Majikanku Ayah Dari Anakku

Majikanku Ayah Dari Anakku
Bab. 20


__ADS_3

Riyad sudah mencoba menghubungi semua nomor hp mantan asisten pribadinya itu, tapi satupun nomor hp mereka tidak ada yang aktif dan sama sekali tidak bisa dihubungi.


"Kenapa dalam saat-saat genting seperti ini, nomor mereka juga sulit untuk aku hubungi, sebenarnya apa yang sudah terjadi!!' teriaknya Riyad di dalam mobilnya.


"Apakah ini hukuman yang Engkau berikan untukku ya Allah… semua ini terjadi karena kebodohanku sendiri yang sama sekali tidak pernah memperhatikan istri yang sangat baik, perhatian, tulus padaku, tapi aku malah mempertahankan istri brengsek, kurang ajar dan tidak tau diri itu di samping hidupku, kenapa aku sampai terperdaya oleh perempuan jahat! Sial benar-benar aku terlalu naif dengan tipu daya cintanya sehingga aku melupakan istri yang setia dan sholeha yang selalu perhatian padaku!" Umpatnya Riyad yang tidak berdaya dengan keadaan yang dihadapinya sekarang.


Riyad sudah membuat janji ketemu dengan detektif swasta yang kehebatan dan kemampuannya sudah teruji dan sudah banyak kliennya yang puas dengan kinerjanya.


Pak Hamilton menyambut kedatangan Riyad di dalam kantornya," Selamat siang Pak Riyad Hakim Pradipta di kantorku yang sederhana ini," ujarnya Pak Hamilton Ontario seraya berjabat tangan dengan Riyad.


"Makasih banyak atas sambutan hangatnya Pak," balasnya Riyad sambil menjabat tangannya Pak Hamilton.


"Silahkan duduk Pak Riyad, tapi sebelumnya bisa Anda jelaskan secara rinci duduk permasalahannya sebelum Istri Anda menghilang?" Tanyanya Pak Hamilton dengan penuh selidik.


Riyad menjelaskan secara detail apa yang terjadi di dalam rumah tangganya. Ia tidak ingin ada dusta diantara kita lagi. Cukup pengalaman hidupnya selama ini yang berhasil menampar wajahnya karena terlalu mempercayai seekor rubah betina.

__ADS_1


Pak Hamilton tersenyum sambil menganggukkan kepalanya berulang kali,"Tunggu kabar dariku Pak, karena permasalahan sebenarnya berada di dalam tangannya istri pertama Anda tapi, aku berharap Anda siap mental dengan kenyataan yang akan Anda hadapi kedepannya," jelasnya Hamilton sebelum mengakhiri perbincangan mereka pada pertemuan tersebut.


Satu minggu kemudian, apa yang dijanjikan oleh Hamilton sudah dia tepati janjinya. Dia sendiri yang langsung mendatangi perusahaan milik Riyad.


Riyad menyambut hangat kedatangan Hamilton. Ia berharap agar orang yang disuruhnya untuk menyelidiki keberadaan istrinya segera terungkap.


Hamilton duduk di hadapan Riyad yang segera menutup berkas pekerjaannya yang sudah ia kerjakan sebelum kedatangan Hamilton. Pak Hamilton menyodorkan sebuah map cokelat yang berisi keterangan informasi yang sangat penting.


"Ini Pak sesuatu yang Anda harapkan tapi, seperti yang aku katakan beberapa hari yang lalu, Anda harus siap mental karena bukti yang aku dapatkan cukup akan mampu membuat Anda tercengang," terangnya Hamilton.


Riyad tidak bersabar menunggu berita tersebut, ia segera membuka map yang masih tersegel rapi. Riyad tercengang ketika satu persatu halaman dan perlembar kertas itu ia baca. Raut wajahnya seketika itu berubah drastis, matanya membelalakkan dan melotot saking kaget dan terkejutnya membaca kata demi kalimat yang tertulis di dalamnya. Serta melihat dan mengamati sebuah foto yang menunjukkan kekejaman yang dilakukan oleh Nadine Alexandra Margaretha mantan istrinya itu.


Riyad melempar dengan paksa dan kuat map tersebut di depannya Hamilton detektif swasta kepercayaannya.


"Ini tidak mungkin!! Dasar wanita pembawa sial tega-teganya sudah mencelakai Fatimah dan kedua calon bayiku, ini tidak boleh dibiarkan begitu saja aku harus segera melaporkan kejahatan Nadine ke pihak yang berwajib!!" geramnya Riyad Hakimi Pradipta.

__ADS_1


Pak Hamilton tersenyum tipis," untung pria misterius itu membantuku sehingga aku cepat dapat mengumpul banyak bukti," batinnya Hamilton yang sangat terbantu dengan pria misterius itu.


"Kalau menurut Anda apa tindakan saya ini sudah cocok jika perbuatan dan tindakan kejahatan seseorang?!" Tanyanya Riyad dengan tatapan tajamnya.


"Kalau menurut saya hukum itu tidak pilih kasih dan semua warga negara kedudukannya itu sama di depan mata hukum dan Anda wajib untuk melaporkan ke pihak berwajib agar semua orang yang berniat ingin dan berniat melakukan tindakan kejahatan dan berbau kriminal itu ada rasa takut dan efek jera buat mereka semua," timpalnya Hamilton dengan penuh keyakinan.


Riyad segera menghubungi pengacara keluarganya dan segera melaporkan ke pihak kepolisian. Ia tidak ingin kembali ke kantor polisi dalam waktu dekat karena masih teringat kejadian beberapa hari yang lalu ketika ia melaporkan kehilangan Fatimah. Pak Hamilton juga sudah pergi dari ruangan kantornya.


Riyad mengelus wajahnya dengan gusar," ya Allah… istri kecilku ternyata sangat menderita dihari dia meminta tanggapan aku tentang calon nama bayi kami, ia ternyata dicelakai oleh wanita rubah jadi-jadian itu, kamu akan merasakan hal lebih menderita melebihi dari yang dirasakan dan dialami oleh Fatimah hingga kamu untuk menikmati udara bebas akan kesulitan, Bu Lusi bersiaplah untuk bangkrut!" Murka Riyad yang kali ini tidak tanggung-tanggung memberikan hukuman untuk Nadine dan kedua orang tuanya itu.


"Tapi, istriku ada di mana kenapa setelah kecelakaan itu istriku seperti menghilang dan seolah ditelan bumi, sepertinya aku semakin sulit untuk bertemu dengan istriku," lirihnya Riyad.


Waktu terus berlalu, tapi pencarian yang dilakukan oleh beberapa anak buahnya dan juga detektif sewaannya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Karena keberadaan dari Fatimah sama sekali sedikitpun tidak ketahuan kemana rimbanya.


Bahkan Riyad sudah mengerahkan segala kemampuan dan tenaga sudah dikerahkan oleh Riyad, bahkan tidak main-main dan tak tanggung-tanggung ia memberikan imbalan hadiah yang cukup besar barang siapa orang yang berhasil menemukan keberadaan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2