
''Tidak perlu, repot-repot memesankan aku minuman dan sebagai nya, karena aku tak akan lama.'' Seraya melangkahkan kaki masuk kedalam kamar milik Yolla. Dan di susul tiga bodyguard ke percayaan Mama Dania dari belangkang.
Kening Yolla mengerut, ketika ada satu bodyguard hanya berdiri tegak dengan pandangan lurus kedepan. Menatap tiga punggung orang yang kian menjauh.
Yolla yang hendak ingin bersuara, namun, tiba-tiba bodyguard itu melangkah dan berhenti tepat di depan nya saat ini. ''Itu kode pintu rahasia, ada di ruang jenazah Rumah Sakit K'S tempat kamu koas saat ini. Datang lah ke sana, jika kamu ingin tau beberapa hal.'' Ucap nya berlalu pergi dan meninggalkan Yolla terdiam mematung di tempat nya berdiri. ''Apa maksud nya, ?'' Tanya Yolla ke pada bodyguard itu yang sudah pergi menjauh.
''Hai, ''
''Yolla, '' Panggil Nyonya Dania, dari balik dinding pematas ruang tamu dengan kamar nya.
''I i iya, '' Jawab nya sambil melangkah masuk.
''Ini apa, hah? ini jam tangan seorang pria, kenapa bisa berapa di atas ranjang kamu.? Jadi benar, apa yang di bilang bellboy hotel ini barusan,? Kalau kamu ke sini dengan pria lain..?'' Marah Mama Dania.
__ADS_1
Yolla tak bergeming sedikit pun dari tempat nya, bahkan mulut nya juga tidak bisa mengeluarkan suara untuk mengelak nya lagi.
''Dasar Arka sialan, dia bilang tadi barang-barang nya sudah di sembunyikan di kolong tempat tidur. Lalu, itu apa yang di penggang oleh Mama Dania sekarang ini.?''
Sebuah jam tangan mahal milik Arka berada di tangan mertua nya alias Mama nya Arka sendiri.
Yolla menghela nafas panjang nya, sebelum memberi alasanan bohong ke pada Mama mertua nya itu.
''Itu, itu milik teman ku Nyonya Dania. Eh bukan temen ku, tetapi di kekasih dari asistenku Lula. Yang baru tadi dia mengantar barang-barang ku selama aku menginap di hotel ini. Maksud aku bukan mengantar barang-barang ku tetapi dia hanya membantu kekasih nya yaitu Lula asisten pribadi ku.'' Ucap Yolla sedikit Gugup.
''Untung barang laknat itu jatuh di samping sini, bukan di samping sana yang dimana tempat Nyonya Dania berdiri. '' Syukur lah, '' Batin Yolla sedikit lega.
Dengan pura-pura mencari ponsel nya, Yolla berjalan menuju laci dekat dengan tempat tidur. Yang tidak terlalu jauh dari celana laknat itu berada. ''Sebentar, biar aku ambil ponsel ku untuk mengabari Lula. Kalau jam tangan kekasih nya tertinggal di sini saat mangantar koper nya tadi.'' Ucap Yolla seraya melangkah ke sisi ranjang tersebut.
__ADS_1
Dengan tendangan salah satu kaki Yolla, kini tendangan itu berhasil membuat barang laknat itu masuk ke dalam kolong ranjang tersebut.
''Berhasil, '' Pikir Yolla senang. ''Maaf Nyonya, aku izin dulu untuk menghubungi asisten ku Lula.''
Hmmm, balas Mama Dania sambil mengamati seluruh area tempat tidur milik Yolla.
''Iya, hallo. '' Jawab Lula dari seberang.
''LLula'' Panggil Yolla tenang dan juga begitu menyakinkan. ''Mmm jam tangan kekasih mu ke tinggalan di sini tadi, kamu ambil ya sekarang juga.'' Harap Yolla.
''Tapi, kamu ada di ma____''
''Sekarang ya, aku tunggu.'' Potong Yolla cepat sebelum Lula bertanya dimana diri nya berada sekarang ini. Bisa gagal dong kalau dia lagi berbohong.
__ADS_1
Tut, panggilan di putus paksa oleh Yolla. Dengan gerakan cepat, jemari Yolla menulis share lokasi untuk di kirim ke pada asisten nya, Lula sekarang juga.