
''Kamu boleh pergi kalau aku sudah tidur, Mas. '' Pinta Yolla entah sudah beberapa kali. dan itu sangat menggemaskan untuk Arka. Yang rasa nya ingin memakan istri nya itu sekarang juga, kalau tidak dia mengingat, istri nya yang baru saja keluar dari Rumah Sakit lagi.
Arka tersenyum dengan mengangguk pelan. ''Iya, sayang ku cup. Sudah ya, kita tidur.'' Ajak Arka dengan menarik selimut untuk mereka berdua.
''Good night sleep well, Cup. '' Ucap Arka pelan mengecup kening nya.
''Miliki hati yang tak pernah membenci, senyuman yang tak pernah menyakiti, dan kasih sayang yang tak pernah berakhir." Pikir Arka yang sangat bahagia.
Hampir satu jam Arka menemani tidur istri nya, Dikira sudah cukup aman, Arka mulai turun dari ranjang yang selalu dia mimpi kan sedari dulu. Tidur satu ranjang, di bawah selimut yang sama dengan wanita yang sangat dia cintai itu.
''Kalau hal ini bukan sangat lah penting, aku tidak ingin meninggalkan kamu tidur sendirian sayang, Cup aku pergi. .'' Bisik Arka berpamitan dan berlalu pergi meninggalkan kamar mereka berdua.
''Tuan, tidak tidur di sini, ?'' Tanya Lukman yang bertugas merawat rumah nya itu.
Arka tersenyum, ''Tidak Pak, malam ini ada urusan yang sangat penting. ''
Ohhh, Pak Lukman mengangguk mengerti.
''Belum pulang, Pak. ?'' Tanya Arka sambil memasuki ke dalam mobil nya.
''Sebentar lagi Tuan, nanggung. ''
__ADS_1
''Oooh, besok pagi jangan bangunkan istri aku, Pak. Biarkan dia bangun sendiri, karena di kurang enak badan.'' Pesan Arka.
''Baik Tuan, ''
''Jangan Lupa, beritahu pelayan kalau besok pagi, membuatkan sarapan pagi istri ku bubur ayam. '' Pesan Arka lagi.
'''Siap Tuan. '' Jawab Pak Lukman tegas.
''Aku pergi dulu, '' Setelah mengucapkan hal itu, mobil Arka meninggalkan rumah yang di tempati istri nya itu.
Mobil Arka menepi di pinggir pos penjaga rumah nya.
Laki-laki berbadan kekar segera menghampiri Tuan nya di dalam mobil tersebut. ''Iya Tuan, ''
Menempuh hampir tiga puluh menit, Mobil Arka kini sudah sampai ke area Rumah Sakit lagi.
Dengan kecepatan tinggi, Arka bisa menghemat waktu untuk segera sampai ke Rumah Sakit K'S, Rumah Sakit yang dia pimpin hampir lima tahun itu.
Dengan mencocokan kiriman kode pintu dengan angka di daun pintu. Kini Arka berhasil membuka pintu yang tidak terlihat itu.
Kedua mata Arka di suguhi nuansa kamar hijau daun dengan wallpaper
__ADS_1
3D Custom pemandangan jendela.
Dengan tujuan wanita yang dulu telah berjasa dalam hidup nya. Arka membuka pintu yang dia yakini , di balik pintu itu ada seseorang yang dia cari.
Ceklek
DEG
Jantung Arka mulai tak beraturan, pemandangan di depan mata nya cukup mengenaskan. Meskipun tempat yang dia tempati, bisa di bilang nyaman. Namun hal itu tidak baik untuk kesehatan mental nya.
Dulu dia seorang wanita yang berkarir, cantik, elegan, modis dan juga pemikat kaum adam untuk di miliki cinta nya.
Dan sekarang ini, keadaan dia seperti ini. Tanpa make up, tanpa gaun indah bahkan tanpa bisa melihat indah nya dunia luaran sana. Hati Arka sakit, sangat sakit melihat kondisi nya seperti ini.
Dengan kaki gemetar, Arka menghampiri sosok wanita yang telah berjasa di dalam hidup nya. Tanpa di minta tubuh Arka luruh ke bawah tepat Maya yang sedang duduk di pinggiran ranjang nya. ''Maaf, maaf, maaf. Maafin aku yang telah membuat mu seperti ini.'' Mohon Arka, menundukkan kepala nya di pangkuan Maya.
Sedangkan Maya, tak bergeming dari tempat nya. Dengan ke dua mata nya menatap ke arah Arka. Memasang telinga untuk mendengar semua yang di utarakan oleh lski-laki di depan nya itu.
''Hukum aku, jika itu bisa mebuat kamu memaafkan aku, May. Aku siap menanggung hukuman dari mu Maya, termasuk memenjarakan aku. ''
Liam yang tak sengaja datang, kini dia mendengar apa yang di utarakan oleh Tuan nya ke pada Maya.?
__ADS_1
''Kenapa kamu tidak mencari ku Arkana. ?'' Tanya Maya yang sejak tadi diam membisu.
''Kamu hilang, tanpa ada yang menjanggal Maya. Semua rapi seperti model yang lain nya, yang akan pergi keluar Negeri dengan waktu tak tertentu.'' Jawab Arka.