Mantan Suami

Mantan Suami
# 21


__ADS_3

PAGI DI RUMAH SAKIT K'H


Setibanya di Rumah Sakit Yolla segera masuk menuju loker nya sebelum menghadap ke bimbingan nya.


Tok


Tok


Tok


Yolla mengetuk pintu ruangan om Herman, seperti biasa dia harus menghadap sebelum mulai bekerja. Sebab, Om Herman nanti nya yang akan mengarahkan tugas apa yang harus Yolla lakukan hari ini.?


''Masuk, '' Jawab Om Herman tanpa menoleh, Kini om Herman fokus dengan laptop nya.


Ceklek


''Pagi Prof, '' Sapa Yolla dengan sopan sama bimbingan nya. Ada juga rasa gugup ketika berhadapan dengan Prof Herman. Yang banyak bilang dia salah satu pembimbing para Dokter muda yang cukup killer.


Mendengar suara Yolla istri dari ponakan nya itu. Prof Herman menoleh ke arah Yolla.


''Kenapa kamu sudah masuk? Memang nya kamu sama Arka tidak mengambil cuti untuk bulan madu atau honeymoon.'' Tanya Prof Herman merasa heran dengan pengantin baru satu ini. Yang sudah menikah ke dua kali nya dengan orang yang sama. ''Dasar bodoh kamu Arka, bukan mengejar masa depan yang indah, kini momen di lewatkan begitu saja.''Pikir Prof Herman yang sangat menyayangkan waktu berduaan dengan istri sah nya hilang begitu saja.


''Setelah menikah tidak harus pergi bulan madu atau honeymoon kan Prof. ?'' Membuat Prof Herman mengangguk cepat.


''Ya udah, sekarang kita visit ke ruangan VIP dulu. Setelah itu kamu temani saya di poli, kemudian kita langsung pergi ke ruang operasi, karena hari ini ada jadwal operasi pukul dua belas siang. '' Jelas Prof Herman.


Yolla sedikit terkesiap, tidak biasa nya Prof Herman meminta dia untuk menemani nya seharian full.


Biasa nya dia di tugaskan di bagian tertentu. Bahkan untuk operasi nya pun dia jarang di ajak, maklum masih Dokter perlu bimbingan.


Bukan nya dia tidak mau ya, justru Yolla sangat senang, bisa menghandle semua nya. Tugas yang Prof berikan membuat Yolla merasa di percaya oleh Prof Herman.


''Baik Prof, '' Sahut Yolla.

__ADS_1


Setelah itu Prof Herman beranjak dari duduk nya, dan mereka berdua melangkah keluar meninggalkan ruang tersebut.


''Pagi Prof , '' Sapa beberapa Dokter dan beberapa perawat yang berpapasan dengan mereka.


''Pagi, '' Sahut Prof Herman singkat dengan tersenyum.


''Biasakan bergerak cepat, jadi suatu saat kamu menemui kondisi darurat kamu tidak akan bingung. '' Saran Prof sambil berjalan menuju ruang VIP untuk visit pasien yang sedang di rawat inap.


''Baik prof, sudah memberi pengetahuan yang belum pernah aku alami.


'' iya, ''


Mereka berdua mengunjungi setiap pasien yang di handle oleh Prof Herman.


Ceklek


''Selamat pagi semua nya. '' Sapa Prof Herman.


''Pagi Prof, ''Sahut penunggu pasien yang merupakan seorang laki-laki muda.


Yolla tersenyum balik sebelum menjawab, ''Pagi juga, bagaimana dengan kondisi nya, ?'' Tanya Yolla yang tidak bermaksud menyela Prof Herman duluan. Tetapi dia hanya sekedar basa-basi karena dia di sapa.


Prof Herman mengerutkan kening nya melihat mereka berdua, ''Kalian berdua saling kenal, ?'' Tanya Prof Herman yang merasa aneh ke dua nya saling melempar senyuman.


''Iya, '' Jawab laki-kaki itu sambil mengulurkan tangan nya. ''Bian, teman sekolah SMA Dokter Yolla, Bahkan lebih dari teman dulu. ''


''Oh, saya Prof Herman . '' Membalas jabatan tangan nya.


Sedangkan Yolla merasa kesal pada Bian, ''Masa lalu harus nya di kubur bukan kenang, dasar tukang selingkuh.'' Batin nya menggerutu kesal.


''Bagaimana kondisi nya, ?'' Tanya Prof Herman sambil memeriksa anak tersebut.


''Sudah lebih baik Prof, bab nya sudah mulai berhenti Tidak pertama kali masuk ke sini.''

__ADS_1


''Sangat bagus, sudah ada perkembangan dari sebelum nya.''


''Makan nya sudah mau apa belum, sayang?'' Yolla ikut bertanya.


''Sudah dong tante, kan aku anak yang pintar.'' Seru anak kecil penuh dengan antusias.


''Wow pintar sekali. '' Puji Yolla.


Sedangkan laki-laki yang bernama Bian, selalu menatap Yolla penuh cinta dari sorot mata nya. Dan untuk Prof Herman, melirik Bian yang menatap Yolla istri dari ponakan nya itu penuh minat.


''Kalau begitu kami pamit keluar untuk melanjutkan dengan pasien yang lain, '' Pamit Prof Herman sopan.


...****************...


Di ruang berbeda, Arka benar-benar sibuk mengurus beberapa berkas kerja sama yang kemarin dia tunda.


Bahkan pagi ini dia belum sempat bertemu dengan istri nya itu.


Dret


Dret


Satu pesan masuk ke dalam ponsel milik Arka.


Dengan cepat Arka mengalihkan pandangan dari kertas di depan nya, menuju ponsel nya yang berbunyi.


''Banyak laki-laki lain yang melirik istri mu ternyata, '' Isi pesan tersebut.


''Apa maksud nya coba, ? Om Herman Mengirim pesan seperti ini.'' Lirih nya.


''Jangan bilang_____''


...****************...

__ADS_1


SUDAH DUA KALI AKU KIRIM, GAK LULUS LULUS🙏🙏🙏


__ADS_2