
Tak ingin menunggu lama lagi Zi Wan merobek ruang di depanya,ia membiarkan Yan Li masuk terlebih dahulu sebelum ia masuk.
Hanya sebentar mereka berdua telah sampai di halaman rumah kediaman Zi Wan,Disana terlihat Murid Murid Zi Wan yang sedang berlatih,Walaupun Hari sudah menjelang malam itu sama sekali tak memudarkan pelatihan mereka,Yan Li melihat itu ia merasa takjub dengan mereka semua,Ia menatap ke arah Zi Wan yang tersenyum ke arah mereka.
"Ehem ehem.." berdehem.
Mereka semua yang sedang berlatih maupun mengobrol melihat ke arah Zi Wan.
"Guru..."Ucap semuanya sedikit membungkukan badan mereka dengan Hormat.
Zi Wan hanya mengangkat tanganya.
Shi kecil disisi lain ia menggembungkan pipinya,dengan mata lebarnya ia menatap Zi Wan dengan tatapan memohon,Zi Wan melihat itu ia tahu apa yang di inginkan shi kecil,ya apalagi jika bukan makanan,Walaupun Tubuh Shi shi terlihat ramping tetapi nafsu makanya sangat banyak.
"Huh..Baiklah Guru akan memasakanmu."Ucap Zi Wan mencubit pipi Shi kecil yang terlihat menggemaskan.
"Yeyyy..." Shi kecil terlihat senang,Kelakuan Shi kecil memang tidak pernah berubah padahal jika di dunia jiwa ia sudah hidup 10 tahun tetapi kelakuanya masih tetap sama tidak seperti kakak kakaknya yang mengalami perubahan mental lebih dewasa,walaupun tubuh mereka tidak berubah.
"Guru ini siapa,Apakah ini adalah kekasih Guru."Tanya Shi kecil melihat ke arah Yan Li dengan wajah polosnya.
Zi Wan terbatuk tersedak udara,ia tak menyangka Shi kecil mengatakan hal yang seharusnya belum ia ketahui.
Sedangkan Yan Li menunduk dengan wajah memerah karena malu.
"Guru lupa,perkenalkan dia adalah Yan Li,kalian bisa memanggilnya kak Yan atau kak Li,dan ia juga adalah murid di sini."Ucap Zi Wan menjelaskan.
Mereka semua menyapa ke arah Yan li dengan memperkenalkan diri mereka semua,Yan Li di sana merasa senang dengan adik seperguruannya ini yang sangat baik kepadanya.
"Kak Li,Apakah kamu menyukai guru."Tanya Shi kecil.
Yan Li di sana hanya menunduk malu,Sedangkan Zi wan hanya menggelengkan kepalanya sambil berjalan ke dapur.
Di dapur Zi Wan langsung memotong motong Bumbu dan beberapa daging,Setelah beberapa saat akhirnya ia selesai membuat beberapa hidangan.
__ADS_1
Ia membawa semua hidangan itu dengan Kekuatanya,menerbangkan semua ke meja di luar,Melihat makanan yang datang kemeja mereka masing masing air liur mereka membasahi bibir mereka,walaupun mereka selama sepuluh tahun ini selalu di masakan oleh Zi Wan mereka sama sekali tidak bosan dengan rasa masakan milik Zi Wan yang menurut mereka walaupun masakanya sama tetapi entah rasanya selalu berbeda sehingga membuat mereka sama sekali tidak bosan.
Terutama shi kecil yang duduk Di dekat Yan Li,ia sangat bersemangat,Bahkan sebelum makananya berada di mejanya ia langsung mengambil makananya,dan melahapnya seperti orang benar benar kelaparan.
Zi Wan keluar dari dapur,ia menatap mereka yang sedang makan,Lalu duduk di tempat Kosong yang berada agak jauh dari mereka,Ia mengeluarkan araknya dari cincin penyimpananya,lalu meminumnya sambil memandangi langit malam yang begitu tenang.
Beberapa saat kemudian Zi Wan menoleh ke arah mereka menyuruh mereka untuk segera tidur,Karena mereka semua juga Lelah mereka mengangguk lalu masuk ke dalam rumah menuju kamar mereka masing masing,Yan Li ia duduk di berhadapan Dengan Zi Wan.
"Nona,kamu pulang apa menginap di rumahku."Ucap Zi Wan.
"Em sepertinya aku akan pulang,tapi aku akan menemanimu minum arak sebentar."Yan Li mengambil Arak milik Zi Wan,lalu meminumnya.
