MANTAN KEKASIH GELAPKU

MANTAN KEKASIH GELAPKU
Tak Kuasa Dia Menyentuhku


__ADS_3

AREA 17+ Harap bijak membaca.


Dilarang Membaca dibawah umur


Tubuh dibanting kasar dipembaringan Tangan dikunci. Sekali tarik baju yang setengah sudah terbuka semakin menampakkan kehalusan kulit. Mata Mas Bayu menyiratkan tidak tahan ingin menerkamku segera. Seluruh badan merasa gemetaran. Tidak ada ruang untuk melarikan diri, saat dia sudah menduduki tubuh diatas perut.


"Kau mau apa, Mas?" Ketakutan dengan mengerutkan wajah.


"Menurutmu, apa?" Tatapan sinis.


"Tolong lepaskan aku," Tangan meronta agar kuncian terlepas.


"Jangan harap. Makanya jangan membantah atas keinginanku. Sekarang rasakan. Tenang saja, kamu akan menikmatinya nanti setelah merasakannya," ucapan mengisyaratkan sesuatu.


Terdapat alamat celaka, ketika nanti tubuh ini benar-benar akan tercicipi. Mas Bayu yang notabennya mau menang sendiri, pasti tidak akan menyerah begitu saja jika keinginannya terhalang, pasti akan sekuat tenaga agar terwujud.


"Jangan apa-apakan aku, Mas. Kita sudah tidak ada ikatan pernikahan lagi. Sekarang kumohon lepaskan aku, please!"


Wajah sudah memelas. Ingin rasanya melawan namun tenaga kalah telak saat tubuh Mas Bayu terbilang berbody kekar.


"Aku tidak peduli. Hmm, pastinya akan asyik menikmati kulitmu ini. Bukankah kita belum melakukan ritual pernikahan."


Pasrahlah yang bisa kulakukan sekarang.

__ADS_1


Tangannya kasar yang dulu sering dibuat menghajar, sekarang lemah gemulai terus mengelus-elus pipi. Sikapnya bikin bulu kuduk meremang semua. Tidak ada pengalaman sama sekali, sehingga membuat gugup akut dan tubuh mulai terasa panas bagaikan kebakaran.


Perlakuan Mas Bayu semakin kurang ajar membelai terus bagian kulit lain. Menahan geli. Menyembunyikan wajah yang terbuai akut. Perlakuannya terus bikin menahan nafas dalam-dalam. Untaian tangannya merajai jiwa. Terlena, efek baru pertama kali menerima ini.


"Lepaskan aku, Mas!" Suara lemahku yang tak tahan lagi menerima gejolak membuncah.


"Kamu begitu mengiurkan, jadi tidak salah jika sekarang aku mau mencicipinya," bisiknya halus didekat telinga.


"Aku mohon, jangan lakukan ini. Ingatlah, kita sudah bercerai," pinta dalam ketakutan.


"Jangan harap. Perceraian itu kamu yang meminta, jadi jangan salahkan aku jika minta kamu memenuhi kewajiban sebagai istri kemarin."


"Ayolah, Mas. Aku mohon! Kenapa harus mengungkit masa lalu," Tangisan kian tersedu-sedu.


"Kamu patut mendapatkan ini sebagai ganti hutang yang kemarin, dikarekan kau membuangku tapi tidak dapat balasan upah, sekarang bayar dengan menjamah serta menikmati tubuhmu. Buat aku puas, ok!"


Plak ... plak, dua tamparan terdarat.


"Jangan kasar kalau berbicara. Ingatlah, aku orang yang sempat kau gilai dengan cinta.


"Masa bodoh. Dasar manusia b*ngs*t."


"Diam. Atau kamu mau mendapatkan perlakuan kasar, hah! Cukup nikmati moment yang nikmat ini, hahahah!" Dia yang semakin gila dan tidak terkontrol.

