
Mengetahui salah satu temanya telah tiada Kaisar Yan merasa sedih, Ia tidak terima temanya di bunuh begitu saja oleh orang yang tidak di kenalnya sama sekali, Padahal Sua Liang adalah kaisar yang baik dan sangat mengayomi rakyatnya tapi ia dibunuh oleh kaisar baru di benua ini.
"Wang Hui siapa dia, Jika aku melihatnya aku pasti akan membunuhnya." Gumam kaisar Yan menggertakan giginya karena kemarahan.
Zi Wan mendengar Kaisar Yan yang sedang bergumam sesuatu ia hanya tersenyum.
"Kaisar... Apakah kau perlu bantuanku." Ucap Zi Wan.
"Tuan Wan jika anda tidak keberatan aku bisa meminta bantuan pada tuan Wan." Ucap Kaisar Yan bersemangat, lagi pula dengan adanya Zi Wan di sisinya ia yakin bisa menang.
"Baiklah, lalu kapan kita menyerang kaisar benua ini." Tanya Zi Wan.
"Tuan mungkin secepatnya, karena aku takut jika ia terus berkuasa ia akan merugikan banyak orang." Jawab Kaisar Yan.
Mendengar Itu Zi Wan mengangguk.
"Lalu jika kita sudah berhasil membunuh kaisar benua ini, Siapa yang akan memimpin benua ini...?? Apakah kau sudah memilih pemimpin selanjutnya." Tanya Zi Wan, Ia berpikir jika tidak ada pemimpin yang memimpin dunia ini maka benua ini malah akan menjadi semakin terpuruk, karena dengan ketiadaan seorang kaisar maka tahkta kaisar akan di perebutkan oleh para pejabat dan itu bisa menimbulkan perpecahan antar manusia sehingga benua ini akan mengalami kemunduran.
"Em... bagaimana jika tuan Wan saja yang memimpin benua ini." Ucap Kaisar Yan melontarkan pendapatnya.
"Aku..., Kau bercanda ya, jika aku yang memimpin benua ini, kau pikir apa yang akan ku lakukan, sebagai pemuda tampan yang pemalas ini tentunya aku menolak tawaranmu, karena tujuanku hidup adalah mencari musuh dan juga bertarung, jika aku memimpin benua ini bisa saja banyak musuh yang akan memanfaatkanya untuk melakukan kerusuhan dan mungkin mereka akan menyandra rakyat. Itu akan membuatku kerepotan bisa saja aku mati karena mengalami stres berat yang di sebabkan oleh mengurusi kekaisaran." Protes Zi Wan menolaknya.
Mendengar itu kaisar yan hanya tersenyum kecut, dengan kepribadian Zi Wan yang seperti itu mungkin saja apa yang dikatakanya itu terjadi.
__ADS_1
Setelah berjalan beberapa saat mereka berhenti di sebuah penginapan Kota Wuhan.
Kota Wuhan memiliki ciri khas sendiri dari kota lainya, di kota Wuhan ini di kenal sebagai kota ahli dalam bidang musik, bahkan dengan keahlian Kota Wuhan dalam hal bermusik membuat kota ini mendapat julukan sebagai Kota Nada Surga karena memang musik yang mereka mainkan dapat membuat pendengarnya seperti berada di surga.
Di dalam rumah penginapan terdengar alunan nada musik yang sangat merdu, Zi Wan mendengar itu sedikit kagum tapi ia juga agak risih karena walaupun musik itu memang merdu musik itu mengandung sihir yang bisa mensugesti Orang yang mendengarnya, Untung saja mereka menggunakanya hanya untuk menghibur bukan untuk melakukan hal yang buruk, jika tidak Zi Wan akan langsung membunuh mereka.
Sedangkan untuk kelompok Zi Wan mereka sudah terhipnotis oleh alunan nada dari musik yang ahli musik mainkan hingga beberapa dari mereka menari mengikuti alunan musik yang terdengar merdu.
