
Sudah sejak tadi Yolla menahan mual di depan ke dua mertua nya itu, dan kini dia sedikit berlari masuk ke dalam kamar nya, dan segera melesat menuju kamar mandi nya, dan langsung .
Hoek.
Hoek.
Hoek.
Yolla memuntahkan isi perut nya seusai makan malam.
Meskipun tidak terlalu parah, namun bagi Yolla. Hal ini sudah menguras tenaga nya, dengan ke dua tangan nya yang sudah bergemerteran, pusing mulai menyerang. Hingga Yolla duduk di atas lantai dingin kamar mandi nya. Di susul, kedua mata nya terpejam, untuk mengurangi rasa pusing nya yang kini menghantam kepala nya.
''Apa sudah mendingan, ?'' Tanya Arka, dengan satu tangan nya bergerak memijat tengkuk istri nya dengan lembut.
''Sedikit, '' Lirih nya.
''Apa ini, alasan kamu menghindari masakan daging mentah. ?'' Tebak Arka the point.
DEG
Dengan cepat Yolla membuka ke dua mata nya, beralih dan menatap bola mata suami nya, Mas Arka.
''Maksud mu.?''
''Aku tau, aku bukan ahli Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau dikenal juga Obgyn, karena aku Dokter spesialis anak.'' Jelas Arka.
''Namun aku bukan buta soal mual muntah di karenakan hamil muda.'' Jelas Arka.
''Ada satu Dokter wanita yang seprofesi sama dengan kita. Dia pernah bercerita saat mengalami mual muntah ketika sedang hamil muda, dan cerita nya itu persis yang kamu alami sekarang ini.''
Yolla menghela nafas panjang, ''Iya, tebakan kamu memang benar.''
__ADS_1
Arka terdiam membeku, merasakan sedih dan bahagia dalam satu waktu.
Bahagia, jelas sangat bahagia.
Bahagia dan sedih menjadi satu, perasaan itu yang sangat sulit untuk dijelaskan secara langsung lewat kata-kata.
''Coba kamu ulangi lagi sayang,'' Pinta Arka penuh harap. Memastikan dengan sekali lagi, mungkin saja tadi indra pendengaran nya terganggu membuat nya salah mendengar hal yang sangat di nantikan itu.
''Ya, aku positif garis dua, Mas.'' Lirih Yolla.
''Apa kamu serius, ?''
''Becanda, '' Ucap Yolla, bergerak berdiri dan keluar dari kamar mandi dengan menahan sakit di kepala nya.
''Aku bantu, ''
Yolla menganggukkan kepala, ''Ya, ''
''Ada, di dalam laci, biar nanti Aku ambilkan, duduk aja dulu.'' Ucap Arka, sambil mengambil tas milik istri nya. ''Nih tas kamu.''
''Sayang, apa tadi beneran bercanda.''
''Sebentar Mas, '' Satu tangan Yolla merogoh masuk mengambil sesuatu yang berada di dalam tas nya.
''Ini, '' Menyerahkan alat test pack tersebut ke pada suami nya. ''Garis dua,''
''Ini, ini serius.'' Ucap Arka, menahan tangis. Kemudian menghamburkan diri memeluk Yolla dengan begitu erat.
''Terima kasih sayang, terima kasih, kamu telah memberikan pada ku kado terindah yang tiada bandingannya. Terimakasih sudah menjadikanku bukan hanya seorang suami untuk istrinya.''
''Tapi, juga seorang Papa untuk calon buah hatinya. Tak ada kata yang bisa ku ucapkan selain terima kasih, calon Mama untuk anakku. ''
__ADS_1
Cup
Cup
Cup
Cup Arka memberi hadiah kecupan di seluruh wajahmu istri nya.
''Geli Mas, '' Protes Yolla.
''Maaf, maaf, sayang, sejak kapan, mengetahui kalau kamu sedang hamil, sayang. ?''
''Baru tadi siang aku memakai alat test pack itu, Mas. '' Jawab Yolla jujur.
''Usia nya sudah beberapa minggu, atau bulan, Yolla sayang.'' Tanya Arka sangat antusias.
''Aku belum memeriksakan nya, Mas. Nanti aja kalau aku sudah telat datang bulan selama satu bulan, baru aku memeriksakan nya ke Dokter spesialis Obgyn. ''
''Masih lama sayang, bagaimana kalau langsung sekarang aja.?''
''Jangan ngaco, ini sudah malam Mas.''
''Jangan lupa, sayang. Rumah Sakit itu milik kita. Kita tinggal menghubungi Dokter spesialis Obgyn nya aja. ''
''Tetap aja, Mas. Ini sudah malam.''
''Ayolah, '' Bujuk Arka.
''Kepala aku pusing, Mas. Ingin cepat beristirahat.''
Arka menghela nafas panjang, ''Baik lah aku mengalah.''
__ADS_1
Yolla tersenyum