__ADS_1


Tak siap. Mas Bayu mulai aksi dengan mencium kasar bibir ini. Beberapa kali gelagapan menerima perlakuan kasarnya. Tangan terus menjelajahi beberapa bagian tubuh. Airmata ini begitu luruh. Sepertinya perlawanan dan tangisan tidak akan dihiraukan lagi, saat mantan suami sekaramg sedang dikuasi hawa n*fsu yang dipuncak ubun-ubun.


"Kenapa kau melakukan ini, Mas? Disaat kita sudah berpisah dengan seenaknya kau menikmati tubuhku. Kenapa ... kenapa?" Hati merancau kecewa.


Tangan meremas sprei, saat pertahan telah terbobol. Sungguh manusia biadab. Tidak memikirkan masa depan lagi. Semua terlakukan saat hati begitu terluka, dan status kami dimata umun telah sah terpisah.


"Kau sekarang jadi milikku. Rasakan kepuasan ini. Dijamin kau akan meminta lagi. Bagimana sentuhan ini? Enak 'kan?" Suara yang memuakkan.


Hanya diam sambil meruntukku diri. Bodoh telah terjerat perkataan Mas Bayu yang ternyata telah menjebak. Andai aku menolak mentah-mentah pasti tidak akan terjadi.


Setiap inci tubuh tidak lepas dia sentuh dan rasakan. Sedikit kasar. Ada beberapa bagian yang telah kena gigitan tajamnya dengan taring putih itu. Hanya bisa mengaduh kesakitan. Perlakuannya yang memuakkan, namun aku juga hampir terlena. Sungguh dasyat jari-jari itu terus mengerilya tiap bagian terhormat.


Sekian menit akhirnya tuntas juga. Begitu menderita tapi bikin terbuai. Selimut menutupi tubuh yang tidak ada sehelai benangpun. Kaki naik keatas, agar bisa meringkuk dengan mudah sambil memeluk bantal guling.


Lelehan ini kian deras saja. Ingin berteriak sekuat tenaga, tapi percuma jika sang empu sudah puas menikmati tubuh yang tidak berdaya. Tidak tahu apa yang terjadi padanya sekarang. Tubuh sudah membelakangi.


Semakin lama semakin terdengar dengkurannya. Mungkin telah lelah saat berperang dalam medan yang mudah. Sempat merasakan ada titikan aliran air, mungkin keringatnya bercucuran dikeadaan mengeluarkan tenaga dalam.


"Kau manusia bin*t*ng yang tidak ada belasan kasihan. Kenapa ... kenapa aku selalu mengalah? Cintaku kau abaikan, tapi kau begitu tega menginginkan tubuh ini. Selamanya tidak akan memaafkanmu. Luka dan sakit hati ini akan kubawa sampai mati, ingat itu," Hati terus ngedumel.


Jijik tidur bersamanya, langsung kupuguti baju yang berceceran diubin keramik, dan sebagian sudah rusak akibat perlakuan kasar main tarik saja. Kulihat dengan tatapan tajam tubuh manusia biad*b itu, yang tengah santai tidur bertelungkup. Embun kuusap kasar, rasanya tidak sudi lagi menitikkan airmata untuknya.


"Kau telah merebut semuanya, termasuk kehormatanku. Hatimu memang busuk, selalu saja membuatku menderita. Apakah kau puas sekarang. Aku tidak akan ridho kau melakukan ini. Tidak akan pernah memaafkan dunia akherat atas kesalahan ini, Mas. Cam kan itu?" Hati begitu terluka, tak kuasa lagi menahan sesak dada.

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa keluar dari rumah neraka ini. Benda-benda yang sempat dipakai untuk mengelabuiku sudah kutinggal. Tidak sudi menerimanya lagi.


Jaket yang bertengger diatas motor secepatnya kusambar untuk menutupi baju yang koyak. Untung saja ada jaket, kalau tidak ada pasti disepanjang jalan akan menahan malu sebab sudah rusak, dan memperlihatkan beberapa arae kawasan terlarang.


__ADS_2