Mantan Suami

Mantan Suami
# 82


__ADS_3

''Bagaimana dengan rasa nya, ?'' Tanya Maya yang sudah tak sabaran menunggu hasil nya. Apa lagi, kini Arka yang pertama mengomentari masakan nya.?


''Cukup enak, '' jawab Arka singkat.


''Apa kamu suka, ?''


''Suka, '' Jawab Arka singkat lagi.


Mencicipi masakan kalau orang nya sudah lama tidak pernah masak. Jujur tidak enak, demi menyenangkan orang yang sudah berusaha keras memasak. Tidak masalah berbohong demi kebaikan, batin Arka.


''Terima kasih, lain kali aku masakin khusus untuk mu.?'' Ucap Maya, dengan mata berbinar.


''Coba kamu makan yang ini, ini ayam dengan bumbu rujak.'' Tawar Maya.


Aaaaa, ''Ayolah sedikit saja.'' Mohon Maya.


Dengan terpaksa Arka membuka mulut nya.


''Enakkan, '' Maya.


Dan di jawab anggukkan kepala dengan cepat.


''Boleh kan, sesekali aku datang ke Rumah Sakit, bawain kamu makan siang.'' Ucap Maya penuh harap.


''Mas, '' Panggil Yolla, dengan satu tangan meraih ponsel nya.


Arka yang di panggil menoleh ke arah istri nya. ''Iya, ''


Yolla memperlihatkan layar ponsel nya ke pada Arka. ''Bulan ini kamu belum mentransfer bulanan ku.''


''Kamu tidak lupa kan, kalau tidak ada uang orang-orang tidak akan suka dengan kita.'' Ucap Yolla dengan maksud tertentu.


''Biar aku transfer sekarang juga,'' Ucap Arka mulai membuka ponsel nya.


Hanya hitungan detik, ponsel Yolla yang berada di atas meja bergetar.


Dengan santai Yolla membuka notif tersebut dan benar saja. Notif itu berasal transferan uang dari suami nya Arka.


''Makasih,''

__ADS_1


CUP, satu kecupan di layangkan oleh Yolla tepat di bibir Arka, suaminya.


Dan beralih ke salah satu pipi nya juga.


''Kamu telah membuat aku jadi murahan Mas Arka. Karena kamu tau, hal seperi ini bukan sifat ku, apa lagi berebutan hanya seorang laki-laki, yang mudah untuk aku sedekahkan.'' Mudah sekali hanya berucap di bibir, berbeda lagi di dalam hati nya yang rasa nya sakit sekali melihat ke Keakraban mereka berdua.


''Jangan lupa, bulan depan tidak boleh telat waktu.'' Ucap Yolla, yang hendak berdiri.


''Mau kemana, ?''


''Ke toilet, '' Balas Yolla ketus.


Dengan langkah kaki sedikit lebar, Yolla tidak memperhatikan di sekitar nya.


Tanpa Yolla tau, ada anak kecil yang sedang merengek ingin bertemu dengan nya, saat melihat dia berjalan ke arah toilet.


''Sayang, kita tunggu Bu Dokter nya di sini saja Ya.'' Bujuk Bian.


TIGA PULUH MENIT,


Yolla keluar dari kamar mandi, dengan wajah sedikit segar setelah dia mencuci muka nya.


Dengan tiba-tiba membuat tubuh Yolla sedikit terhuyung ke arah belakang.


''Hai, kenapa kamu ada di sini.?'' Bingung Yolla, dan langsung mengitari sekitar toilet. ''Tidak ada orang. '' Gumam Yolla.


''Menggendong Dio.''


''Sama O o om Bu Dokter.''


''Om nya kemana.?'' Tanya Yolla mengitari sudut depan toilet kembali. Siapa tahu tadi dia tak melihat nya, dan hasil nya sama aja, tidak ada.


''Ada di depan, Bu Dokter.'' Suara codel Dio.


''Ya udah, kita ke depan sekarang.''


''Itu, tu tu Om Bian.'' Pekik Dio, membuat orang-orang yang dalam Cafe menatap Yolla yang sedang menggendong anak kecil.


Bahkan Arka yang baru melihat nya terkejut bukan main. Di tambah lagi Yolla berjalan ke arah laki-laki di ujung sana. Bukan menuju meja yang bersama nya sejak tadi.

__ADS_1


Dengan langkah lebar Arka menghampiri Yolla istri nya itu sedikit tergesa-gesa.


''Kalau punya anak harus di jaga Bian,'' Sindir Yolla.


''Aki sudah menjaga nya, dia saja yang ingin mencari Mama nya.''


''Duduklah, jangan berdiri di situ.'' Tawar Bian


''Gak bisa, '' Datang tiba-tiba, mencegah Yolla untuk duduk bersama dengan laki-laki lain.


''Aapaan sih, duduk di sana dan duduk di sini juga tidak ada yang berbeda, sama-sama duduk.'' Balas Yolla, mungkin ini kesempatan nya untuk memberi pelajaran kepada Arka Suami nya itu. Kalau hati sakit karena cemburu, sakit nya sampai ke hulu hati yang dalam. .


Bersiap untuk kehilangan nan Satu, karena hati tak bisa dibelah. Dia akan retak sendirinya


Jika perkara mengiklaskan itu mudah sudah ku lakukan sebelum kau menemui nya


Jika dahulu dia sudah ada, mengapa kau usik aku?


Seolah kau bilah hati ini menjadi kepingan tak bersalah


Kau sedang mengujiku, mas? Kata-kata mu hanyalah asap bagi ku. Karena tidak bisa ku tangkap.


Aku melihat asap berkumpul dengan awan, Dan tak lama turunlah hujan.


Itu bagian darimu, Namun kau harus tahu, Mas?


Hujan tidak bisa bertahan lama, akan berhenti, lalu tanah menyerap air nya.


Dan, kau pun akan menghilang dari hati ku.


...****************...


...****************...


Baca juga, Bukan Suami Pengganti.


Cerita nya tak kalah seru nya dari Mantan Suami.


Follow dulu seusai membaca ya💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2