Mantan Suami

Mantan Suami
# 49


__ADS_3

''Malam Prof, '' Sapa salah satu rekan kerja nya yaitu Prof Heru.


''Malam juga Prof Heru, sudah mau pulang ya. ?'' Tanya Prof Herman, seraya berjalan bersamaan menuju Ke depan.


''Iya nih, pekerjaan aku sudah selesai.'' jawab Prof Heru.


Oooooh Prof Herman menganggukan kepala.


''Ngomong-ngomong Prof Herman mau kemana, kelihatan nya terburu-buru. ?''


''Tidak juga, cuma mau ngecek ulang rekam medis pasien di UGD sebentar, setelah itu baru pulang. '' Balas Prof Herman.


Setelah menempuh lima belas menit, mereka berdua harus berpisah di simpangan lorong. Prof Herman menuju UGD sedangkan peof Heru menuju pintu keluar untuk segera pulang.


''Aku duluan Prof, '' Pamit nya, dengan menepuk pundak Prof Herman sebagai perpisahan.


Prof Herman tersenyum, sekaligus mengangguk sebagai balasan dan berlalu masuk ke ruang UGD.


''Malam Prof Herman, '' Sapa perawat yang bekerja di ruang UGD.


Prof Herman tersenyum, ''Malam, aku butuh rekam medis pesien yang baru masuk 2 jam yang lalu. '' Perintah Prof Herman.


''Karena aku terburu-buru, taruh saja di meja kerja saya. Biar besok pagi nya langsung aku baca.'' Lanjut nya.


''Siap prof, '' Jawab cepat perawat itu.

__ADS_1


''Tolong, cek segera kondisi Nona saya,! Sudah satu jam lebih kenapa dia belum sadar juga, Dok, ?'' Panik lelaki yang bernama Liam itu ke pada Dokter wanita di ruang UGD.


''Sabar Pak, biar saya cek dulu. '' Jawab Dokter perempuan dengan mengecek denyut nadi, berlalu detak jantung. ''Ku pikir pesien ini mirip dengan Dokter muda yang sedang koas di sini, ya Pak.'' Penasaran Dokter tersebut.


Liam memicing kan sebelah mata nya, dengan menatap Dokter wanita itu, ''Seperti ya gitu Dok, dia Nona saya. '' Jawab Liam.


''Yolla, benar bukan Pak nama pasien ini.?''


Hmmm sebagai jawaban nya.


Oooh menganggukan kepala Dokter wanita itu.


''Semua nya normal, tidak perlu di khawatirkan lagi Pak. Sebentar lagi dia akan segera sadar. '' Beritahu Dokter wanita tersebut.


''Apa perlu dia di rawat inap, Dok?'' Membuat Dokter wanita itu menggeleng pelan. ''Tidak perlu, Nona Yolla tidak kenapa-napa, hanya menunggu dia sadar nya saja.''


''Ck, aku nyakin tuh anak belum mengetahui soal kondisi istri nya itu sekarang.'' Decak Prof Herman, sambil meninggalkan ruangan UGD itu.


Prof Herman mengambil ponsel nya yang berada di saku jas kerja nya. Dengan cepat dia mencari nama kontak ponakan nya itu, yang kemungkinan besar dia sedang lembur di ruang kerja nya di atas sana.


Tut tut tut, panggilan itu tersambung, dan sayang nya tidak di jawab oleh sang pemilik nya.


Prof Herman mencoba memanggil nomer Arka kembali. Dan hasil nya sama aja, tidak di jawab juga.


''Bikin repot orang saja, '' Umpat nya di dalam hati sambil menjauh melangkah masuk ke dalam lift. Yang akan membawa nya langsung ke ruang kerja pribadi ponakan nya itu.

__ADS_1


Sedangkan Arka, masih sibuk dengan pekerjaan nya. Hingga tidak mendengar suara panggilan dari ponsel nya, karena ponsel nya lagi dalam mode silent.


Brak


''ASTAGA, '' Arka terpekik terkejut, dengan memegang bagian jantung nya, yang seperti nya mau melompat dari tempat nya.


''Sorry, sudah kebiasaan soal nya.''


Ucap Prof Herman santai tanpa merasa bersalah sedikit pun.


''Sialan, sengaja mau membunuhku.'' Marah Arka dengan menatap tajam ke arah Om nya itu.


''Tadi kan aku sudah bilang sorry, ayo lah, lupakan lah.'' Pinta Prof Herman tersenyum. ''Ada yang lebih penting dari hal itu, karena aku kesini membawa berita terbaru untuk mu. '' Lanjut Prof Herman lagi.


''Haaah, berita terbaru untuk ku, Om nyakin itu penting untuk ku. ?'' Arka memicingkan sebelah mata nya, dengan menahan kesal nya karena ulah Om nya sendiri.


''Aku tidak suka Om bertele-tele, langsung ke inti nya saja.''


''Ok, istri mu Yolla saat ini berada di UGD Rumah Sakit ini. ''


Ha ha ha, Arka tersenyum tak percaya. ''Jangan bercanda deh, Om ''


''Aku serius Arka, baru saja aku melihat nya, langsung dengan kedua mata aku.'' Ucap Prof Herman bersungguh-sungguh.


''Kalau kamu kurang percaya dengan ku, kamu bisa cek sendiri langsung di UGD.'' Lanjut Prof Herman lagi.

__ADS_1


Arka terdiam beberapa waktu, mencerna pernyataan dari Om nya itu. ''Apa dengan bodyguard Mama ku juga. ?'' Lirih nya.


''Iya, kamu sangat benar. ''


__ADS_2