Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta

Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta
CHAPTER 76: PENGGANGGU


__ADS_3

Zi Wan dan lainya memasuki kota Luobing, di depan gerbangnya saja ia bisa melihat pedagang dan pembeli yang sedang berlalu lalang.


"Tempat ini memang sangat strategis, dilihat sekilas saja tempat ini sangat terjamin jika di jadikan cabang restoranku, dengan tempat strategis ini mana mungkin aku akan melewatkanya."Ucap Zi Wan melihat keramaian di depanya.


"Sin Lang, perintahkan para bawahanmu untuk membuat cabang di kota ini, aku yakin jika kita membuat cabang restoran suci di sini kita akan untung besar."


"Baik tuan, saya akan segera perintahkan para bawahan saya untuk datang kemari." Ucap Sin Sang dengan sopan.


Mereka memarkir kereta kuda mereka di sebuah pangkalan kereta kuda, Qin San dan lainya keluar dari gerbong kereta kuda.


Karena rombongan Zi Wan yang besar, rombongan mereka menarik perhatian para warga setempat untuk melihatnya, apalagi rombongan mereka di penuhi oleh wanita cantik dan pria tampan, mereka tak henti-hentinya untuk tidak kagum terhadap mereka.


Merasakan tatapan dari semua orang di sana Zi Wan sama sekali tidak memperdulikanya, ia terus berjalan menuju sebuah restoran yang menurutnya cukup bagus jika.hanya di buat untuk sarapan pagi.


Rombongan Zi Wan di dalam restoran juga menarik perhatian para pengunjung di sana.


"Tuan...Tuan....dan nona-nona!." Apakah ada yang bisa saya bantu, tanya seorang pelayan kepasa rombongan Zi Wan.


"Hm, kami ingin memesan makanan yang paling enak di sini, apakah ada." Tanya Shi kecil yang menjawab tanpa persetujuan semua orang.


"Tentu saja ada Nona." ucap pelayan itu tersenyum dan mengangguk sopan.


"Baiklah, kalau begitu segera antarkan pada kami." Ucap Shi kecil.


"Siap Nona, aku akan segera mengantarkanya mohon ditunggu makananya." Ucap pelayan itu dengan sopan lalu ia berbalik untuk menyiapkan makanan.


Mereka duduk di kursi kosong yang berada di pojok kanan restoran, Tempat yang tempati adalah tempat yang paling sepi dari tempat duduk yang lain, entah kenapa tidak ada yang berani duduk disana, pengunjung yang datang ketika melihat semua tempat duduk telah penuh dan hanya menyisakan tempat duduk yang Zi Wan dan rombonganya tempati pasti mereka akan langsung pergi seolah olah tempat duduk itu adalah tempat duduk yang menyeramkanya.


Ketika semua orang melihat kelompok Zi Wan duduk di tempat kosong itu, mereka semua memandang mereka dengan tatapan kasihan, sambil menggelengkan kepala mereka.

__ADS_1


"Hah... padahal kelompok mereka itu cantik dan tampan, tetapi cantik dan ketampanann mereka akan hilang dalam sekejap." Ucap salah satu pengunjung melihat kebodohan kelompok Zi Wan.


Tak selang beberapa pelayan mengantarkan makanan yang dipesan oleh kelompok Zi Wan, saat beberapa pelayan melihat kelompok Zi Wan duduk di kursi itu, tangan mereka bergetar ketakutan, hingga nampan yang mereka bawa hampir jatuh.


"Tu..tuan dan Nona maafkan saya, saya mohon kepada kalian untuk segera pindah dari tempat ini, tempat ini sebenarnya sudah di pesan oleh seseorang jadi saya mohon maaf kepada tuan dan nona untuk segera pindah tempat duduk." Ucap pelayan itu gugup sekaligus takut secara bersamaan.


"Memangnya berapa yang mereka sewa." Tanya Zi Wan yang merasa ada yang tidak beres dengan ekspresi dari pelayan itu.


"Tu..tuan ini bukan masalah harga sewa, sebenarnya orang yang memilki tempat itu adalah orang yang paling di takuti di kota ini jadi saya tidak berani mengambil resiko untuk itu." Ucapnya dengan nada ketakutan.


"Seberapa menakutkan dia, apakah dia makan orang." Tanya Zi Wan yang melihat pelayan itu ketakutan.


Setelah berbicara seperti itu, tiba tiba seseorang dari pintu berteriak dengan nada marah.


"Ya aku memang memakan orang, apakah sekarang kau takut." ucap seorang pria dengan beberapa pengikut yang berada di belakangnya.


