Mantan Suami

Mantan Suami
# 43


__ADS_3

''Eh, '' Yolla terkejut, saat Arka suaminya menarik dia ke atas pangkuan nya. Dia tak menyangka, kalau suami nya memanggil nya hanya untuk melakukan hal itu.


''Mas, '' Bisik Yolla, di sela-sela ciuman itu berlangsung. Dengan gerakan pelan tangan Yolla mendorong tubuh kekar suami nya agar ciuman itu terlepas.


Terpaksa, Arka melepas kan ciuman panas nya dengan bibir pink yang sudah bikin candu itu. ''Kenapa, sayang, hmm ?''Jemari Arka merapikan anak rambut istri nya yang sedikit berantakan.


'' Hahh, Ini kan di Rumah Sakit Mas, nanti ada yang masuk bagaimana, ?'' Tanya Yolla yang sedikit takut, kalau tiba-tiba pintu ruangan ini di buka dari luar dan🙈 dia bisa malu.


''Tidak ada yang berani masuk ke dalam sini sayang, tanpa izin dari ku.'' Ucap Arka yang menyakin kan.


''Tapi Mas, tetap aja kalau nanti ada yang mengetuk pintu. Dan kita berdua tidak mendengar nya bagaimana. ?'' Tanya Yolla lagi dan sedikit gugup.

__ADS_1


Arka yang melihat istri nya kurang nyaman, pada akhir nya Arka mengajak Yolla untuk berdiri. Kemudian dia berjalan ke arah pintu dan membuka nya. ''Don't Distrub. '' Yang arti nya dia tidak ingin di ganggu.


Brak


Klik, klik pintu tertutup rapat dengan sempurna.


''Selesai sayang, dan sekarang kamu tidak punya alasan lagi. '' Ucap Arka seraya melangkahkan kaki nya ke arah Yolla. Dengan gerakan tangan mulai membuka jas putih, yang dia kenakan dan di taruh sandaran kursi kebesaran nya itu.


Sedangkan Yolla hanya berdiri membeku, tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang ini.? Apa lagi melihat Mas Arka semakin mendekat ke arah dia nya.? Dengan refleks ke dua kaki Yolla melangkah mundur sehingga dia terjebak meja yang lain dan seperti nya lebih panjang dari meja kerja milik suami nya di sebelah sana.


Dengan gerakan cepat, Yolla menggeleng kepala nya pelan. ''Bu bukan itu maksud ku Mas Arka. Kita tidak mungkin kan, melakukan di Rumah Sakit siang-siang begini. ?''

__ADS_1


Meskipun dia sudah melakukan hubungan suami istri beberapa kali. Namun untuk melakukan di ruang kerja siang-siang begini membuat Yolla masih ragu untuk melayani suami nya di sini. Banyak resiko yang harus di pikir kan jika hal itu benar-benar terjadi.


Arka masih tetap mengabaikan kegelisahan istri nya itu. Kini dia mengangkat Yolla dan mendudukan nya di atas meja. ''Tenang sayang, percaya sama aku. '' Ucap Arka menaruh ke dua tangan nya disamping paha Yolla kanan dan kiri. Dan bisa di lihat kalau Arka sedang mengungkung Yolla agar tidak bisa pergi ke mana-mana.?


''Mas, jika kamu menginginkan nya kita bisa melakukan nya di rumah, bukan di Rumah Sakit seperti ini. '' Bujuk Yolla lagi dan lagi.


Arka menggelengkan kepala, ''Kamu kan tahu, kalau aku benar-benar sibuk, dan seperti nya hari ini aku akan lembur. Lagi pula kamu akan tau sensasi nya melakukan di tempat kerja. Banyak yang bilang, sensasi luar biasa dari pada di rumah, sayang. '' Jemari Arka mengusap lembut pipi istri nya, dan kini mulai menjalar ke arah tengkuk. Kemudian Arka menarik cepat hingga ciuman panas itu terjadi kembali, di bibir istri nya yang kini lebih menuntut.


Jangan lupa, tangan Arka yang satu nya lagi mulai melepaskan kancing baju yang di kenakan oleh istri nya. Mencari sesuatu yang pas di genggam di tangan nya, bergerak lembut mere mas mem ilin menarik membuat Yolla mendesah tak karuan. Ciuman itu berlangsung selama sepuluh menit, dengan perlahan Arka mendorong istri nya untuk terlentang di atas meja yang berbentuk persegi panjang. Ruangan yang mendominasi warna gelap khas pria itu, kini telah ternodai pergulatan panas sang pemilik nya yang hampir dua jam lama nya.


''Good job sayang, kamu semakin pintar,'' Ucap Arka sambil mengusap kepala istri nya penuh kasih sayang. Setelah mereka selesai melakukan pergulatan panas tersebut.

__ADS_1


Yolla yang masih lemas tidak menjawab nya, dan hanya terduduk pasrah sambil mengatur deru nafas nya. Dengan manarik bantal sofa untuk menutupi bagian tubuh nya yang terekspose, meskipun hanya bagian inti nya saja sih.


Arka beranjak dari duduk nya, mengambil pakaian mereka satu persatu yang berada di atas lantai. Setelah itu Arka berjalan menghampiri istri nya yang masih lemas di atas sofa dengan nafas naik turun. Pemandangan di depan mata nya membuat di bawah sana mulai menegang kembali. ''Shiit, '' Umpat Arka di dalam hati. Satu tangan nya mengusap wajah nya dengan begitu kasar ke arah belakang.


__ADS_2