Mantan Suami

Mantan Suami
# 54


__ADS_3

''Tetapi kamu telah menghancurkan hidup aku Arka.'' Lirih nya dengan air mata mulai berjatuhan.


''Aku tahu, hukum lah aku sesuka hatimu. Yang akan membuat rasa sakit mu terbalaskan.'' Pinta Arka, dia sudah siap untuk hal yang harus dia pertanggung jawabkan.


''Apa kamu pikir aku mampu memenjarakan kamu, ? Kamu tau kan siapa aku, ? Apa kekuatan aku, ?'' Ucap Maya mengingatkan kembali siapa dia, ?


''Kalau aku memiliki kekuatan setara dengan keluarga kamu, sudah sedari dulu aku bebas dari sini, Arka.'' Ungkap Maya, di sela-sela dia menangis. Sangat berat hidup yang dia jalani seperti di dalam penjara selama empat tahun.


''...... ''


''Empat tahun Arka, aku tinggal di sini. Dan paling menyakitkan untuk ku, adalah kehormatan aku juga hilang di sini, aku tidak memiliki harga diri ku yang selama aku jaga. Dan ini semua ulah Mama kamu Arka, Mama kamu. '' Pekik Maya dengan meraung menangis. Sesekali memukul dada nya untuk menghilangkan rasa sesak menghimpit paru-paru nya.


''Cukup May, cukup jangan sakiti diri mu sendiri.'' Cegah Arka, dengan memeluk erat ke dalam pelukan nya.


''Sudah, jangan seperti ini. Aku tak sanggup melihat mu seperti ini. '' Bisik Arka dengan mengusap punggung Maya, agar dia merasa tenang. Dia dengan Maya cukup lama berteman, dan baru kali ini dia melihat Maya serapuh ini.

__ADS_1


Satu jam telah berlalu, Maya kini masih di dalam pelukan Arka. Tanpa sadar Maya telah tertidur di dalam pelukan Arka.


Mungkin dia kelelahan menangis membuat dia cepat tertidur di dalam pelukan nya. Dengan gerakan pelan, Arka memggendong Maya dan membawa nya keluar dari tempat ini sekarang juga.


''Tuan mau membawa dia kemana, ?'' Tanya Liam, yang sejak tadi berdiri di depan pintu.


''Aku akan membawa dia keluar dari sini. ''


''Biar aku saja yang menyetir, Tuan. '' Ucap Liam ingin ikut membantu.


''Tujuan kita mau kemana, ?''


''Ke puncak, di sana aku memiliki vila pribadi tanpa ada yang tau, termasuk Mama aku. '' Kasih tau Arka.


''Ok, '' Dengan kecepatan sedang mobil Arka membelah ibu kota. Dan segera meninggalkan ibu kota yang padat dan juga ramai itu. Maya membutuhkan suasana baru, nyaman dan juga tenang untuk dia tempati.

__ADS_1


Hampir dua jam mobil Arka belum juga sampai ke tempat tujuan mereka. ''Kemana anak kalian, ?'' Tanya Arka, setelah keheningan melanda mereka berdua.


''Di panti, baru saja aku mengantar nya pulang. Mengingat pekerjaan ku yang harus siap dua puluh empat jam. Aku tak sempat untuk menjaga nya sendiri, jika untuk menyewa seseorang, aku belum percaya penuh dengan orang itu. Apa dia bisa menjaga anak kami dengan baik atau tidak .?'' Jujur Liam.


''Apa kamu menaruh hati atau hanya sekedar tugas mu saja waktu itu. ?'' Selidik Arka, yang ingin tau lebih dalam kehidupan Maya setelah empat tahun tak ada kabar.


''Awal nya hanya tugas, namun ketika aku melihat nya saat pertama kali. Entah perasaan apa yang tiba-tiba timbul saat menatap kedua bola mata indah itu. Di tambah saat dia di nyatakan positiv hamil oleh Dokter. Rasa ingin memiliki dia kian berkobar, dan aku sampai memohon pada Nyonya Dania. Biarlah aku saja yang menjaga dia dua puluh empat jam selama masa dia mengandung dan ke beruntungan aku sekali, Nyonya Dania mengabulkan nya hingga sampai sekarang ini.'' Cerita Liam dengan membayangkan masa lalu nya.


''Kenapa kamu belum menikahi dia, ?''


''Bagaimana cara nya, Tuan? Maya di larang keras keluar dari ruangan itu, sebagai bentuk hukuman dia. ''


''Kalau sampai dia ketahuan keluar dari sana, hukuman nya dia kian bertambah, dan hal itu, tidak ku inginkan, tuan. '' Lanjut Liam lagi.


Hah, Arka mendongakan kepala nya ke atas. Menghembuskan nafas berat nya. ''Ini semua salah ku. '' Lagi dan lagi kalimat itu keluar dari mulut Arka, dia selalu di hantui rasa bersalah nya terus menerus.

__ADS_1


__ADS_2