Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta

Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta
CHAPTER 32 : ZI WAN VS KAISAR YAN DAN PARA TETUA 2.


__ADS_3

kesepuluh tertua itu,mundur dari jangkauan Zi Wan,mengambil jarak aman supaya Zi Wan tak menyerang mereka.


Mereka semua masih menyesali tentang pedang mereka yang patah,dengan muka lesu,bagaimana mereka tidak menyesalinya mereka mendapatkan pedang itu dari menyelesaikan setiap misi yang di berikan kepada mereka oleh patriak Sekte pinus gembira.


Bahkan mereka sampai berhadapan dengan kematian saat menyelesaikan misi itu,tetapi semua usaha dan keringat mereka selama ini hancur sia sia di hadapan Zi Wan.


Mereka menggertakan giginya dengan nafas memburu seperti banteng yang akan hendak menyuruduk musuhnya,Zi Wan di sana hanya terdiam dan merasakan bahaya di sekujur tubuhnya,"Aura Ini...Kenapa ada aura ini di dunia ini."Zi Wan mengingat aura seperti ini sama ketika ia melihat dewi sedang mandi pada waktu ia masih di alam semesta suci,Ia di hajar habis habisan tanpa bisa menggerakan tubuhnya sama sekali,karena ia tidak tahu kenapa tetapi saat melihat kemarah seorang wanita ia menjadi takut di sekujur tubuhnya.


Benar saja tubuh Zi Wan tidak bisa bergerak,entah kenapa mungkin karena kutukan atau karena ia dulu sering dimarahi oleh ibunya,karena ia dulu sering berbuat ulah di alam semesta suci,seperti mencuri makanan milik para dewa,atau mengerjai para dewa maupun dewi di sana,pada saat itu yang ia rasakan memang sama seperti ini diam dan hanya mendengarkan ibunya mengomel dengan rasa bersalah dan ketakutan di hatinya,secara tidak sengaja Mereka mengingatkan Zi Wan pada ibunya walaupun bukan ibu kandung Zi Wan tapi Zi Wan sudah menganggapnya ibu kandungnya sendiri.


kesepuluh tetua itu menyerang Zi Wan,dengan ekspresi marah mereka."Kau bajingan apakah kau tahu bagaimana aku mendapatkan pedang ini,tetapi kau malah menghancurkanya.


Dengan Tinju mereka,mereka melesat ke arah Zi Wan.


Bukkkk...


Bukk...


Bukkk...


Zi Wan sama sekali tak bergerak dan menerima pukulan itu dengan telak di wajahnya,Meskipun tubuhnya sangat kuat tetapi masih dapat di lihat lebam merah di mukanya.


Zi Wan di sana tidak merasa sedih karena di pukuli ia malah merasa senang


"HaHahaha.....ayo terus lakukan,rasa ini Rasa yang selalu membuatku rindu.


Zi Wan tertawa terbahak bahak ketika bisa merasakan sakit di tubuhnya karena selama ini ia tak pernah merasakanya selama jutaan tahun jadi ia rindu dengan rasa sakit.


Kesepuluh tetua itu merasa aneh dengan Zi Wan yang tertawa saat ia di pukuli seperti itu."Ayo lanjutkan,jangan berhenti.


Karena sudah lama memukuli Zi Wan mereka akhirnya berhenti karena sudah kesal dengan ekspresi Zi Wan yag tertawa ketika ia di pukuli.


"apakah dia waras."Tanya salah satu tetua agung melihat ekspresi Senang Zi Wan.


"Entahlah...sepertinya ia sudah gila."Jawab tetua ke tiga.

__ADS_1


"Kenapa kalian berhenti."Kata Zi Wan.


"Hahhh...karena kalian berhenti sekarang giliaranku untuk memberikan kalian semua pelajaran."Zi wan mengangkat tanganya memmbentuk seperti pistol lalu menembakan tanganya ke arah kesepuluh tetua dan kaisar Yan.


"Wuhsssshhhhh.....


Bommmmmm....


Sebuah tembakan Qi melesat ke arah mereka,Dengan cepat mereka menghentakan kaki mereka dari tanah dan menhindar dari serangan itu.


Tanah Tanah yang di lewati oleh tembakan Qi Zi wan membentuk cekungan panjang hingga memrobohkan pagar dinding pelindung rumah Hinnga tembus dan membiarkan dinding itu menganga lebar.


Melihat serangan Zi Wan yang begitu Dashyat membuat mereka menghelakan nafasnya,untung mereka cepat menghindar,Jika tidak mungkin mereka sudah bertemu dengan Dewa kematian.


"uh...sepertinya aku terlalu berlebihan."Zi Wan berkata datar tanpa rasa bersalah.


"Em..kaisar kalau begitu aku serahkan kerusakan ini padamu."Zi Wan menepuk pundak kaisar Yan layaknya seorang teman.


