Mantan Suami

Mantan Suami
# 84


__ADS_3

Byur


Dalam sekejab, wajah cantik Yolla basah kuyup terkena air putih satu gelas yang datang tiba-tiba tanpa bisa menghindar.


Satu gelas masih utuh, yang belum di minum sama sekali oleh sang pemilik nya, Dio. Anak kecil yang sejak tadi sibuk dengan makanan nya sendiri, omelet mie yang di atas ada sosis kesukaan nya.


Hanya ada satu, yang bisa di lakukan oleh Yolla yaitu, dengan dia memejamkan ke dua mata nya dengan sempurna. Menghindari air putih tersebut masuk ke dalam ke dua mata nya.


Setelah beberapa menit, dengan perlahan kedua mata Yolla mulai bergerak terbuka seusai di hapus dengan ke dua tangan nya.


Dengan santai, tangan Yolla bergerak meraih tisu yang di berikan oleh Bian. Menghapus dengan tisu dan bergerak lembut hingga wajah nya sedikit berkering dan tidak terlalu basah. Menyisakan baju yang bagian atas nya yang basah akibat terkena air mengalir dari wajah nya.


Tanpa ada rasa terkejut, Yolla masih bergerak santai tanpa ingin memarahi seseorang yang telah berani berbuat seperti ini di depan umum.


Sedangkan sang pelaku nya sudah menahan emosi nya hingga kuku-kuku panjang menancap di daging nya sendiri. Dan kini terlihat sedikit memerah akibat genggaman nya yang terlalu erat. Ketika melihat respon yang Yolla tunjukan ke pada diri nya, dan ini, benar-benar menguji ke sabaran nya saat ini juga. .


''Kau tak ingat, dahulu, keluarga Charles memungut mu dan menjadikan kamu istri dari seorang Arkana Charles, laki-laki yang seharusnya mendapatkan istri lebih segala nya dari kamu.'' Bisik Maya, dengan sorot mata menyimpan kebencian terhadap Yolla.


''Menghancurkan masa depan nya sendiri, desakan dari ke dua orang tua nya terus-menerus.Yang harus mau menikah dengan kamu, Dan ini yang dia dapat dari kamu setelah pengorbanan nya, hah.?'' Lanjut Maya.


''Kau benar-benar gak tau diri menjadi perempuan Yollanda Amber.'' Lanjut Maya lagi dengan penuh emosi.

__ADS_1


''Apa kedua orang tuamu tidak mendidik kamu arti balas budi, ? Atau kedua orang tua mu tidak bisa mendidik kamu menjadi wanita yang baik-baik. Sehingga kamu menjadi wanita murahan ingin memiliki dua pria sekaligus.''


''Uuuuuuups lupa, kamu kan tidak memilki kedua orang tua lagi. Yang meninggal akibat kecelakan pesawat terbang lima tahun yang lalu. Mungkin ini ya, mungkin, ke dua orang tua kamu malu memiliki anak seperti diri mu. Maka nya dia memilih pergi dari pada hidup bersama dengan kamu.'' Ucap Maya mengejek menghina tanpa menoleh siapa diri nya sesungguhnya.? Tanpa tau kebenaran nya, yang hanya dia tau dari luar nya saja.


Yolla sudah di didik anggun serta berkelas, oleh Mama Dania. Menahan emosi, mengangkat dagu setinggi-tinggi mungkin.


Tetapi Yolla akan tetap menjadi Yolla ketika ada yang berani merendahkan diri nya atau kedua orang tua nya yang telah tiada. Dia sudah tidak bisa toleransi apa yang Maya ucapan serta tindakan Maya, terhadap pada diri nya.


Dengan gerakan cepat, satu kaki Yolla menarik lutut kaki Maya dari arah belakang maju ke depan.


Brak


Di susul cepat satu tangan Yolla mencengkram erat dagu Maya, mendongakkan ke atas untuk bersetatap wajah dengan nya.


''Jangan sebut nama ke dua orang tua ku dengan mulut kotor mu, karena kamu tak pantas menyebut nya.'' Menambah erat cengkraman di dagu Maya, tanpa memperdulikan ringisan yang keluar dari mulut Maya tersebut.


''Kamu belum tau tentang diri ku sesungguhnya nya, tetapi kamu sudah berani menilai ku seperti itu.'' Bisik Yolla, yang penuh penekanan setiap kata yang keluar dari mulut nya.


''Apa kamu ingin, mencoba menggantikan posisi aku sekarang ini.?'' Ucap Yolla, menaikan ujung alis nya ke atas.


''Apa kau mampu bersaing dengan ku,? Yang kamu bilang wanita murahan, wanita tak tau diri, wanita yang tidak tau arti balas budi. Atau wanita yang tidak mendapatkan didikan dari kedua orang tua ku.''

__ADS_1


''Saya ingatkan, sebelum bersaing dengan ku, siapkan dulu mental mu sebelum masuk lagi ke tempat rahasia empat tahun mu.'' Bisik Yolla.


''Ngomong-ngomong soal balas budi, kamu lupa orang yang pertama kali masuk ke dalam kamar di balik ruang jenazah itu siapa.?'' Membuang kasar dagu Maya, membuat si empu nya terpekik kesakitan.


Maya mengumpat seisi kebun bintang di sebut semua, dengan menatap tajam ke orang-orang yang sedang melihat ke arah nya.


Banyak berbisik-bisik tentang sosok Maya yang kini duduk di atas lantai.


''Kenapa dia mirip sekali dengan model yang telah hilang di media sosial dan tv.?''


''Jangan ngaco, kalian lihat deh dari segi penampilan nya, gak pantaskan dia jadi model.''


''Iya, kulit nya hitam lagi.''


Maya yang sudah tak tahan lagi, dia beranjak dari duduk nya dan ingin cepat pergi dari tempat Cafe tersebut.


Dan sebelum itu, ''Lihat saja nanti, aku akan merebut Arka dari kamu.'' Tunjuk Maya pada Yolla,


''Silahkan, jika kamu bisa.''


Dengan hentakan kaki, Maya keluar dari Cafe tersebut dengan menahan Amarah nya yang tertahan.

__ADS_1


__ADS_2