
"Siapa kau bagaimana kau bisa ada disini." Pria setengah baya itu terkejut melihat seorang pemuda yang tiba tiba berada di sampingnya.
"Bukankah aku yang harus bertanya begitu,Itu adalah rumahku jadi bukankah kau tahu alasanku berada di sini."Zi Wan berbicara dengan nada ketus.
"Jadi kau pemilik rumah ini,baguslah aku tak perlu berteriak teriak mencarimu lagi."Pria Tua itu melepaskan kekuatanya.
"Kau tak usah menyianyiakan kekuatanmu seperti itu,percuma saja kau melakukak itu karena kekuatanmu yang kecil itu sama sekali tak berguna di hadapanku."Ucap Zi Wan mengayunkan tanganya dan tiba tiba kekuatan dari pria setengah baya itu tersegel.
"Apa yang kkau lakukan dengan tubuhku kenapa aku sama sekali tak bisa mengeluarkan kekuatanku."Pria setengah baya itu masih mencoba melepaskan kekuatanya tetapi tetap tidak berhasil.
"Sudah aku bilang kekuatan kecilmu tidak akan berguna denganku."Zi Wan melepaskan aura kematian,pria setengah baya itu tiba tiba berkeringat dingin pada saat melihat Zi Wan yang seperti dewa kematian.
Pria setengah baya itu mundur kebelakang,Ia melihat ke arah anaknya,lalu ia berkata dengan nada bangga.
"Hei,Jika kau berani menyentuh aku dan anakku,Maka sekte ular langit tidak akan mengampunimu."Ucap Pria setengah baya dengan nada mengancam.
"Sekte seperti apa itu,apakah sekte itu sangat kuat."Ujar Zi Wan yang sebenarnya sudah mengetahui sekte luar langit.
sekte ular langit merupakan sekte kelas dua yang cukup terkenal di pusat kota ini,bukan karena kehebatan sektenya tetapi karena kesombongan para anggotanya.
Mereka merupakan sekte aliran Hitam,yang terkenal selalu membuat kekacauan sehingga setiap hari bahkan terdengar tentang kejahatan sekte ular langit,Bahkan mereka terkadang menyinggung sekte kelas satu ataupun sekte kelas superior,tetapi mereka tidak berani membalasnya hal itu di karenakan sekte ular langit di lindungi oleh salah satu sekte ular sembilan surga yang merupakam sekte aliran hitam kuno terbesar di seluruh benua,bahkan keberadaanya di takuti oleh kekaisaran sendiri,tapi sekte ular sembilan surga ini jika di bandingkan dengan manusia darah serigala kedudukan mereka masih jauh,hal itu di karenakan para darah serigala memiliki kekuatan anggota yang begitu besar.
"apakah kau tak tahu sekte ular langit itu,sekte ular langit adalah.."Ia menjelaskan secara singkat.
"Ternyata hanya sekte kelas dua,apa yang perlu di takuti darinya bahkan jika itu sekte kelas Dewa pun aku tidak takut sama sekali denganya."Ucap Zi Wandengan wajah datar,tetapi di setiap ucapanya mengandung keseriusan.
"Sunggu Sombong."anak dari pria setengah baya itu angkat bicara.
__ADS_1
"Hahahaha,Sombong,,kenapa aapakah kau ada masalah,aku sombong karena aku memiliki kemampuan,bukan orang yang selalu mengandalkan sekte dan keluarganya saja."Ucap Zi Wan yang di setiap katanya penuh dengan ejekan.
"Begini saja kali ini aku akan membiarkan kalian pergi,dan berita tahu kepada sekte ulat sagumu itu,bila aku menantangnya ."Ucap Zi Wan lalu pergi ke dalam,tapi sebelum itu ia membakar mayat mayat di depanya hingga menjadi abu.
Mereka berdua menghela nafas lega karena Zi Wan melepaskanya.
"Cih..lihat saja lain kali kau pasti akan habis dengan sekte ular langit."Ucap anak dari pria setengah baya.
