Mantan Suami

Mantan Suami
# 52


__ADS_3

''Malam ini, aku akan pulang ke rumah Mama. Apa kamu tidak ______''


''Tidak perlu khawatirkan aku, aku baik-baik aja. '' Potong Yolla cepat, entah untuk saat ini pikiran nya tidak lagi baik-baik saja. Obrolan di ruang UGD tadi, membuat Yolla terus kepikiran. Banyak pertanyaan yang bersarang di kepala nya saat ini, dan masalah itu rasa nya ingin meledak isi kepala Yolla saat ini juga.


Dan biasanya, kalau pikiran nya lagi kacau seperti ini, obat mujarab nya adalah tempat tidur nya. Itu andalan hal yang di lakukan oleh dia ketika pikiran nya lagi kacau.


Mobil Arka mulai menepi di pinggir jalan, yang kebetulan sekali jalan itu sangat sepi, mengingat jam yang sudah lebih pukul sembilan malam. ''Kamu marah dengan ku, '' Menatap ke arah Yolla kemudian meraih jemari mungil nya untuk di genggam.


''Aku tidak tau akan sepanjang ini sayang, serumit ini.'' Jujur Arka, dia juga tak menyangka bakalan terjadi seperti ini. Apa lagi berniat menghancurkan masa depan seseorang,? Sama sekali tak terlintas sedikit pun di kepala nya, sama sekali.


''Please, jangan mendiamkan aku seperti ini, bicaralah sayang.'' Satu tangan Arka bergerak pelan, menyingkirkan anak rambut ke belakang telinga.


Berulang kali Yolla mengehela nafas berat nya. Mengingat sosok wanita tadi sore, rasa bersalah nya menggrogoti tubuh nya saat ini. ''Ini semua gara-gara aku, aku yang bersalah di sini Mas Arka. '' Lirih Yolla mulai terisak.


Arka menggeleng kuat, ''Ini bukan salah mu sayang, ini semua karena kebodohan ku. Aku yang bodoh, tidak berpikir panjang, aku yang bodoh tidak tau sifat lain dari Mama Aku sendiri. Yang bisa berbuat sekejam itu ke pada seorang perempuan, badahal dia juga perempuan.'' Sesal Arka dengan mata memerah, dia marah pada diri nya sendiri.


Aaakh , Arka menjambak rambutnya frustasi. Menyesal, dia sangat menyesal, ya dia sangat-sangat menyesal. Seandai nya waktu bisa di putar kembali, dia tidak akan melibatkan seseorang masuk ke dalam permasalahan nya. Dan berakibat fatal seperti ini, apa yang dia harus lakukan,? Apa cukup dengan meminta maaf yang tidak sebanding kesalahan nya yang sangat besar.?


Brak.

__ADS_1


''Brengsek kamu Arka, brengsek.''


Brak


Teriak Arka dengan memukul stang bundar mobil nya. Meluapkan segala emosi nya yang kini menyerang dada nya.


Yolla terlonjak takut, ''Mas, '' Panggil Yolla yang hampir tak terdengar, dan juga bertambah terisak.


Arka menoleh ke samping,''Sayang, '' Menarik tubuh Yolla ke dalam pelukan nya. ''Maaf, '' Bisik Arka di telinga Yolla sesekali mengecup pucuk kepala istri nya.


Dia melupakan ke beradaan istri nya yang kini duduk di samping nya.


''Aku memang orang bodoh. Tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Hanya maaf-lah yang bisa kulakukan.''


"Aku tahu aku memang tidak layak untuk dimaafkan dan mungkin tidak akan termaafkan, tapi aku tetap akan meminta maaf !" Harap Arka,


Berteriaklah di depan air terjun tinggi debam suaranya memekakan telinga


Agar tidak ada yang tahu kau sedang berteriak

__ADS_1


Berlarilah di tengah padang ilalang tinggi


Pucuk-pucuknya lebih tinggi dari kepala agar tidak ada yang tahu kau sedang berlari


Termenunglah di tengah senyapnya pagi


Yang kicau burungpun hilang entah kemana agar tidak tahu kau sedang termangu


Dan menangislah di tengah hujan yang lebat


Agar tidak ada orang tahu bahwa kau sedang menangis


Perasaan adalah perasaan


Tidak dibagikan, tidak diceritakan, tidak disampaikan dia tetap perasaan.


Malam ini turun hujan begitu deras mengguyur seluruh kota, seakan alam semesta tahu dan juga ikut menangis.


Dengan saling memeluk, di dalam mobil yang masih terparkir di pinggir jalan. Saling meluapkan rasa menyesal di masa lalu yang kini berakibat fatal. ''Aku akan bertanggung jawab, jika Maya akan menuntut ku, aku sudah siap masuk ke dalam penjara dengan hati yang iklas.''

__ADS_1


__ADS_2