
''Maaf, maaf soal kemarin, yang sudah membuat kamu sakit hati karena aku, karena sikap aku yang tidak peka dengan perasaan kamu.'' Ucap Arka dengan suara serak menahan tangis.
''Soal kemarin, tidak sepenuh nya salah kamu Mas. Mungkin aku yang terlalu cemburu melihat kedekatan kalian berdua.''
''Gak, kamu gak salah, kalau kamu cemburu dengan ku itu hal wajar sayang, karena aku suami kamu.'' Mempererat pelukan nya. ''Aku tidak mau kehilangan kamu kedua kali nya, sayang.'' Lanjut Arka.
''Jika sikap ku menyakiti kamu, kamu boleh menegur ku, kamu boleh menghukum ku. Namun hanya satu yang aku pinta. Jangan pernah pergi meninggalkan aku, aku tidak bisa sehari tanpa mu.'' Ucap Arka.
''Lantas, jika kamu suami ku. Apa aku boleh, melarang kamu berdekatan dengan Maya lagi.?'' Tanya Yolla, lebih memastikan lagi.
''Boleh, pasti nya boleh. Itu arti nya kamu sangat mencintai ku.'' Sahut Arka semangat.
''Aku serius,''
''Aku juga serius,'' Jawab Arka cepat.
Cup, Arka mengecup lembut pipi putih Yolla.
'''Kamu sudah memaafkan aku kan, kamu tidak lagi marah sama aku kan. Kita baikan ya, kita baikan please.'' Mohon Arka.
Yolla menghela nafas panjang, sebelum mengangguk kan kepala nya pelan. ''Jangan di ulangi lagi, !''
''Ya, aku tidak akan mengulangi nya lagi. Dan aku akan memberitahumu, jika dia menghubungi ku. Biar kamu tidak salah paham dengan ku.'' Ucap Arka, sungguh-sungguh.
''Bagus, jika kamu sampai berbohong lagi. Aku tidak akan memaafkan kamu.''
''Iya janji, aku tidak akan berbohong lagi soal apa pun tentang Maya.?''Jujur Arka. Bukan nya selama ini dia tidak berniat menyembunyikan sesuatu tentang Maya. Hanya saja dia lupa memberitahu soal Maya ke pada istri nya itu.
Arka juga tak memiliki rasa apa pun terhadap Maya, kecuali kasian dan juga merasa bersalah. Apa yang terjadi di dalam hidup Maya,? Semua itu gara-gara dia. Ya, gara-gara dia, sahabat baik nya itu yang menjadi korban, kekejaman Mama nya sendiri.
Bahkan selama ini Arka tidak pernah berpikiran untuk menyakiti hati istri nya. Apa lagi mengingatkan kembali akting perselingkuhan nya di masa lalu ke pada istri nya. Seperti yang di ucapkan oleh Papa nya semalam. Dan itu tidak terlintas sedikit pun di benak nya.
__ADS_1
Yolla memperhatikan tangan suami nya yang melingkar di perut nya. ''Mas, sudah rapi.'' Tanya Yolla, bergerak balik badan menghadap ke arah suami nya. ''Tuh kan benar, sudah siap, tinggal berangkat ke Rumah Sakit.'' Membuat Arka tersenyum kaku, dengan melepaskan pelukan nya.
''Ku pikir kamu sudah pergi ke Rumah Sakit, maka nya aku siap-siap akan pergi juga menyusul kamu.'' Jawab Arka jujur.
Yolla menelisik seluruh penampilan suami nya itu yang sedikit aneh.
Bola mata Yolla seketika melebar, saat dia tau kalau suami nya itu belum mandi. ''Iiih bau, belum mandi.'' Ungkap Yolla berbohong, dengan pura-pura memperagakan menutup hidung nya karena bau.
''Kok kamu tau, '' Malu Arka, dia tidak pernah mengabaikan penampilan nya, karena itu sangat penting bagi nya. Pergi dalam bekerja selalu berpenampilan cool dan wangi dengan parfum Peau de Pierre parfum maskulin yang mengungkapkan sisi kalem bagi laki-laki.
Peau de Pierre jadi pilihan seutuhnya parfum pria yang intens. Namun memiliki sedikit sentuhan feminin yang misterius. Perpaduan menawan dari aroma smoky, woody, dan earthy. Mineral accords jadi top notes-nya, dilanjut smoke accords pada middle notes, dan ditutup sempurna black accords untuk base notes.
''Aku mandi dulu,'' Berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi.
...****************...
MEJA MAKAN
''Bi, ''
Menarik kursi bersiap duduk, ''Mas Arka belum turun,''
''Belum Nyonya, ''
''Tolong dong Bi, panggilkan.''
''Baik Nyonya.''
''Gak perlu Bi, '' Sahut Arka, dari atas tangga yang hendak melangkah kan kaki nya turun ke bawah.
Yolla cukup terpukau dengan penampilan suami nya, hingga lupa berkedip.
__ADS_1
''Kenapa menatap ku seperti itu,? Apa ada yang salah lagi.?'' Tanya Arka, langsung sibuk melihat penampilan nya sendiri.
''Mau janjian sama Maya siang ini,? Atau Maya yang akan mengantarkan makan siang mu sekaligus temu kangen gitu.'' Sindir Yolla kesal.
Arka melebarkan bola mata nya dengan sempurna. Mendengar tuduhan istri nya seperti itu.
''Kamu ngomong apa sih sayang, aku gak ngerti.?'' Menghampiri istri nya lebih dekat lagi.
''Stop, jangan mendekat.'' Menutup hidung nya kuat-kuat.
''Kamu memakai parfum apa sih Mas, bau nya sampai begini.?''
''Parfum, parfum aku ya seperti biasa nya, memang nya kenapa dengan parfum .?'' Bingung Arka.
''Coba kamu cek sendiri, bukan parfum aku yang bau. Mungkin Bibi yang belum mandi.'' Bela Arka, melirik sekilas pelayan yang masih berdiri di antara mereka.
Pelayan yang ikut di sebut, langsung sibuk menghirup aroma tubuh nya sendiri. ''Tidak bau Tuan, sebelum memasak tadi saya sudah mandi lebih dulu.'' Jawab sang pelayan.
''Kau juga menuduhku, kalau aku ini yang bau gitu.'' Menatap tajam ke arah pelayan, membuat pelayan itu langsung ketakutan. ''Tidak Tuan, saya tidak berani.'' Ucap pelayan.
''Bagu______'
Yolla berlari cepat ke arah wastafel, dan langsung memuntahkan isi perut nya yang belum terisi makanan apa pun itu.
Hoek
Hoek
...****************...
...****************...
__ADS_1
Selamat Tahun Baru 2023 untuk saudara-saudaraku di novel ini. Saya berharap berkah Allah dan rezeki Surga akan menyertai kita sepanjang tahun!.🤲🤲🤲💋💋💋
Happy new year