MANTAN KEKASIH GELAPKU

MANTAN KEKASIH GELAPKU
Mengajak Periksa Kandungan


__ADS_3

Tidak ada orang yang sebahagia diriku, saat mulai sekarang ada wanita yang sudi ingin mendampingi. Walau pernikahan tidak bisa dilaksanakan secepatnya, tetap saja ada buncahan senang ketika dia mantap serta siap ingin jadi istri.


Waktu mulai terbagi. Sebelum dan sepulang mengajar, harus wajib menemui Jihan. Kandungannya mulai membesar juga, jadi harus extra menjaga. Walau dia bukan anak kandungku, tapi dia sudah kuanggap sebagai anak sendiri. Bayi tidak bersalah dan tidak mengerti apa-apa, maka buat apa kita harus membencinya. Mereka sangat suci. Kadang sikap orangtua yang terlalu neko-neko, hingga kebanyakan yang jadi sasaran korban dan menerima akibatnya adalah anak.


Jihan dalam posisi yang sulit. Sebagai orang yang kini didekatnya, harus selalu memberikan semangat. Jangan sampai ada depresi. Kasihan sama bayinya, jika sang Ibu saja terlalu tertekan. Kalau bisa harus sering membuat tawa, agar dia lupa akan semua masalah yang terjadi.


"Hai, Jihan?" sapa saat mampir ke rumahnya.


Hari ini ada rapat disekolah. Bisa pulang lebih awal dan mampir. Walau harus bolak-balik dari rumah ketempat dia tidak masalah, yang penting bisa melihatnya dalan kondisi fres dan baik-baik saja sudah cukup.


"Eeh, kamu Satria!" Senyuman merekah nampak menawan.


Tangan langsung disambutnya. Dicium takzim. Jihan selalu bersopan santun menyalami dengan hormat. Belum jadi istri sah, dia selalu patuh dan menghargai diri ini.


"Gimana keadaan kamu?"


"Ya beginilah. Selalu baik dan sehat."


"Alhamdulillah kalau begitu. Emm, kamu ada acara ngak? Mau keluar ke mana gitu?"


"Ehh, kayaknya ngak ada dech. Emang kenapa?"


"Gimana kalau kita pergi ke dokter kandungan saja?"

__ADS_1


"Aah, ngak usah saja. Biaya mahal itu. Malah ngerepotin kamu nanti,"


"Ngak pa-pa, Jihan. Ngak ada yang direpotkan disini. Mulai sekarang ini adalah menjadi kewajibanku, yang siap membantu kamu. Lagian semua demi kebaikan kamu dan sang baby. Kalau kita periksa nanti, akan tahu gimana kondisi tubuh kamu dan dia. Tujuan dari kunjungan ini, untuk meningkatkan angka harapan kesehatan bayi dan ibu. Masalah biaya biar aku yang bayarin."


"Tapi-? Aku ngak enak selalu membuat kamu repot."


"Ngak usah tapi-tapian. Anggap aku sudah sah jadi suami kamu, jadi tidak perlu sungkan-sungkan begitu. Siapa tahu dokter akan memberi arahan untuk mengatur pola makan, dan berbagi tips seputar menerapkan gaya hidup sehat bagi Ibu serta buah hati. Sekarang ganti baju kamu, dan kita akan segera pergi."


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih banget."


"Iya, santai saja." Kuelus pelan pipinya.


Wanita itu sudah berjalan memasuki rumah. Menunggu dikursi depan rumah. Hamparan kebun sangat memanjakan mata, dengan daun hijau dan bunga mulai bersermebakan harum ketika kuntumnya mulai berbunga. Rumah yang sedikit kuno sangat nyaman, ketika tiap sudut rumah selalu bersih dan tertata rapi.


Rumah sepi. Tidak ada sungguhan. Tadi sempat ditawari Jihan kopi, namun menolaknya sebab takut akan semakin membuat repot ia saja. Bobot bayi dalam perut akan semakin bertambah, maka harus menjaga agar dia tidak terlalu kecapek'an. Memang urusan dapur dan kebersihan lainnya adalah tugas dari seorang perempuan, tapi kalau sering kelelahan takutnya malah fatal dengan tidak berkembang baiknya sang bayi.


Walau ini pengalaman pertama, namun tetap harus jadi pria yang siaga dan siap membantunya. Harus banyak membaca mulai sekarang, tentang Ibu hamil dan perkembangan bayi, walau sumber didapat dari media yang contohnya google. Memang sih harus membuat dia banyak bergerak, agar janin lebih kuat dalam kandungan, namun jangan sampai diberikan tugas banyak agar sang ibu kondisinya tetap fit juga.


"Mbak Jihan. Silahkan masuk."


Mulai kesusahan. Tangannya kupegangi untuk membantu dia berdiri.


"Aku kok takut ya, Satria?"

__ADS_1


"Kenapa harus takut. Ini hanya pemeriksaan saja. Lagian ada aku yang menemani. Ambil nafas dalam-dalam, dan hembuskan secara perlahan."


"Emm, baiklah. Huufff."


"Pelan-pelan saja dan hati-hati jalannya."


"Iya."


Tiap wanita pasti akan gugup jika ini baru pertama. Mungkin dia sedikit khawatir jika semua tidak baik. Melihat kondisi Jihan, dia sangat sehat dan pastinya si janin juga begitu.


Tadi sempat lama atri menunggu giliran dipanggil. Sebelumnya tidak ada temu janji, maka banyak waktu termakan ketika duduk menunggu.


Ultrasonografi (USG) adalah prosedur pengambilan gambar dari bagian tubuh tertentu menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Selain memantau perkembangan janin, USG juga sering dijadikan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit. Hasilnya dapat mengarahkan dokter dalam memilih perawatan dan pengobatan yang sesuai.


USG kehamilan bertujuan untuk mendeteksi kondisi berikut:


1. Memonitor denyut jantung pada janin melalui USG Doppler.


2. Memonitor perkembangan janin pada ibu hamil.


3. Mengambil sampel jaringan tubuh melalui teknik biopsi.


4. Memperoleh pencitraan dari rahim dan ovarium.

__ADS_1


Semua sumber dari google.


__ADS_2