Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta

Manusia Terkuat Di Seluruh Semesta
CHAPTER 49 : PENGANGGU KECIL


__ADS_3

Pada saat ingin mencoba makanan yang mereka pesan,mereka ragu ragu untuk mengambilnya,Mereka takut kecewa dengan rasa makanan itu.


Dengan pasti mereka masing masing menggigit secuil daging yang di lumuri oleh bumbu manis pedas,Mata mereka melotot saat menggigit daging Rusa yang begitu empuk dan sangat lembut ketika di gigit.


"Rasa ini begitu empuk dan lembut serta rasa manis pedasnya menambah rasa enak di mulut,Bahkan masakan ini jika di bandingkan dengan buatan ibuku,Masakan buatan ibuku masih kalah jauh."Ucap salah seorang pengunjung yang merasakan daging rusa.


Terdengar berbagai pujian di semua meja makan menilai rasa makanan yang begitu enak.


"Bahkan jika masakan ini bernilai 10 koin platinum aku akan tetap akan membelinya."Ucap seorang pengunjung yang sedang melahap daging rusa.


Mereka semua benar benar ketagihan dengan masakan buatan Zi Wan,Mereka bahkan menambah karena saking enaknya masakan itu.


Di dapur Zi Wan sangat di sibukan oleh pesanan yang terus menumpuk,Tak terasa hari sudah Malam,Zi Wan menutup restorannya,Ia menyuruh Sin Lang untuk tinggal di restoran saja,Tentunya Sin Lang sangat senang dan sama sekali tak menolaknya,Alasan ia sangat senang karena para anak kecil itu tidak akan menyiksanya lagi,jika ia tinggal di sini.


"Hihi aku bebas."Teriaknya senang dalam hati.


Zi Wan tahu apa yang di pikirkan Sin Lang.


"Mungkin mereka juga senang jika mereka tinggal di sini."Ucap Zi Wan seketika Sin Lang terdiam.


"Tuan,Sebaiknya jangan aku takut banyak bahaya yang mengincar mereka jika mereka ikut tinggal di sini."Sin Lang berusaha untuk mencari alasan agar para anak kecil itu tidak tinggal di sini.


"Pfft,Hahaha,Aku hanya bercanda saja,kau tak perlu cemas seperti itu."Zi Wan tertawa terbahak bahak melihat muka pucat Sin Lang.


Sin Lang tersenyum pahit melihat ia di tertawakan oleh tuanya sendiri.


"Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu."Zi Wan merobek ruang dan langsung kembali ke kediamanya.


Di pekaranganya,masih terlihat mereka sedang berlatih,Zi Wan salut dengan mereka semua,padahal hari sudah sangat malam tetapi mereka masih giat berlatih seperti itu.


"Hei,Apakah kalian lapar."ucap Zi Wan.


Mereka terkejut ketika mendengar Zi Wan berbicara,Mereka semua menoleh ke arahnya.


"Paman akhirnya kau pulang."Shi Kecil berkata dengan sedikit cemberut.

__ADS_1


"Ada apa,apakah ada masalah."Tanya Zi Wan.


"Paman,tadi aku dan para saudari jalan jalan keluar untuk menghilangkan kejenuhan berlatih,tapi tiba tiba ada seorang pemuda entah dari mana menggoda para saudari dan aku,tetapi untungnya ada paman Tuo yang melindungi kami sehingga mereka kabur,Tetapi mereka berkata ingin kemari lagi untuk membalas dendam."Jelas Shi Shi yang masih merasa kesal.


"Biarkan mereka kemari,jika mereka berani mengganggu kalian lagi paman akan memukuli pantatnya."Ucap Zi Wan,Walaupun sebenarnya ia tak peduli dengan semut seperti mereka tetapi jika mereka menggangunya ia tak akan segan untuk menghabisinya.


"Baiklah,apakah latihan kalian semua lancar."Tanya Zi Wan.


"Paman,aku sudah bisa menguasai tekhnik dasar berpedang."Bao Lu menampilkan gerakan dasar berpedang kepada Zi Wan seperti Menarik, menusuk, dan membelah.


"Kakak,memangnya hanya kau saja yang sudah menguasainya."Shi Shi menampilkan gerakan pedangnya walaupun tak sesempurna Bao Lu tetapi itu sudah Layak untuk mendapatkan pujian karena mereka dapat menguasainya hanya dalam satu hari saja.