"Mereka sungguh cerdik menggunakan musik, tapi aku curiga ada sesuatu yang mereka sembunyikan." Batin Zi Wan Yang sudah mulai curiga saat pertama kali melihatnya, karena ia berpikir bagaimana semua orang ahli musik memiliki sihir pemikat, pasti ada orang di balik ini yang mengajarinya dan tentu tujuanya tidak akan sederhana ini.
"Baiklah kita akan lihat nanti, jika ada sesuatu yang mencurigakan mungkin aku bisa berpesta." Ucap Zi Wan tersenyum Sinis, yang di maksud Zi Wan berpesta adalah melakukan pembantaian.
Zi Wan menuju resepsionis lalu membayar penginapan di sana, Ia akan tinggal di sini sampai besok bersama dengan rombonganya sebelum ia melanjutkan perjalananya kembali.
Mendengar itu Zi Wan hanya mengangguk menyetujuinya.
Di sana yang menyadari kejanggalan tentang seni musik hanya Zi Wan, Huang Li dan Xian Di.
"Guru, kekuatan alunan musik ini memiliki nada sihir sugesti, kita sebaiknya segera menghilangkanya atau aku takut jika mereka akan kenapa napa." Ujar Xian Di yang berada di dekat Zi Wan.
"Kakak Xian Di benar... Sihir sugesti di sini sangat kuat jika tidak segera di hilangkan itu bisa mempengaruhi pikiran semua orang di sini." Sahut Huang Li yang merupakan gadis pemilik bakat melukis dan seni musik jadi ia tahu tentang jenis serangan dari bermusik, ataupun Xian Di yang memiliki Bakat dalam berbagai hal juga salah satunya seni musik jadi ia juga mengetahuinya sementara yang lain jangankan seni musik memegang alat musik saja mereka sudah bingung.
"Tunggu....!! mari kita ikuti permainan mereka, jika kita membongkarnya sekarang kita tidak akan tahu rencana mereka yang sebenarnya, maka dari itu kita ikuti alur mereka." Ucap Zi Wan dengan anggukan antara Huang Li dan Xian Di.
__ADS_1
"Baik Guru." Ucap keduanya secara bersamaan sedangkan murid lainya sedang menikmati musik dan menghibur diri.
........
Di dalam sebuah aula terlihat seorang pria dan wanita yang sedang bermain musik dengan mandi di sebuah kolam darah dengan mayat mayat yang menumpuk di sekitarnya.
"Sayang.... ." Panggil sang wanita yang memainkan kecapi di tanganya, guna mengendalikan pria yang berada di sisinya.
Sang Pria mendengar itu langsung berlari memeluk sang wanita yang memainkan kecapi itu, Wanita itu biasanya di panggil dengan Huan Luan yang merupakan salah satu bawahan dari Wang Hui, bisa di bilang Huan Luan Seperti Bai Yang tapi Huan Luan di tugaskan untuk membunuh Warga dengan tujuan untuk mengumpulkan poin sistemnya karena menurutnya daripada membunuh Hewan iblis lebih menyenangkan jika poin sistemnya berasal dari manusia.
Tapi Wang Hui menugaskanya agar membunuh dengan diam diam dan tanpa sepengetahuan siapapun, jadi ia menggunakan cara seperti ini jadi tidak akan ada yang tahu. Apalagi dengan kekuatan musik sugestinya itu bisa membuat orang patuh padanya sehingga semua orang yang terkena tekhnik seni musik ini akan mematuhi perintahnya walaupun ia menyuruhnya untuk mati maka orang yang terkena tekhnik ini akan mati.
Dan juga pria yang beada di sana merupakan penguasa darah serigala, entah bagaimana dia bisa berada di sini dan berhasil menjadi budak dari Huan Luan ini, tapi pasti ia punya rencana untuk menjadikan budaknya.
"Hihihi raja tengkorak sungguh pandai dalam mencarikanku budak." Gumamnya dengan bersandar di tubuh Penguasa darah serigala.
"Istriku apakah ada yang bisaku bantu." Tanya Pemguasa darah serigala yang terlihat sudah berada pada kendali Huan Luan.
"Tidak aku hanya ingin dekat denganmu." Ucap Huan Luan dengan manja, sambil menjilat wajah Penguasa darah serigala.
..........
BERSAMBUNGGG....
__ADS_1