalau mau jawaban yang lebih jelas detail dan terpercaya tolong pulanglah Nyonya Lusi dan temui anak kesayangan Anda karena jawabannya ada pada Nadine," gerutu Riyad sambil berjalan meninggalkan Bu Lusi yang tercengang dan kebingungan dengan situasi yang terjadi di depan matanya itu.
Bu Lusi segera mengejar Riyad yang sudah meninggalkan ruangannya sedangkan Bu Lusi yang meresapi dan menghayati perkataannya Riyad.
"Aku yakin apa yang kamu katakan itu kebohongan besar, kamu pasti hanya berpura-pura hanya sengaja ingin menutupi semua kejelakanmu dengan menikahi perempuan pembantu itu sehingga kamu menimpahkan kesalahan sepenuhnya pada putriku dan tidak berniat untuk bertanggung jawab pada nasib calon bayimu!" Teriaknya Riyad.
Riyad segera berjalan ke meja kerjanya Adriana," tolong telpon segera pihak keamanan katakan padanya ada pengacau di ruanganku!" Perintahnya Riyad lalu segera berjalan meninggalkan meja sekretarisnya.
"Baik Pak!" Balasnya Adriana segera menjalankan perintah dari atasannya itu.
Riyad saking bosan dan jengah nya melihat Bu Lusi ia melangkahkan kakinya secepat mungkin.
"Riyad! Kamu tega sekali memperlakukan seperti ini, apa kamu tidak memandangku sebagai Mama mertuamu lagi!" Teriaknya Bu Lusi yang berusaha untuk kembali mengejar Riyad tapi, segera dihalangi oleh beberapa security yang sudah datang mengamankan keadaan tersebut.
__ADS_1
Riyad tersenyum penuh maksud mendengar teriakannya Bu Lusi.
"Maaf Bu Lusi mulai detik ini Anda tidak punya hak untuk datang ke sini lagi, apa lagi untuk buat onar dan Anda perlu ketahui putri Anda tukang selingkuh dan ini untuk Anda Bu Lusi dari Pak Riyad!" Kesalnya Adriana seraya menyodorkan sebuah amplop cokelat kedalam genggaman tangannya Bu Lusi.
Bu Lusi segera meraih amplop tersebut tanpa menunggu lama,ia segera membukanya. Matanya membelalak dan melotot saking tidak percayanya melihat foto itu. Isi dalam amplop cokelat itu adalah foto dan sebuah flashdisk.
Di dalam foto itu terdapat gambarnya Natalie yang sedang bercumbu dengan seorang pria bule. Mereka dalam keadaan yang sama-sama tidak memakai pakaian apapun itu.
"Ini pasti foto hasil rekayasa kan? Aku yakin ini adalah foto editan dan bukanlah fotonya Nadine putriku." Cicitnya Bu Lusi yang tubuhnya terhuyung ke belakang saking shock nya melihat foto tersebut sebagai bukti perselingkuhannya Nadine.
Setelah kejadian itu, Bu Lusi sering marah-marah di depannya Nadine putri satu-satunya. Rencana kerjasama dengan perusahaan menantunya pun gagal dan mereka mengalami kerugian yang cukup besar.
"Aku harus ke Bandung semoga hari ini aku bisa bertemu dengan Fatimah," gumamnya Riyad yang berniat untuk mencari keberadaan istrinya karena sudah hampir satu tahun tidak pulang juga.
Riyad tanpa mengganti pakaiannya segera menjalankan mobil menuju daerah Jawa Barat. Kampung halamannya Fatimah Az-Zahra Zalita. Ia sangat berharap pencariannya kali ini berhasil karena, sekitar lima bulan lalu ia pergi ke Bandung tapi, rumah yang didatanginya kosong penghuninya meninggalkan rumahnya sudah beberapa hari lamanya.
Riyad mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, hingga jarak tempuh dalam perjalanannya terbilang cukup cepat sampai. Tanpa singgah terlebih dahulu untuk beristirahat, tapi Riyad tidak ingin menunda lebih lama lagi.
__ADS_1
Riyad memarkirkan mobilnya tepat di depan pagar dari bambu itu, Riyad tersenyum bahagia karena melihat pintu rumah itu tidak tergembok lagi. Ia segera turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa karena tidak sabar ingin bertemu dengan Fatimah istri keduanya.
Riyad mengucapkan salam tepatnya di depan pintu tersebut," assalamualaikum!" Ucap salamnya Riyad.
Seseorang dari dalam rumah sederhana itu segera berjalan ke arah luar setelah mendengar suara seseorang yang mengucapkan salam.
"Waalaikum salam," jawab Salim adik angkatnya Fatimah tapi, Fatimah selalu menganggap Salim yang paling tertua di dalam keluarganya.
"Maaf Bang, apa Fatimahnya ada di dalam rumah?"
"Maaf Anda siapa dan kenapa mencari Fatimah di sini?" Tampiknya Salim.
"Saya suaminya Fatimah maksud kedatanganku adalah ingin menjemput Fatimah dan anak kami pulang ke Jakarta," jelas Riyad.
Jawaban dan penjelasan dari Riyad membuat Salim tidak menduga jika adiknya sudah menikah dan punya anak.
"Selamat atas pernikahannya , tapi maaf Fatimah sudah hampir dua tahun tidak kembali ke sini," ungkap Salim.
__ADS_1
Senyuman yang sedari tadi menghiasi wajahnya Riyad spontan berubah drastis hanya dalam waktu sekejap mata saja.