Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta

Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta
CHAPTER 87 : KEDATANGAN AO LIANG DAN JU XIAN


__ADS_3

Ao Liang dan Ju Xian melesat ke arah timur sambil menyusuri jalan yang biasanya di gunakan oleh pejalan kaki ataupun pedagang, mereka melakukan itu karena mereka menduga bahwa Zi Wan pasti akan lewat sana karena itu merupakan satu satunya jalan menuju pusat kota.


Setiap mereka terbang mereka akan berhenti memeriksa pedagang ataupun pejalan kaki yang sedang melakukan perjalanan ketempat tujuan mereka.


Setelah menanyai beberapa orang dan ternyata bukan orang yang mereka berdua cari, Ao Liang dan Ju Xian langsung membunuh mereka dengan sadis setelah itu mereka pergi dan melakukan hal yang sama kepada oramg orang tak bersalah itu.


Sudah sekitar 20 korban yang telah mereka habisi, dan mereka menemukan beberapa kereta kuda yang membawa rombongan anak anak dengan aura mereka yang sangat tidak wajar karena ia melihat semua orang di sana berada di alam naga, bahkan kusirnya saja juga berada di alam naga tingkat awal.


Merasa bahwa itu tidak normal mereka berdua mendarat di depan kereta yang paling depan yang di dalam kereta itu terdapat Zi Wan dan Kaisar Yan


"Sejak kapan ada rombongan sekuat mereka." Ucap Ao Liang yang terkejut.


"Benar, aku juga tidak pernah melihat ataupun mendengar ada jenius kecil seperti mereka." Ucap Ju Xian menanggapi Ao Liang.


"Hmm... mungkin jika kita bisa bernegosiasi dengan mereka untuk menjadi bawahan tuan, pasti tuan akan senang dan memberi kita banyak hadiah. Ucap Ju Xian.


........


"Kalian semua berhenti jika nyawa kalian ingin masih terpasang di tubuh kalian." Ancam Ao Liang.


"Kebetulan aku lagi ingin bertarung, mereka benar benar muncul di waktu yang pas." Ucap Zi Wan menyeringai.


Zi Wan menoleh pada kaisar yan, Kaisar Yan melihat Zi Wan mrnoleh ke arahnya ia mengangguk paham apa yanh di maksud oleh Zi Wan.


Setelah itu Zi Wan keluar dari kereta kudanya, di luar ia melihat murid muridnya yang juga keluar ingin membantunya menghadapi pengganggu di depanya itu.


"Guru siapa mereka." Tanya Lou Bu yang sedang membawa tombaknya bersiap siap ingin menghadapi dua orang itu.


"Mungkin mereka tersesat dan ingin bertanya tentang jalan." Ucap Zi Wan santai lalu ia mendekat ke arah keduanya.


"Apakah kalian mencari pembunuh dari teman kalian itu." Zi Wan berkata sambil menepuk pundak keduanya.

__ADS_1


Kedua orang itu yang merasa pundaknya di tepuk oleh Zi Wan mereka bisa merasakan tekanan yang sangat besar membuat keduanya menggertakan giginya untuk menahan tekanan itu.


"Bagaimana kau bisa tahu...?? apakah kau yang membunuh temanku itu." Ucap Ao Liang serius lalu ia mundur satu langkah begitupun dengan Ju Xian.


"Kurang tepat, bukan aku yang membunuhnya tetapi muridku itu yang membunuhnya." Ucap Zi Wan menunjuk seorang gadis imut dan cantik yang sedang berbincang dengan teman temannya.


"Jadi apa yang akan kalian lakukan di sini." Tanya Zi Wan.


"Bukankah sudah jelas bahwa kami akan membantai semua orang di sini dan membawa kedua wanita itu untuk kami serahkan pada tuan kami." Kata Ju Xian menyeringai menatap dua wanita cantik yang berdiri tak jauh dari murid murid kecil Zi Wan.


"Membawa mereka ya.. kalau begitu silahkan, aku tidak akan mengganggumu tapi jika kau berani menyentuh murid murid kecilku, kau akan tahu sendiri akibatnya." Zi Wan tersenyum dengan penuh aura kematinya yang menelimuti Ao Lian dan Ju Xian.


"Hahaha, sayangnya kami akan membantai kalian, dan untuk para muridmu tentu saja bisa kami ampuni tapi mereka harus menjadi bawahan tuan kami." Ucap Ao Liang tersenyum seolah olah ancaman mereka berhasil terhadap Zi Wan.


