Mantan Suami

Mantan Suami
# 45


__ADS_3

Cinta selalu punya caranya sendiri, mempertemukan yang terbuang, atau menyatukan yang hilang.


...****************...


Yolla menelan saliva nya sendiri, kedua pipi nya bersemu memerah akibat mendengar Prof Herman bicara seperti itu. Seandai nya dia bisa menghilang, dia ingin menghilang saat ini juga.


''Eh, ada Om Herman, '' Ujar Arka santai keluar dari kamar mandi nya. Tanpa rasa malu, kalau dia hanya memakai handuk kimono yang mendominasi warna putih tersebut. Tak tinggal diam, satu tangan nya menggosok rambut nya yang basah dengan handuk kecil.


Intan terkejut, ''Apa urat malu suami nya itu sudah terputus,.?'' Pikir Yolla.


''Bakal cepat jadi kalau di lembur seperti ini terus. '' Sindir Prof Herman, ''Kira-kira mirip siapa ya, ?'' Ucap Prof Herman sambil membayangkan. ''Jangan sampai mirip dengan Papa nya, kalau sampai itu terjadi popularitas kamu bisa turun drastis Arka.'' Canda Om Herman seraya menahan tawa nya.


Buk


Aww


''Sialan kamu Om, kalau bukan mirip dengan Papa nya, lalu harus mirip dengan siapa coba Om.? Masa harus mirip dengan Om yang sudah tua ini.'' Kesal Arka.


''Ide kamu tidak terlalu buruk Ar,'' Ungkap Prof Herman, yang kini beralih menatap Yolla. ''Harus kamu ingat Yolla, jika kamu hamil nanti nya, ingat lah selalu wajah Om yang tampan se rumah sakit ini.'' Ujar Prof Herman yang sangat menyakin kan.

__ADS_1


Glek, Yolla berulang kali menelan saliva nya sendiri.


Arka mendengus kesal, ''Bisa tidak, Om keluar dari ruangan aku sekarang juga.'' Usir Arka.


''Ayo lah Ar ja______''


Menatap tajam ke arah Om nya yang sudah merusak suasana siang ini bersama istri nya.


''Baiklah-baiklah Om keluar sekarang juga. '' Balik badan melangkah menuju ke pintu keluar. Sebelum benar-benar hilang di balik pintu, Om Herman memanggil Yolla kembali. ''Yolla, jangan lupa, ingat lah selalu wajah tampan Om mu ini.'' Pekik Om Herman di antara pintu tersebut.


''Oom,'' Arka.


''Iya, aku akan pergi. ''


Om Herman menutup pintu nya cukup keras. Bahkan Om Herman sendiri pun tersentak kaget.


''Astaga, untung tidak ada yang melihat nya. Bisa hilang wibawa sebagai Profesor. '' Batin Prof Herman, seraya pergi meninggalkan ruang kerja milik ponakan nya itu.


''Kamu mau ke mana sayang, '' Tanya Arka, saat melihat istri nya berjalan keluar dari ruang kerja nya.

__ADS_1


''Pulang lah Mas Arka, mau kemana lagi, ?'' Heran Yolla.


Arka melangkah mendekat, lalu mengarahkan Yolla ke cermin di sudut ruang kerja nya itu. ''Apa kamu nyakin, saat keluar dari sini dengan kondisi mu seperti ini. ?'' Tanya Arka, memperhatikan penampilan Yolla dari atas sampai ke bawah. Yang sangat di bilang mengenaskan, belum juga dengan muka kusut nya. Serta rambut yang berantakan dan juga pakaian nya yang sedikit basah terkena keringat.


Entah kemana pergi nya pendingin ruangan yang berada di ruang kerja nya. ? Yang sejak tadi dia merasa kurang dingin juga bagi tubuhnya.


Yolla yang melihat penampilan nya sendiri dari cermin, dia di buat shok seketika. ''Berarti tadi bertemu dengan Prof Herman penampilan aku sudah seperti ini. ?'' Keluh Yolla malu bukan main mengingat beberapa menit yang lalu. ''Ini beneran, penampilan ku sejak tadi. ?'' Tanya Yolla yang masih tak percaya.


Arka yang bergerak pelan, memeluk Yolla istri nya dari belakang itu pun mengangguk di sertai senyuman. ''Iya, kamu sangat benar. Apa yang kamu bilang tadi, sayang. ?''


Yolla menutup wajah nya dengan kedua tangan nya kerena malu bukan main. ''Kenapa kamu tadi hanya diam saja Mas Arka. ?'' Sembur Yolla kesal. ''Sungguh aku sangat malu sekali, Mas '' Lanjut Yolla lagi.


''Untuk apa malu, sayang, ? Kita berdua ini sudah menikah, jika kamu lupa. ''


''Iya, tapi gak harus begini juga kali Mas. '' Masih tak terima.


''Lebih baik kamu mandi dulu, setelah itu kamu baru bisa pulang, ok. '' Bujuk Arka.


Cup

__ADS_1


Cup


Cup ''Sudah jangan marah -marah mulu. ''


__ADS_2