Tak hanya Bao Lu dan Shi Shi saja yang lainya juga sudah menguasai tekhnik tekhnik dasar yang Zi Wan berikan pada mereka.


"Haha baiklah kalian semua sangat hebat,Besok paman akan melatih kalian dengan latihan fisik,walaupun sebenarnya tubuh kalian sudah kuat karena mandi di kolam air suci,tetapi tenaga kalian masih belum bisa menyeimbangi tubuh kalian,jadi paman besok akan membawa ke suatu tempat untuk melatih tenaga kalian."Ucap Zi Wan kepada mereka semua.


"Dan untuk yang berbakat dalam hal alkimia,Paman akan melatih kalian secara berbeda."


"Baik Paman."mereka semua mengangguk.


"Paman Bagaimana tentang makananya,aku sudah lapar."Shi Shi memegangi perut kecilnya yang berbunyi.


Zi Wan mengeluarkan beberapa makanan dai cincin penyimpananya meletakanya di sebuah meja yang cukup panjang.


Mereka semua makan dengan lahap,setelah selesai makan,Zi Wan menyuruh mereka tidur,karena besok ia akan melatih mereka sendiri,jadi mereka harus dalam kondisi yang baik.


Zi Wan menuju kamarnya mereka semua juga menuju kamar mereka masing masing,karena Sin Lang dan bawahannya menginap di restoran jadi mereka bisa bebas tanpa harus berbagi kamar Lagi.


Tak Lupa Zi Wan mengabari Fu yu agar ia mengirimkan beberapa bawahanya kemari untuk membantunya dalam mengurus restoranya.


Tak selang beberapa lama Zi Wan tertidur di ranjangnya.


Pagipun tiba,suara ayam berkokok yang nyaring membangunkan Zi Wan yang tengah tertidur pulas.


Ia langsung bergegas menuju kamar mandi,setelah selesai mandi Zi Wan mengganti pakaiannya dengan Hanfu.

__ADS_1


Di pekarangan rumahnya,mereka sudah melakukan pelatihan pagi mereka tanpa menunggu Zi Wan,Mereka semua terlihat sangat bersemangat tak sabar untuk di latih oleh Zi Wan.


.......


"Apakah benar tempatnya disini."Tanya seorang pria setengah baya menunjuk kediaman Zi Wan.


"Benar ayah,di sinilah tempatnya."jawab Seorang anak berusia 13 tahun yang berada di samping pria setengah baya itu.


"Baiklah,karena mereka berani memukulimu maka ayah akan membunuh mereka."pria paruh baya itu mengeluarkan hawa membunuh dari tubuhnya.


......


"Oh,sepertinya mereka sudah datang."Merasakan hawa membunuh Zi wan keluar dari kediamanya.


"Paman ada apa."Tanya Xian Di melihat Zi Wan terburu buru.


"Hanya beberapa semut kecil saja,kalian lanjutkan pelatiham kalian saja biar paman yang mengurusnya."Zi wan menoleh sebentar ke arah mereka lalu berjalan kembali keluar gerbang kediamanya.


Zi Wan bisa melihat beberapa orang di sana dengan yang memimpin adalah seorang pria setengah baya yang mengeluarkan aura membunuhnya.


Zi Wan menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang para pasukan,lalu ia menghabisi mereka dalam sekejap,tanpa sepengetahuan pimpinan mereka dan anak kecil di sebelahnya.


"Tuan kenapa kau diam saja,bagaimana kalau kita langsung menyerangnya."Ucap Zi Wan berbisik di telinga pria setengah baya itu.


"Benar,lebih baik aku langsung menghabisi mereka."Pria setengah baya itu termakan omongan Zi Wan dan percaya padanya.


"Semua pasukan,Serang..."Teriak pria setengah baya itu tetapi tidak ada yang meresponya sama sekali.


Ie menoleh kebelakang dan mendapati para pasukanya sudah tergeletak di tanah.


Ie terkejut melihat para pasukanya yang telah tewas tanpa sepengetahuaanya.


"Bagaimana bisa mereka mati."Terkejut.


"Oh,Apakah kau ingin tahu alasanya bagaimana mereka bisa mati."Ucap Zi Wan yang entah kapan sudah berada di sampingnya.

__ADS_1


...........


BERSAMBUNGG....


__ADS_2