Zi Wan ingin memberitahunya tentang arak itu tetapi Yan Li malah meminumnya,Arak Milik Zi Wan bernama arak persik merah,arak ini sangat kuat bahkan para dewa jika meminum arak ini mereka akan mabuk,apalagi hanya menusia biasa seperti Yan Li,Benar Saja setelah meneguknya sekali,Yan Li langsung mabuk ia mengucapkan beberapa kata tidak jelas,Zi Wan disisi lain hanya menggelengkan kepalanya,karena keadaan yan li yang sedang mabuk,Zi wan menggendongnya ke dalam kamarnya.
.................
Pagipun tiba,Zi Wan terlihat sedang memandangi matahari terbit di balkon rumahnya,Di sisi lain Yan Li masih tertidur di ranjangnya,Zi Wan juga melihat para muridnya yang sedang berlatih di halamanya.
Yan Li mulai mengerjapkan matanya dengan tanganya yang memegang kepalanya yang masih sedikit pusing,ia menoleh ke sana kemari,melihat kamar yang tampak asing baginya,ia mengarahkan pandanganya ke arah pintu yang berada di depanya,ia melihat Seorang pemuda tampan dengan wajahnya yang bersinar karena sinar matahari yang menerpa Wajahnya,membuat ia terpana dengan ketampanan pemuda itu,Zi Wan yang merasakan sebuah tatapan yang tertuju padanya ia menoleh ke arah kamarnya dan mendapati Yan Li yang baru bangun dari tidurnya.
"Masih sedikit pusing."Jawab yan Li memegang kepalanya yang masih terasa sakit.
"Tuan,arak apa yang kemaren tuan minum?."Tanya Yan li.
"Itu adalah arrak persik merah,Arrak itu sangat memabukan,bahkan jika dewa yang meminumnya ia juga akan mabuk."Jelas zi wan.
"Jika dewa bisa mabuk ketika meminumnya,tapi kenapa tuan wan tidak mabuk ketika meminumnya."Ucap Yan Li merasa Zi Wan hanya omong Kosong.
"Ya,karena aku lebih dari seorang dewa."Ucap Zi wan datar.
"Pftt..Hahahaha,Tuan wan kau ternyata bisa bercanda."Yan li tertawa terbahak bahak.
"Hei,kenapa kau terus memanggilku tuan."Ucap Zi Wan.
__ADS_1
"Apakah aku harus memanggil tuan wan Gege atau Sayang."Ucap Yan Li bercanda.
"Huh,Bukankah kau sudah resmi menjadi muridku,jadi sekarang panggil aku Guru."ucap Zi wan.
"Hihihi,aku lupa jika aku sudah menjadi murid tuan,eh maksudnya Guru." Yan Li tertawa kecil.
"Guru!!Kemaren guru bilang mau memberiku tes,jadi bagaimana kalau sekarang mulai tesnya."Ucap yan Li.
"Bisa,Kalau begitu Li'er ikuti Guru."Ucap Zi wan membuat Yan Li memerah karena malu,mendengar gurunya memanggilnya Li'er.
Zi wan bangkit dari tempat duduknya,ia langsung melompat dari balkonya,Yan Li melihat itu juga mengikuti Zi Wan,Karena kekuatanya yang masih berada di alam jendral Yan Li tidak bisa terbang tetapi ia menggunakan tekhnik meringankan tubuhnya untuk turun ke bawah.
Para murid melihat kehadiran Zi Wan mereka semua menyambutnya dengan menyapanya satu persatu,Zi Wan tersenyum juga menyapa balik ke arah mereka.
Zi Wan berhenti di sebuah kolam yang cukup besar di halamanya,Yang tak lain adalah Kolam Suci.
Melihat Zi Wan berhenti di depan sebuah kolam,Yan Li bertanya kepadanya.
"Guru,kenapa kita berhenti di depan Kolam ini."
Zi Wan menoleh ke arah Yan Li lalu menjawab.
"Karena tesnya adalah kamu harus masuk ke dalam kolam ini."Jelas Zi Wan.
"Masuk kedalam kolam,Apakah guru juga ikut."Yan Li menunduk malu membayangkan mereka berdua mandi bersama.
"Tidak."Jawabnya singkat.
"Guru,apakah aku juga harus melepas baju."Tanya yan li.
"Tidak perlu,kamu bisa tetap memakai bajumu."Ucap Zi Wan.
Mendengar itu Yan Li mengangguk ia tanpa pikir panjang lagi mulai menceburkan dirinya ke dalam kolam air suci.
__ADS_1
..............
BERSAMBUNGG...