Mantan Suami

Mantan Suami
# 48


__ADS_3

Karena dia sudah masuk ke dalam sudah sejauh ini, kenapa dia tidak mencoba dulu menemui sosok wanita itu, sebelum pergi dari tempat ini.? Pikir Yolla yang sejak tadi bingung sendiri di ambang pintu, antara ingin masuk atau keluar dari kamar ini.


''Hais, hubungan nya sama aku apa coba, ? Kenapa Bodyguard itu memberitahu ku, dan tidak secara langsung dia telah menyuruh ku datang ke sini, bukan. ?'' Yolla masih ragu untuk masuk ke dalam sana menemui mereka.


Dengan sedikit ragu, Yolla memberanikan diri untuk mendekat ke arah mereka berdua.


''Pergi dari sini, kamu bukan anak ku, bukan anak ku. '' Teriak wanita itu sambil mendorong anak kecil itu hingga jatuh dari tempat tidur.


Brak


Huaaa ma ma ma.


Laki-laki yang sejak tadi memantau, di buat terkejut, dengan gesit dia berlari ke arah kamar. Sebelum masuk laki-laki itu sudah melihat Nona Yolla menggendong putri nya yang sedang menangis.


''Cup, cup, cup sayang, jangan menangis.'' Ucap Yolla mencoba menangkan.


Tanpa di ketahui Yolla, wanita itu berdiri dari tempat nya, lalu berjalan mendekat ke arah Yolla dengan membawa vas bunga.


''Awas, '' Pekik Laki-laki itu dari depan pintu.


Brak


Auwww sst, Yolla meringis ketika bagian leher belakang di pukul oleh seseorang.


Kini Yolla menoleh ke arah belakang nya, dan seketika Yolla di buat terkejut. Saat melihat wajah wanita itu. Namun keterkejutan nya tidak bertahan lama karena,


Brak,


Yolla langsung terjatuh tak sadarkan diri, dengan tangan memegang tengkuk nya yang semakin nyeri.

__ADS_1


Ha ha ha wanita itu tertawa puas, ''Itu belum seberapa, apa yang ku alami selama 4 tahun di di sini Yolla.''


''Kenapa kamu memukul nya Maya, kenapa, ?'' Bentak Bodyguard Mama Dania yang bernama Liam.


''Jangan ikut campur kamu Liam, aku menyesal telah membantu dia bebas dari Mertua nya yang depresi itu. Dia bisa terlepas, dan kini hidup ku yang hancur, ini itu tidak adil untuk ku Liam, tidak adil. '' Histeris Maya.


Laki-laki yang bernama Liam itu menjambak rambut nya frustasi.


Sebelum menenangkan ibu nya, Liam menggendong anak nya terlebih dahulu.


Dengan cepat, Liam menarik tubuh Maya ke dalam pelukan nya. ''Sshuuut tenang Maya, maaf tadi aku membentak mu. '' Bisik Liam di telinga Maya dengan tangan mengusap pundak Maya ibu dari anak nya itu.


'' Maaf kan aku Nona, ''


...****************...


''Malam ini kamu akan pulang kan ke rumah.? '' Tanya Mama Dania penuh harap.


''Belum tahu Ma, dan seperti nya malam ini Arka akan lembur di Rumah Sakit. '' Jawab Arka merasa bersalah.


''Jam berapa pun kamu selesai pekerjaan mu ini, please Mama mohon pulang ke rumah. '' Harap Mama Dania dengan wajah melas nya.


''Hais, mana tega melihat wajah melas nya seperti ini. '' Pikir Arka sambil mengusap wajah nya kasar.


''Iya, nanti Arka usahain Ma, '' Pasrah Arka.


Mama Dania menghampiri putra nya, dan..''Mama sangat sayang sama kamu, Cup.'' Memeluk penuh rindu, tak lupa mengecup pipi putra nya yang sangat dia sayang itu.


''Aku juga, '' Membalas pelukan dari Mama tercinta.

__ADS_1


''Aku pulang dulu, '' Bisik Mama Dania.


Arka menganggukan kepala, '' Hati-hati di jalan Ma. ''


''Iya, cepat pulang jangan gila kerja, istirahat juga perlu. '' Mama Dania kembali mengingatkan, sebelum sampai ke pintu keluar. Kedua mata Mama Dania tak sengaja melihat lipstik seorang wanita tergeletak di atas meja persegi panjang.


Arka yang mengetahui arah mata Mama nya itu, dia berdecak kesal. ''Ck, bisa-bisa nya barang khusus perempuan dia tinggal di meja itu. Dasar Yollanda Amber, ceroboh.'' Batin Arka.


''Arka, '' Mengambil lipstik dan di tunjukan ke arah putra nya.


''Milik siapa, ? Tidak mungkin kan sekretaris mu,'' Tanya Mama Dania memicingkan sebelah mata nya.


''Teman aku tadi kesini Ma, mungkin aja barang itu jatuh di meja saat tas nya di taruh di situ.'' Bohong Arka.


''Kau nyakin, ?'' Mama Dania tidak mudah percaya.


''Mungkin aja Ma, kalau bukan ya Arka gak tau. '' Jawab Arka asal.


''Bukan milik Yolla kan, ?''


Arka menatap lekat manik kedua mata Mama nya, mencari sesuatu di dalam mata tersebut.


''Yolla lagi, Yolla lagi, '' Pikir Arka mulai jengah.


Sejauh kamu sembunyikan, tetap ke lihatan Ma. Dengan sikap kamu seperti ini, sudah bisa di lihat sebuah bentuk sayang mu ke pada Yolla.


''Aku menyesali pilihanku yang tidak tepat, karena mestinya aku bisa lebih baik tetapi justru berakhir berantakan seperti ini” Mama Dania.


“Penyesalan selalu datang belakangan, kalau di depan maka itu adalah pendaftaran.'' Arka.

__ADS_1


__ADS_2