Mantan Suami

Mantan Suami
# 91


__ADS_3

RUANG RAWAT INAP MAMA DANIA.


"Apa kamu sudah menghubungi Yolla,?" Tanya Nyonya Dania, yang sudah bertanya berulang kali kepada putra nya, Arka.


"Sudah Ma, aku juga sudah mengirim chat ke ponsel nya. Tetapi sampai sekarang belum juga di baca, dan masih centang satu." Ungkap Arka, sambil menatap layar canggih nya.


"Coba kamu hubungi dia lagi, siapa tau tadi dia berada di dalam kamar mandi atau mungkin masih berada di ruang operasi.?" Pikir Mama Dania.


"Yolla sudah keluar dari ruang operasi, tiga puluh menit yang lalu, Ma, kata om Herman." Sahut Arka cepat.


"Ok, aku coba hubungi dia lagi, siapa tau di angkat.?" Putus Arka, dengan berjalan sedikit jauh.


''Iya, kamu benar.''


Tut


''Iya hallo Mas, '' Jawab Yolla dari seberang.


''Akhir nya di jawab juga, kamu kemana aja.? Sedari tadi aku hubungi gak di jawab-jawab.'' Tanya Arka, yang terdengar sedikit kesal di telinga Yolla, pikir Yolla.


''A aku dari dalam kamar mandi, memang nya ada apa.?'' Jawab Yolla, dengan perasaan bercampur aduk, Menggenggam satu alat yang membuat nya syok.


''Mama ku hari ini sudah di izinin untuk pulang ke rumah. Dan Mama ku juga ingin sekali kamu ikut menjemput nya.'' Jelas Arka.


''Sekalian kita makan bersama dengan keluarga ku, kamu bisa kan?.'' Ucap Arka penuh harap, semoga istri nya itu mau berkumpul dengan keluarga nya. Meskipun keluarga nya pernah membuat nya sakit hati. Dan juga terkekang dengan banyak nya aturan.


Arka sedikit cemas, yang sejak tadi istri nya belum juga memberi jawaban atas ajakan dari nya.


''Bagaimana, ?''

__ADS_1


''Hmm ok, tunggu aku lima belas menit lagi, aku akan segera ke ruang rawat inap Mama.''


''Aku tunggu, ''


''Iya, Aku matiin dulu.''


Tut.


Yolla bernafas lega, dan kembali menatap test pack yang bergaris dua. ''Aku hamil, '' Tangan nya terangkat mengusap perut nya yang masih rata. ''Aku masih gak nyangka, di sini ada janin yang sedang bertumbuh.'' Ucap Yolla, dengan menghapus air mata nya yang sempat menetes.


''Ingat Yolla, hamil adalah kebahagiaan, melahirkan adalah kebahagiaan, melihat anak-anak tumbuh adalah kebahagiaan. Maka berbahagialah setiap saat, dan kamu pasti nya bisa.'' Batin Yolla.


Yolla menyimpan alat test pack yang bergaris dua itu ke dalam tas nya. Dengan sedikit terburu-buru, Yolla segera pergi meninggalkan loker nya yang sudah dia kunci. Dan bergegas menuju kamar rawat inap Mama Dania.


...****************...


Terdengar hembusan nafas panjang dari Yolla sebelum membuka pintu kamar inap tersebut.


Ceklek


Tiga pasang mata itu langsung tertuju ke pada diri nya, yang masih tak bergeming di tempat nya tengah-tengah pintu kamar tersebut.


''Masuk lah sayang, jangan berdiri di situ aja.'' Tegur Mama Dania dengan tatapan hangat seorang ibu.


DEG, hati Yolla berdesir hebat, beru kali ini dia mendengar panggilan sayang dari Nyonya Dania.


Gejolak hati yang seakan akan ingin menjerit, air mata nya juga ingin mengalir sekarang juga, namun itu semua masih bisa dia tahan dengan sempurna.


''Siang semua nya, ''' Sapa Yolla tersenyum kaku.

__ADS_1


''Siang sayang, sini duduk di dekat Mama.'' Jawab Mama Dania cepat.


Yolla melihat kearah Arka, dan di balas dengan senyuman dari suami nya. ke dua mata Yolla bergulir ke arah Papa Bagio, dan di balas juga dengan senyuman serta anggukan kepala pelan dari Papa mertua nya itu. .


Sebelum berjalan mendekat kearah Mama Dania, Yolla berdehem terlebih dahulu.


Ehem,


''Bukan nya hari ini Mama sudah mau pulang ya.? Kenapa belum siap-siap.?'' Tanya Yolla, dengan duduk di dekat Mama mertua nya itu.


''Sengaja, nungguin putri Mama yang belum datang.'' Jawab Nyonya Dania, menatap intens ke arah Yolla. ''Wajah kamu kok pucat, apa kamu lagi sakit.?'' Ucap Mama Dania yang terlihat cemas.


Yolla menggeleng cepat, ''Hanya kelelahan, Ma.'' Bohong Yolla.


''Tidak berbohong, '' Selidik Mama Dania.


''Tidak, ''


''Sungguh, ''


''Iya, ''


''Aku percaya, kali ini. '' Membuat Yolla mengangguk lemah.


''Sayang,''


''Iyah,''


''Mama berharap kamu sudah mau maafin, Mama.'' Mohon Mama Dania.

__ADS_1


__ADS_2