"Tu..tuan Yang..." ucap semua pengunjung dengan nada ketakutan sekaligus hormat.


"Wah benar-benar cantik." ucapnya dengan air liurnya yang sudah membasahi bibirnya dengan tatapan yang penuh nafsu.


"Hei kau serahkan kedua wanita itu, maka aku akan melepaskanmu." Ancamnya dengan mengangkat pedang besar yang ia bawa di punggungnya.


Mendengar itu Zi Wan tersenyum sinis kepada orang yang dipanggil tuan Yang Itu, lalu ia berkata.


"Baiklah aku serahkan mereka kepada kalian." Ucap Zi Wan tanpa rasa ragu sedikitpun, ia berpikir bahwa orang itu sangat bodoh karena meminta dua wanita iblis ini.


Mendengar itu Yan Li dan Arthena menoleh ke arah orang itu dengan tatapan yang penuh dengan hawa membunuh kepadanya, ia sangat kesal karena mereka di ganggu oleh orang jelek seperti itu, apalagi saat mereka sedang bersama dengan Zi Wan, itu benar benar membuat mereka marah.


Ditatap oleh mereka berdua orang itu sama sekali tidak takut, ia malah semakin bernafsu kepada merek berdua apalagi saat melihat dengan jelas bahwa keduanya adalah wanita cantik tak tertandingi.

__ADS_1


"Kalian semua bawalah mereka berdua ke hadapanku, ketika aku sudah selesai memainkan mereka berdua kalian bisa memilikinya." ucap Tuan Yang kepada para pengikutnya yang berada di belakangnya.


Sekitar 20 pria dengan badan tegap dan kekar berjalan ke arah Kelompok Zi Wan dengan membawa senjatanya masing masing, Yan Li dan Arthena mereka langsung berdiri dari tempat duduknya, mereka berdua langsung mengeluarkan aura yang penuh dengan penekanan yang di tujukan kepada orang orang yang mengganggunya ini.


Raut wajah 20 orang itu tiba-tiba memucat, tubuh mereka seketika berketar saat mereka merasakan tekanan yang begitu kuat itu.


Dengan telunjuknya saja Yan Li menerbangkan mereka semua sehingga membuat mereka memuntahkan darah dari mulutnya, semua orang disana tercangang saat melihat kedua wanita itu ternyata sangat kuat, mereka semua meneguk salivanya karena ketakutan.


Arthena juga tidak mau tinggal diam, dia juga menjentikan jarinya, dan seketika semua orang itu terbakar hingga menjadi abu. Menyaksikan kejadian itu orang orang disana merasa ngeri sedangkan orang yang di panggil tuan Yang tadi ia sampai terkencing di celananya sendiri.


"Apakah orang ini yang kau takuti tadi..?." kata Zi Wan kepada pelayan wanita yang masih terdiam ditempatnya karena tidak percaya dengan kejadian itu.


Mendengar Zi Wan berkata padanya, pelayan itu merasa malu dan menundukan kepalanya.


Zi Wan melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Pria gendut dan busuk sepertimu berani sekali menatap kami dengan mata busukmu itu." Ucap Arthena yang sudah sangat marah.


"Nona...no....na maafkan aku ini semua hanya kesalah pahaman saja, nona berdua ini mohon maafkan saya." Ucapnya bersujud dengan membentur benturkan kepalanya dengan sangat keras.


"Memaafkanmu katamu, baik tapi aku harus menghilangkan kedua matamu ksrena kedua matamu ini sudah melihat ku dengan tatapan bajinganmu itu." Ujar Yan Li tersenyum Sinis.


"Nona tolong jangan ambil mata saya, saya berjanji kepada anda bahwa saya akan memberikan sebuh kompensasi yang layak kepada kalian berdua."


Arthena mendengar itu ia sudah muak, tanpa himbauan dan perintah siapapun ia tiba tiba menusuk kedua mata orang itu dengan kedua jarinya hingga matanya mengeluarkan darah segara yang sangat banyak.


"Arghhhbkkk..." teriak Yang Bei memegangi kedua matanya yang telah tidak berfungsi lagi.


Merasa jijik dengan Yang Bei itu, Yan Li langsung meledakan tubuhnya hanya dengan telunjuknya saja. Restoran itu seketika terlihat hening, beberapa orang. muntah pada saat melihat Yang bei yang selama ini terkenal kejam dan suka menyiksa siapapun mati dengan sangat mengenaskan.

__ADS_1


.............


BERSAMBUNGG........


__ADS_2