Mantan Suami

Mantan Suami
# 101


__ADS_3

''Astaga, astaga. '' Ucap Yolla, sambil menggigit jari telunjuk nya karena rasa malu.


Malu, karena di belum sempat mengenakan baju.


''Apa yang harus aku jelaskan kalau Mama bertanya dengan ku Mas.?'' Cemas Yolla, melupakan untuk berganti baju terlebih dahulu.


''Kamu tenang saja, semua nya akan baik-baik saja.''


''Sejak tadi kamu hanya menyuruhku untuk tenang, tenang dan juga tenang.'' Yolla mendengus kesal.


''Terus , apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa lebih tenang.?''


''Sabar Arka, sabar. '' Gumam Arka, mengelus dada nya.


''Aku juga gak tau Mas, pokok nya kamu harus bertanggung jawab atas kejadian barusan tadi.''


''Iya, aku akan bertanggung jawab. Bukan nya sedari awal aku ini sudah bertanggung jawab ya sayang.?''


''Termasuk juga dengan calon anak yang ada di dalam perut kamu.'' Meraih satu paper bag yang berisi baju di dalam laci nya.


''Nih pakai, jangan sampai aku tergoda lagi. Yang kemungkinan besar membuat kita akan libur kerja hari ini.''


Yolla menatap horor suami nya. ''Ingat, ada debay di sini. '' Mengusap lembut perut nya yang masih rata, sesudah itu beralih menerima kotak tersebut, dan segera membuka nya.


''Ku kira ini akan muat untuk ku.'' Ucap Yolla, sambil membayangkan ukuran baju yang ada di tangan nya.


''Aku akan berganti baju dulu, ''


Tak selang lama Yolla keluar dari ruang pengganti baju dengan penampilan yang sudah rapi.


''Betulkan, baju ini pas dengan tubuh ku, tidak kekecilan atau ke kebesaran.'' Ucap Yolla, sambil melihat penampilan nya dari pantulan kaca meja rias nya.


Arka yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur nya, kini dia mulai bergerak menghampiri sang istri dan langsung memeluk nya dari arah belakang.

__ADS_1


''Sayang, maafin aku. Aku, Aku telah keceplosan soal pernikahan kita ke pada Mama.'' Bisik Arka.


''Kapan, ?'' Yolla tidak terlihat terkejut, memang Yolla akui, mulut suami nya itu sedikit lemes.


''Setelah dari taman belakang, aku, aku bertanya keberadaan mu ke pada Mama sama Papa dan aku tak sengaja keceplosan menyebut kamu dengan sebutan istri ku.'' Jujur Arka.


''Di tambah kejadian barusan, aku yakin Mama sudah berpikiran lebih tentang hubungan kita.''


''Terus, ''


''Bagaimana kalau kita jujur dengan kedua orang tua ku tentang pernikahan kita. Aku sudah gak bisa berbohong lagi ke pada Mama sama Papa, sayang.''


''Kasian juga sama debay kita, coba kamu pikirkan lagi tentang calon anak kita.? Pernikahan kita sudah menjadi rahasia publik di tambah kehadiran anak kita yang tidak di ketahui oleh publik.'' Mengusap lembut perut istri nya yang masih rata.


Yolla bungkam seketika, memang benar apa yang di katakan oleh suami nya itu.


''Bagaimana pertumbuhan anak kita nanti nya, sayang.'' Bisik nya dengan memeluk erat istri nya. ''Dia butuh status nya.'' Lanjut Arka lagi.


''Apa kamu hanya menginginkan anak ini saja atau_______


''Itu arti nya_______


''Maukah kamu menua bersama ku,? Karena aku ingin menghabiskan sisa waktu hidupku hanya bersama dirimu. Karena ku tahu ada di sampingmu adalah kebahagiaan yang besar untukku."


"Wanita pertama yang aku cintai selamanya di dunia ini adalah ibuku, setelah itu kamu Yollanda Amber."


''Maukah kamu menua bersama ku,?Kamu adalah cinta kedua dalam hidupku, dan aku ingin kamu yang menjadi terakhir bagiku." Ulang Arka, mengecup pipi istri nya.


Setelah mendengar ungkapan serius dari suaminya, Yolla mengangguk yakin dengan keputusan yang dia ambil sekarang ini. ''Aku mau menua bersama mu dan________


''Dan anak kita, '' Sahut Arka cepat.


Membuat Yolla tersenyum dan mengangguk cepat.

__ADS_1


"Terima kasih telah mau hidup bersamaku, untuk esok dan selamanya." Ucap Arka, dengan membalikan tubuh istri nya menghadap ke arah nya.


Cup


Cup


Cup,


''I love you very much my beloved wife.


''I love you too my husband.''


...****************...


''Kenapa sih, sayang.? Menatap ku seperti itu.'' Keluh Papa Bagio.


Di tatap dengan sorot mata mengintimidasi , membuat Papa Bagio menghela nafas panjang. Yang kembali mengingat sifat istri nya sebelum berubah.


''Jangan sampai membuat Yollanda tak nyaman berada di rumah ini, Ma.'' Tegur Papa Bagio.


Mama Dania menghembuskan nafas berat nya. ''Tidak bisakah Papa menjelaskan sesuatu ke pada Mama.?''


''Mama sangat yakin, kalau Papa sudah mengetahui sesuatu tentang putra kita.'' Tebak Mama Dania, yang tak pernah salah.


''Ke tidak keterkejutan Papa tadi, itu sudah memperjelas kalau Papa sudah mengetahui sesuatu sebelum kejadian ini.''


''Ma, biar Arka saja yang memperjelas semua nya ini, itu hak Arka bukan aku.''


...****************...


...****************...


Kisah Yolla sama Arka, sudah tak ada konflik lagi. Mungkin karya ini akan segera tamat.

__ADS_1


Momy Siu sudah mentok membuat ide nya, kalau ada pertanyaan boleh di tanya kan soal kelanjutan nya.


Soal Maya sama Liam mungkin nanti bisa di buat kamar sendiri untuk kelanjutan nya, pada setuju gak kira-kira. ?🤔


__ADS_2