Mantan Suami

Mantan Suami
# 100


__ADS_3

Grep


''Eeh ,'' Arka sedikit terkejut.


''Sayang, ''


Hmmm. ''Mas tadi sedang berlari pagi ya, ?'' Ejek Yolla ke pada suami nya, sambil menahan tawa.


''Gak lucu ya,''


''Memang, tidak ada yang lucu Mas, hanya aneh aja.'' Jawab Yolla seraya membayangkan.


''Asal kamu tau ya, Mas bisa seperti tadi karena siapa.?''


Yolla menggeleng cepat.


''Karena kamu, ketika Aku bangun tidur sudah tidak ada kamu di samping ku.'' Arka mendengus kecil.


''Jadi, Mas turun ke bawah tanpa berganti baju dulu, karena Aku gitu.?'' Ucap Yolla, sambil melepaskan pelukan nya.


''Eatss, mau kemana sayang.? '' Menarik cepat pinggang istri nya, sebelum pergi menjauh.


''Mau mandi lah, setelah itu turun ke bawah sarapan dan lang_______''


''Kita mandi bareng, ''Bisik Arka di telinga istri nya.


''Gak ah, nanti lama.'' Tolak Yolla cepat.


Aaaa ''Mas, '' Pekik Yolla terkejut, saat tubuh nya di angkat masuk ke dalam kamar mandi dan di turunkan di bawah shower.

__ADS_1


Satu tangan Arka bergerak menyalakan kran shower, sambil memeluk istri nya.


''Jangan Mas, nanti piyama Aku bas_______'' Cegah Yolla, namun dia sudah kalah cepat dengan gerakan suami nya.


Byur, air shower telah membasahi pasangan suami istri yang kini masih berpelukan.


''Aku menginginkan kamu, sayang.'' Bisik Arka, dengan suara berat nya.


Yolla belum sempat menjawab nya, Arka sudah lebih dulu menyerang istri nya tanpa jeda.


Pagi hari merupakan waktu favorit untuk bercinta. Entah melibatkan orgasme atau tidak, hal ini merupakan cara yang tepat untuk memulai hari.


Bercinta di pagi hari bisa memberikan sejumlah manfaat pada tubuh baik disadari maupun tidak.


Sejumlah penelitian menyebut bahwa **** mungkin terasa lebih bergairah di pagi hari karena tingkat testosteron yang lebih tinggi. Hormon ini berperan penting terkait bagaimana kamu merasakan dorongan seksual.


''Apa mereka berdua belum turun, Bi.?'' Mama Dania menarik kursi di samping suami nya.


''Belum Nyonya, ''


''Belum, '' Ulang Mama Dania, sambil menarik ujung alis nya ke atas.


''Baiklah, biar aku aja yang memanggil nya untuk turun ke bawah buat sarapan.''


''Tidak perlu Ma, nanti juga turun sendiri.'' Cegah Papa Bagio.


''Ini hampir setengah tujuh, Pa. Nanti mereka telat pergi ke Rumah Sakit nya.'' Sahut Mama Dania tetap pergi memanggil putra nya dan juga Yolla putri nya itu.


Sesampai di kamar Putra nya, Mama Dania membuka knop pintu dan ternyata di kunci dari dalam.

__ADS_1


''Ar______'' Satu tangan Mama Dania yang ingin mengetuk pintu. Kini terpaksa berhenti di udara, ketika pintu nya sudah di buka dari dalam.


Ceklek, ''Sayang, aku turun dulu______ Mama.'' Gumam Arka melihat sang Mama sudah berdiri di depan pintu kamar nya.


''Arka, '' Lirih Mama Dania juga.


''Tidak ada yang muat baju nya Mas Arka.'' Teriak Yolla, dengan berjalan menghampiri suami nya di depan Pintu.


''Kamu kan tau, kalau berat badan ku naik hampir dua k_____


DEG


''Mama, ''Gumam Yolla, dengan tubuh nya bergeser cepat ke belakang tubuh suaminya.


''Kalian berdua tidur satu kamar, ?'' Mama Dania menatap kedua nya dengan sorot mata mengintimidasi.


''Aku, aku, ________


''Mama sayang, tidak baik loh biarin suami nya makan sendirian di meja makan.'' Menarik lembut istri nya untuk turun kebawah. Kejadian seperti ini sudah bisa di tebak oleh Papa Bagio, membuat dia cepat menyusul sang istri naik ke atas.


''Berhenti Papa, aku belum selesai.'' Tolak Mama Dania, dengan menahan tarikan tangan kekar dari sang suami.


''Kelamaan Ma, nanti keburu dingin.'' Ajak Papa Bagio, yang tak mau ngalah.


''Ta tapi mereka tidur bersama, Pa. Mama perlu penjelasan. '' Mama Dania tetap ngotot bertahan di tempat dia berdiri.


''Baiklah kalau Mama gak mau, biar Papa cari wanita lain buat menemani Papa makan.'' Papa Bagio, yang pura-pura mengancam, dengan mencari wanita lain.


''Ok, kita turun ke bawah.'' Putus Mama Dania dengan pasrah mengikuti sang suami turun ke bawah lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2