"Sayang sekali, kalau begitu tidak ada pilihan lain selain membunuh kalian berdua." Ucap Zi Wan melesat dengan kecepatan yang tidak masuk akal membuat keduanya bingung lalu Zi Wan memukul perut keduanya hingga keduanya terpental kebelakang.


Zi Wan sama sekali tidak memberikan kesempatan pada keduanya, melihat keduanya terpental kebelakang dengan sangat keras Zi Wan kembali melesat dan memukuli mereka hingga keduanya babak belur.


"Bajingam berani sekali menyerang kami lebih dulu." Ucap Ao Liang marah, laku ia mengerluarkan Qi dari tubuhnya membentuk sebuah perisai yang melindungi tubuhnya sementara itu Ju Xian yang berada di dalam perisai milik Ao Liang ia dengan Qi Nya menembak ke arah bayangan yang terus berlari dengan sangat cepat tapi walaupun begitu Ju Xian sama sekali mengenai Zi Wan sama sekali karna kecepatanya yang tidak sesuai dengan kecepatan mata miliknya.


Pyarr... ketika serangan Zi Wan memgenai perisai itu perisai itu langsung hancur seperti sebuah kaca yang di hantam oleh sebuah batu.


Melihat itu Ao Liang terkejut, lalu ia menghindar dari serangan itu, sementara itu Ju Xian yang tidak sempat menghindar ia terkena pukulan dari Zi wan sehingga membuat kawah besar dengan Ju Xian yang terkapar di tengah kawah itu.


"Sudah cukup, waktu main mainmu sudah habis sekarang, tinggal giliranku sekarang untuk menghabisimu." Ucap Ju Xian yang seperti seseorang yang bangkit dari kematian.


Dengan aura kemerahan di sekitar Ju Xian membuatnya tampak sepertu seorang pembunuh berantai yang kurang lebih sudah membunuh sebanyak 1000 kali.


"Mati.. Mati... Mati..." Gumam Ju Xian yang sepertinya sudah berubah orang.


"Hmm.. mode iblis Yama ya." Ucap Zi Wan santai.

__ADS_1


"Kau.. bagaimana kau tahu ini adalah mode iblis Yama." Ucap Ao Liang.


"Hanya trik kecil, bagaimana aku tidak mengetahuinya." Kata Zi Wan meremehkanya.


"Cih kau terlalu meremehkanya, apakah kau tahu apa yang terjadi ketika ia berada pada mode iblis." Ucap Ao Liang memberi pertanyaan pada Zi Wan.


"Mana aku tahu bodoh, kau kira aku adalah sang pencipta yang tahu segalanya." Ucap Zi Wan kesal.


"Kau beraninya kau... mengataiku bodoh." Ao Liang terlihat marah sambil melepaskan aura berwarna birunya yang merupakan perubahan Ao Liang menjadi perubahan naga."


Kekuatan mode iblis dan mode perubahan naga sangat mengintimidasi tempat itu, tapi Zi Wan sama sekali tidak takut dengan mereka.


"Apakah ini semua kekuatan yang kalian miliki." Ucap Zi Wan mengorek upilnya.


"Bagaimana apakah sangat hebat." Kata Ao Liang sombong.


"Walaupun hebat tapi lebih hebat upilku ini dari pada perubahan kalian itu." Ucap Zi Wan melemparkan satu upil miliknya yamg melesat ke arah Ao liang, marasakan upil yahg semakin mendekat ke arahnya itu membuat Ao Liang khawatir.


Tapi belum sempat menghindar upil Zi Wan.sudah menempel di baju Ao Liang, dan seketika bom besar meledak di tubuh Ao Liang.


Bommm.....


"Tekhnik tembakan upil memang sangat hebat." Ucap Zi Wan memuju tekhnik ciptaan yang ia buat sediri.


Tubuh Ao Liang di bakar oleh api itu, tetapi karena tubuh naganya yang kuat Ao Liang hanya mengalami beberapa cedera kecil di tubuhnya, tetapi baju miliknya sudah hilang di makan oleh api.


Melihat benda besar dengan dua telur di bawah perut Ao Liang, Zi Wan merasa kasihan karena itunya kecil yang hanya memiliki panjang 7 cm saja.


Sedangkan para murid Zi Wan melihat itu menutupi matanya.


"Hei, kau cepat tutup burung kecilmu itu, apakah kau.tak malu dengan anak kecil di sini sungguh tidak tahu malu." Ucap Zi Wan.

__ADS_1


........


BERSAMBUNGG


__ADS_2