Mantan Suami

Mantan Suami
# 47


__ADS_3

Ceklek


''Sayan_______'' Ucapan Arka terhenti, kala melihat siapa yang berdiri di tengah-tengah pintu tersebut.


''Siapa yang kamu panggil sayang, Arka. ?'' Tanya Mama Dania berjalan mendekati ke arah putra nya.


''Tidak ada, Mama salah mendengar kali. Maksud aku tadi saya, bukan sayang. Sekretaris aku yang sejak tadi menganggu saya mengerjakan berkas-berkas akhir bulan ini.'' Jelas Arka panjang dengan wajah yang menyakinkan.


Mama Dania menjatuhkan pantat nya ke kursi, di depan meja putra nya yang kini dia tempati. ''Nyakin, tidak Yolla yang kau panggil sayang itu,? Ngomong-ngomong tentang Yolla, ke mana dia sekarang, kok Mama tidak melihat nya? Sepanjang jalan aku kesini Mama sama sekali tidak berpapasan dengan nya ?''


Atensi Arka pada berkas kini terganggu ada nya Mama. Yang di mana Mama nya menyebut kan nama Yolla istri nya itu.


Arka kini beralih ke arah Mama Dania di depan nya. ''Hubungan nya sama Arka, apa Ma, ?'' Tanya Arka, kembali fokus dengan deretan huruf hitam di kertas putih di tangan nya.


''Mama kangen sama dia,'' Jawaban Mama Dania mampu membuat gerakan tangan Arka terhenti, kedua mata Arka beralih menatap lekat ke arah Mama nya.


Mama Dania di tatap seperti itu menjadi salah tingkah sendiri. ''Maksud Mama itu, Mama kangen sama kamu. Kamu sudah satu minggu lebih tidak pulang ke rumah. '' Alibi Mama Dania.


Huuf, Arka menghela nafas lelah nya. Sudah beberapa kali Mama nya selalu ke ceplosan bilang kangen sama Yolla istri nya itu. Setelah itu alasan nya lagi dan lagi juga sama. ''Ada apa dengan Mama nya akhir-akhir ini.?'' Pikir Arka yang mulai lelah karena keadaan.

__ADS_1


''Aku tau, Mama sangat sayang sama Yolla. Aku juga tahu, keras nya Mama pada Yolla hanya untuk menutupi kejadian di masa lalu. '' Terang Arka.


''Arka mohon, Jangan salahkan diri Mama sendiri, soal kejadian di masa lalu.'' Mohon Arka. ''Berubah lah sikap Mama pada Yolla, jika Mama menginginkan Yolla kembali.''


Mama Dania tak bergeming dari tempat nya, kejadian di masa lalu kini berputar di kepala nya.'' Tapi Arka, Mama masih takut. '' Lirih nya.


''Aku akan jujur sama Yolla jika itu bisa membuat ketakutan Mama sedikit menghilang.'' Beritahu Arka.


''Jangan, jangan Arka Mama mohon.'' Mohon Mama Dania yang terlihat ketakutan.


''Sampai kapan, Ma ?'' Menjambak rambut nya karena frustasi.


''Kalau Mama tidak mau jujur sama Yolla ok, tidak masalah. Tetapi Arka mohon, jangan bertanya soal Yolla lagi ke pada ku. !'' Ucap Arka penuh penekanan.


...****************...


Klik


Pintu tertutup sendiri nya, setelah Yolla melewati pintu tersebut. Dengan hati mencuat, rasa penasaran melebihi rasa takut kalau sampai dia ke tahuan oleh sang pemilik nya.

__ADS_1


Langkah demi langkah Yolla menyusuri setiap ruangan tersebut.


Hingga kaki Yolla berhenti di salah satu ruangan, ruangan yang di dalam nya ada suara anak kecil yang sedang bermain, mungkin.


Ceklek, Dengan gerakan lembut tangan Yolla sebelah kanan perlahan membuka pintu tersebut.


Dari kejauhan sana, senyumam tipis terbit di sudut bibir seorang laki-laki yang bersandar pada dinding yang mendominasi warna hijau daun tersebut. ''Semoga kamu bisa cepat keluar dari sini, '' Batin laki-laki tersebut.


''Sudah cukup penderitaan mu selama berada di sini. Maaf, dulu aku melakukan karena sebuah perintah. Hingga menghasilkan seorang putri yang begitu cantik.'' Batin nya yang menyesal. ''Maaf, ''


''Ma,,macan mamah, a aa mama gak mau macan ya. '' Celoteh anak kecil itu, dengan menggoyangkan sendok makan nya pada wanita yang duduk ngelamun dengan tatap kosong itu.


Semua celotahan anak kecil itu, tak di respon sama sekali oleh wanita itu.


Entah kenapa, di dalam pemikiran Yolla kini ke arah, kalau wanita itu terkena gangguan mental. Karena posisi wanita itu duduk ke arah samping, membuat Yolla hanya melihat setengah dari wajah nya saja.


''Seperti nya tidak asing untuk ku. '' Gumam Yola. ''Tetapi ketemu di mana nya. ?'' Yolla berusaha mengingat- ingat kembali sosok wanita yang duduk di pinggiran kasur itu.


Dengan bibir yang pucat, rambut yang sedikit kusut serta baju tidur yang lecek. Penampilan seperti ini membuat pikiran Yolla yang enggak-enggak. ''Apa hubungan nya dengan Mama Dania, ? Siapa anak kecil yang di sebelah wanita itu. ?'' Yolla memijat pelipis nya yang sedikit pusing.

__ADS_1


__ADS_2