"Hei anak kecil sebaiknya kau tutup mulutmu itu,sebelum aku berubah pikiran dan membunuh kalian di sini."Zi Wan menyeringai lebar membuat mereka berdua bergidik ketakutan.
"Baiklah saatnya melatih mereka semua."Ucap Zi Wan kembali masuk ke dalam.
"Paman apakah semut yang paman maksud itu sudah hilang."Tanya Shi shi dengan wajah Polos.
"Ya,mereka sudah paman Bakar."Jawab Zi San mengusap kepala Shi shi.
Zi Wan hanya tersenyum kecut melihat Shi Shi memiliki pikiran seaneh itu,ia bahkan mencoba memeriksa dahinya tetapi tanganya di hentikam Shi Kecil.
"Paman,aku bukan anak kecil lagi,aku sekarang sudah besar tidak seharusnya paman selalu mengusap kepalaku."Ucap Shi Shi.
"Baiklah."Zi Wan menoleh ke arah yang lainya yang masih sibuk berlatih.
Ia memanggil mereka semua untuk berkumpul,untuk melatih mereka kesuatu tempat.
"Paman di mana kita akan berlatih."Tanya Xian Di kepada Zi Wan.
"Nanti kalian akan tahu."Zi Wan merobek ruang di depanya,dan menyuruh mereka semua untuk memasukinya.
__ADS_1
Zi Wan masuk di paling akhir karena ia bertugas untuk menutup portal teleportasi itu.
di sebuah padang yang sangat luas di kelilingi oleh pepohonan yang sangat asri dan sejuk serta danau di depan mereka yang sangat indah,Angin semilir menggelitik pori pori membuat tubuh merasa sangat segar.
Mereka semua takjub melihat keindahan serperti itu,Dengan mata penuh kekaguman mereka berlari lari melihat pemandangan yang begitu indah.
Di dalam danau itu terdapat beberapa naga serta ikan langka lainya.Benar ini adalah dunia Jiwa milik Zi Wan,ia pertama kali masuk dunia jiwanya setelah ia menyegel dirinya sendiri.
"Paman ini tempat apa."Tanya Huang Li seorang gadis kecil yang memandang takjub pemandangan alam ini,Huang Li ini merupakan satu satunya gadis yang memiliki bakat berbeda dari lainya,ia memiliki bakat dalam bidang musik dan seni melukis,Zi Wan berencana untuk mengajarkan ia menjadi pelukis Dao,dan juga seni musik spiritual.
"Ini adalah dunia Jiwa paman."Ucap Zi Wan.
Mereka mendengar itu hanya terdiam tidak mengetahui apa itu dunia jiwa.
Melihat itu Zi Wan menjelaskan bahwa setiap orang yang hidup,mereka mempunyai sebuah jiwa,dan setiap orang yang mempunyai jiwa mereka akan memiliki dunia jiwa sebagai tempat mereka berlatih,tapi dunia jiwa orang berbeda beda tidak semuanya dunia jiwa seperti miliknya ada beberapa juga yang berupa seperti sebuah kegelapan tak berujung,ataupun hanya padang pasir yang sangat luas,atau bisa juga sebuah lautan lepas.
Dunia jiwa milik Zi Wan bisa ia ubah menjadi seperti yang ia bayangkan,hal itu di karenakan Jiwa milik Zi Wan yang sudah mencapai titik kesempurnaan,tetapi sekarang jiwa milik Zi Wan masih tersegel bersama kekuatanya jadi ia tidak bisa mengubah dunia jiwa nya sesuka hatinya.
"Paman apakah aku memiliki dunia jiwa."Ucap Shi Shi kepada Zi Wan.
"Ya,kalian semua memiliki dunia jiwa sendiri tetapi untuk membuka dunia jiwa kalian harus berlatih dengan keras."Ucap Zi Wan memberi mereka dorongan agar berlatih keras.
"Kalau begitu mulai hari ini aku akan berlatih dengan keras supaya aku bisa sekuat paman."Ucap Lou Bu yang di setujui oleh semuanya.
............
BERSAMBUNGG...
__ADS_1