
Perasaan lelah itu pasti selalu ada, namun rasa itu pasti perlahan akan menghilang seiring dari kekuatan dan niat manusia untuk kembali berjuang demi kehidupan di masa mendatang.
Lelah, merupakan pertanda jika jiwa manusia telah melewati perjuangan panjang untuk sesuatu atau pun masa depan yang lebih baik.
Bug
Bug
Arka melayangkan tinju langsung tepat ke wajah Bodyguard itu, hingga terjatuh tersungkur di atas lantai. Tanpa bisa melawan atau menghindar, Bodyguard itu hanya bisa pasrah. Karena pukulan itu datang nya secara mendadak mengenai wajah nya.
Dengan gerakan cepat, Arka menarik kerah pakaian yang di pakai Bodyguard itu. ''Apa yang di lakukan oleh Mama ku hingga dia sampai seperti ini lagi, hah. ?'' Geram Arka, sudah beberapa kali Yolla tak sadarkan diri. Dan selalu bersama dengan bodyguard Mama nya itu.
''Jawab, '' Bentak Arka mulai tak sabar.
''Sudah Arka lepasin dia, ingat, ini masih di dalam Rumah Sakit.'' Om Herman berusaha membujuk Arka untuk tidak berlanjut pertengkaran nya.
''Ini tidak ada campur tangan dari Nyonya Dania. Ini murni kecelakaan.'' Jelas bodyguard yang bernama Liam itu.
''Kecelakaan apa, ?'' Ulang Arka membentak.
Engeuh Yolla tersadar dari Pingsan nya, dengan refleks salah satu tangan Yolla bergerak menyentuh leher bagian belakang nya.
__ADS_1
Shsssstt.. ah...Yolla meringis, dengan satu tangan mengusap bagian tubuh nya yang terkena pukulan itu.
''Apa yang kamu rasakan, Yollanda. ? Bagian mana yang sakit, ?'' Cemas Om Herman dengan menyentuh lengan anak didik nya itu.
Ke dua mata Yolla mulai terbuka secara perlahan. ''Prof, Prof ada di sini. ?'' Tanya Yolla, dengan nada lemas.
Sedangkan Arka bangun dari tempat nya, dan melepaskan kerah pakaian bodyguard itu dengan begitu kasar.
Ke dua mata Yolla bersetatap dengan suami nya Arka, dan bergulir pada lelaki yang berada di atas lantai menyentuh sudut bibir nya yang seperti nya berdarah.
Tak sengaja Liam juga menatap ke arah Nona Yolla, yang kini sedang menatap nya tanpa Liam ketahui sejak tadi.
Ke dua pasang mata itu saling menatap beberapa waktu. Dengan arti yang berbeda-beda dan hanya mereka berdua yang tahu.
''Sayang, ''
DEG
Panggilan sayang dari sang suami nya itu, mampu mengalihkan atensi Yolla terhadap bodyguard Mama Dania.
Yolla menghembuskan nafas lelah nya untuk hari ini. ''Satu nya belum selesai, sudah bertambah satu lagi.'' Pikir Yolla memejamkan kembali kedua mata nya .
__ADS_1
Ehem, Arka berdehem untuk menghilangkan suasana yang tiba-tiba mencekam.
''Apa kamu tidak haus setelah bangun dari pingsan mu. ?'' Tanya Arka, dan lebih tepat nya memberi perhatian kepada istri nya itu. Untuk segera minum dulu sehabis bangun dari pingsan nya.
''Iya, aku haus. '' Jawab Yolla tanpa bersuara. Dengan perlahan membuka kembali kedua mata nya yang baru terpejam menahan nyeri bagian leher belakang nya.
Yolla terus mengingat-ingat kembali, wanita itu yang tak begitu asing untuk nya.
''Ah, sial nya dia tak mengingat sama sekali wanita itu. '' Pikir Yolla memijat pelipis nya.
''Ini, minum dulu, '' Om Herman menyodorkan segelas air putih dan di sambut cepat oleh Yolla.
''Maaf Yolla, seperti nya aku tak bisa berlama-lama di sini. Soal nya aku ada janji sama keluarga ku di rumah untuk makan malam bersama. '' Beritahu Prof Herman dan segera berlalu pergi.
''Tidak masalah, Prof. '' Jawab Yolla tersenyum sopan. ''Terima kasih Prof, sudah menjenguk ku di sini. '' Ucap Yolla berterima kasih.
Om Herman mengangguk dan tersenyum, ''Iya, cepat sembuh. '' Balas nya dan berlalu pergi.
Ruangan yang mendominasi warna putih tersebut, kini terasa canggung di antara mereka bertiga.
Ehem, ''Bagaimana dengan keadaan mu, Yolla. ? Bagaimana juga, cerita nya kamu bisa masuk ke Rumah Sakit lagi dengan keadaan pingsan. ?'' Arka penasaran.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa, follow dulu sesudah membaca guys, MOMY SIU 🙏