"Eh bukankah yang menyebabkan kerusakan ini adalah tuan wan sendiri."Kaisar Yan menolak karena ia memang tidak melakukan apa apa dan ia hanya akan mengganti kerusakan yang di sebabkan olehnya sendiri tetapi jika itu kerusakan yang di sebabkan Zi Wan tentunya ia menolaknya.


Kaisar Yan melihat itu,ia hanya menghelakan nafasnya.


"Baiklah,aku akan memperbaikinya.


"Haha,kau memang benar benar kaisar yang baik hati."Zi Wan memuji sambil menepuk nepuk pundak sang kaisar.


Kaisar Yan sebenarnya sedikit kesal sekaligus sedikit senang di perlakukan layaknya orang biasa,karena disisi lain ia merasa malu dengan orang orang di sekitarnya tetapi juga senang karena ada juga orang yang tak menghormatinya tapi lebih menganggapnya layaknya seorang teman,Kaisar Yan bisa merasakan ini hanya pada saat pertemuan antar tokoh tokoh besar saja.


"Tuan bisakah,kau melepaskan tanganmu itu."Kaisar Yan memerintahkan ZiWan melepaskan tanganya,ia menatab Zi wan dengan aneh.


"Ada apa,apakah kau mengira aku menyukai sesama pria."Tanya Zi Wan melihat wajah aneh sang kaisar.


Kaisar Yan hanya terdiam,Dari tadi ia merasa terus di bodohi oleh Zi Wan,Ia merasa harga dirinya yang tinggi ketika berhadapan dengan Zi Wan sama sekali tidak berarti.


Yan Zu di sana melihat ayahnya dengan wajah seperti itu ia ingin tertawa sekaligus marah secara bersamaan,karena ia marah dengan Zi Wan karena memperlakukan ayahnya hingga seperti itu,tetapi ia juga senang karena melihat wajah Bodoh ayahnya yang pertama kali ia lihat.

__ADS_1


Sedangkan untuk para tetua sekte pinus gembira mereka hanya terdiam melihat situasi aneh di depanya yang tak pernah ia lihat,Mereka tak menyangka oranng seperti Zi Wan bisa menganggap Kaisar Yan seperti temanya sendiri bahkan ia sama sekali tak memandang identitas dari kaisar sendiri.


"Kaisar kau sekarang harus menepati janjimu,aku sudah memenangkan taruhan kita."


"Baiklah,apa yang akan kau minta dariku."Ucap Kaisar Yan dengan nada serius.


"emmm,baiklah bagaimana jika aku meminta singgasanamu."Ucap Zi wan bercanda.


"Lancang,Tuan aku dari tadi sudah menghormati tuan,tetapi tuan sama sekali tidak menghormatiku dan sekarang malah kau ingin meminta singgasanaku,walapun aku mati aku tak akan menyerakanya padamu."Teriak kaisar yan Marah.


Tujuan Zi Wan membuat Kaisar yan marah karena ia ingin melihat kaisar Yan bertarung serius denganya,ia tidak memiliki maksud lain dan hanya itu saja.


"Hei..kenapa kau marah seperti itu,bukankah kau yang ingin mengabulkan permintaanku."Zi Wan tersenyum sinis ke arah Kaisar Yan.


"Kau..."mengepalkan tanganya.


"Baiklah,jika kau bisa membuat putriku mencintaimu dan menikahimu aku akan mengabulkan permintaanmu."Kaisar mencoba menahan kemarahanya.


sementara Zi Wan kecewa karena rencananya tidak berhasil,tetapi ia kagum dengan kaisar Yan ini,bisa menahan amarahanya hingga seperti ini,"memang layak untuk menjadi kaisar."Puji Zi Wan lirih.


"Hahahaha...maaf kaisar tadi aku hanya bercanda saja,aku tak mengira kau bisa tersinggung seperti ini."Jelas Zi Wan.


Kaisar Yan mendengar itu ia menghembuskan nafas beratnya karena dari tadi ia ternyata di bodohi oleh Zi Wan,tetapi ia sekarang tidak marah.


"Em..tapi aku sebagai kaisar tidak bisa menarik kata kataku lagi,jika kau bisa mendapatkan hati putriku,aku siap menyerahkan kekaisaran padamu walaupun akan terjadi bentrokan antar ketiga anaku."Ketiga anak kaisar tidak lain adalah ketiga pangeran.


"Tapi maaf,aku tidak tertarik dengan kekaisaranmu,jadi aku menolak."Ucap Zi Wan menolak membuat kaisar yan lega.


"Baiklah kalau begitu aku dan putriku akan pergi dulu,aku akan memanggil prajuritku untuk memperbaikinya dan juga semoga nanti malam kita bertemu lagi di pelelangan."Kaisar Yan meninggalkan kediaman Zi Wan bersama Yan Zu.


"Baiklah sampai jumpa tuan putri."Ucap Zi Wan tersenyum ke arah Yan Zu,membuatnya merona merah di pipinya.


...........


BERSAMBUNGG......

__ADS_1


__ADS_2