
Berulang kali Arka menghela nafas berat nya, rasa lelah bersemayam di seluruh tubuh nya. Tidak hanya fisik, batin pun juga merasa kan lelah.
...Ketika engkau mulai lelah, tumpahkan saja air mata itu. Engkau juga adalah manusia. Punya rasa punya jiwa....
...Lelah merupakan tanda jika kamu telah berjuang, baik untuk sesuatu maupun masa depan....
...Jangan pernah berhenti saat kamu merasa lelah, namun berhentilah saat kamu telah mencapai puncak....
Mobil Arka baru saja memasuki garansi mobil rumah kedua orang tua nya itu.
Arka juga bisa melihat, di depan mobil nya berhenti ada sebuah mobil kesayangan Papa nya, Papa Bagio.
''Papa sudah di rumah, '' Pikir Arka sambil keluar dari mobil nya.
Hal pertama ketika dia baru pulang, dan sudah selarut ini adalah rumah yang sunyi. Semua lampu telah di padamkan dan menyisakan beberapa tempat tertentu yang masih hidup.
Tidak membutuhkan waktu yang banyak, kini Arka telah sampai ke dalam kamar nya sendiri.
Ceklek
Hal pertama yang di lakukan oleh Arka membuka sepatu nya, sambil mengendurkan dasi di leher nya.
Melangkah pelan menuju kamar mandi nya, untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu sebelum beristirahat.
Tiga puluh menit Arka keluar dari kamar mandi, dengan handuk kecil melilit di pinggang nya menuju ruang pengganti.
Arka keluar dari ruang pengganti hanya mengandalkan pakaian santai yang sudah sering dipakainya untuk tidur. Nggak perlu lengan panjang, sepotong kaos yang gambarnya pudar sudah cukup untuk membuatnya terlelap.
Untuk bawahan nya, biasa nya celana olahraga seperti basket atau futsal yang lembut di kulit, atau hanya sebuah bokser pendek yang paling nyaman untuk dia tidur.
...****************...
__ADS_1
PAGI HARI NYA.
Sinaran mentari telah masuk ke dalam melalui celah-celah pintu. Seakan mengajak pemilik nya untuk bergerak bangun dari tempat tidur nya.
Menjadi pemantik semangat pagi setiap semua orang. Relaksasikan diri dengan sarapan pagi.
Benda persegi canggih yang tergeletak di atas nakas kini bergetar.
Bergerak malas jemari letik itu mengambil benda yang terus bergetar.
''Iya hallo, '' Jawab Yolla dengan suara khas bangun tidur.''
''Good morning dear. '' Ucap Arka.
"Good morning too, Mas. '' Jawab Yolla.
''Sudah bangun, hmm. ''
''Pulang dari sini, jam berapa. ?'' Tanya Yolla seraya turun dari ranjang nya menuju kamar mandi.
''Mungkin jam sembilan. '' Jawab Arka ragu.
''Ooh, ''
''Alih vidio call, sayang, kangen nih mau lihat wajah kamu. '' Pinta Arka.
''Jangan, '' Panik Yolla.
Membuat Arka mengerutkan kening nya. ''Kenapa, gak bersama dengan selingkuhan mu kan. ?'' Tuduh Arka.
Yolla memutar bola mata nya malas, ''Apaan sih, siapa juga yang selingkuh.?'' Kesal Yolla.
__ADS_1
''Lalu kenapa, kamu terlihat panik. ?''
''Mandi Mas Arka, uuupss. '' Yolla menutup mulut nya ke ceplosan.
Arka terkekeh beberapa waktu, sekarang dia tau, kenapa istri nya tiba-tiba panik saat di minta vidio call.
''Ih, kamu mulai berpikiran mesum. Pagi-pagi sudah mau ngajak mandi bareng aja. '' Goda Arka dengan tersenyum tipis.
''Gak ya, aku tidak mengajak kamu mandi.'' Bela Yolla dengan salah tingkah.
''Masa, ''
''Jangan menggoda ku Mas, '' Kesal Yolla.
''Iyain aja deh, dari pada ngambek. ''
''Ishh, udah ya aku mau_____. ''
Tok
Tok
''Arka sayang, '' Panggil Mama Dania dari luar.
''Iya Ma, sebentar. '' Jawab Arka.
''Mama kamu ya, ?''
''Mama kamu juga kali sayang. ''
''Iya deh, iyain aja. '' Jawab Yolla ikutin jawaban dari Arka tadi. Membuat mereka berdua saling tertawa.
__ADS_1