
Setelah semua hewan iblis itu kabur, mereka berdua melanjutkan perjalanan ke kota persinggahan selanjutnya yaitu Kota Luo Bing, Mereka melewati beberapa gunung dan hutan yang sangat curam tapi mereka bisa melaluinya dengan cukup mudah. Di dalam keretanya Zi Wan sedang menutup kedua matanya, dengan menyegel beberapa indranya kecuali indra spiritualnya, hal itu di karenakan keberadaan kedua wanita itu yang terus berebut dirinya, sehingga membuatnya sedikit kesal. untuk menenangkan dirinya ia bahkan membuat pelindung di sekitar tubuhnya agar mereka berdua tidak bisa menganggu dirinya. Selama hidupnya ia tidak pernah tersiksa seperti ini.
"Hah, Wanita memang sangat merepotkan."Batin Zi Wan fengan wajah kesal karena hampir setiap saat kedua wanita ini selalu menggangu dirinya.
BERHENTI......
Suara seseorang tiba tiba menghentikan perjalanan mereka, Mereka terdiri dari beberapa pria yang membawa berbagai macam senjata di masing masing tangan mereka.
"Bodoh...."Gumam Zi Wan melihat para bandit itu yang salah menghentikan orang.
"Siapa mereka, beraninya menghentikan kereta kita, Apakah mereka semua sudah lelah hidup." Ujar Yan Li marah.
"Benar, yang kau katakan mereka sepertinya sudah lelah hidup." Timpal Arthena lalu ia menghilang dari tempatnya muncul di depan para bandit.
Yan Li yang tak mau kalah dengan arthena ia juga menghilang dan muncul di depan para bandit.
Murid murid Zi Wan yang berada di dalam kereta juga ikut keluar untuk menghadapi para bandit itu, Zi Wan melihat itu ia menggelengkan kepalanya membayangkan bagaimana nasib yang akan di derita oleh para bandit jika mereka menghadapi murid muridnya ini, Jika dulu mereka semua akan berada di belakang Zi Wan tapi karena sekarang mereka sudah kuat maka mereka yang selalu di depanya.
Para bandit itu melihat kecantikan dari Yan Li dan juga Arthena, mereka menjilat bibirnya karena kecantikan mereka berdua membuat nafsu mereka terbangun.
"Hahaha, tidakku sangka ada kecantikan seperti mereka berdua."Ucap si pemimpin bandit menatap setiap bagian inci tubuh Yan Li dan Arthena dengan tatapan yang penuh nafsu.
"Benar pemimpin, kali ini kita benar benar beruntung akan memiliki dua kecantikan tak tertandingi seperti mereka."Balas wakil pemimpin bandit.
"Beruntung!!, bandit bandit ini benar benar gila, aku saja kerepotan dengan mereka berdua tapi mereka berkata beruntung..., biar aku lihat seperti apa keberuntungan yang mereka maksud itu."Gumam Zi Wan yang mendengar perkataan dari para bandit.
"Beraninya kalian semua menatapku seperti itu..." Teriak Yan Li marah sekaligus jijik dengan tatapan nafsu para bandit.
"Nona sebaiknya kau pergi bersama kami, kami pasti akan menyenangkan kalian." Kata pemimpin bandit.
__ADS_1
"Cih...sebelum itu aku akan membunuh dan mencongkel mata kalian." Ucap Arthena dengan tatapan membunuh.
Begitupun dengan semua murid Zi Wan yang berada di belakang Yan Li dan Arthena, mereka semua mengeluarkan aura mereka membuat semua bandit itu tertunduk karena tidak kuat menahan tekanan aura mereka yang rata rata sudah berada di ranah Alam Naga.
"Monster...!!, dari mana mereka berasal?,.bagaimana ranah alam naga sekarang menjadi sangat umum."Itulah kata kata terakhir yang di ucapkan oleh pemimpin bandit sebelum ia kehilangan kepalanya karena di tebas oleh Arthena.
Sama seperti saat menghadapi para hewan iblis, mereka melakukan taruhan agar bisa duduk di dekat Zi Wan, Tapi taruhan kali ini tidak seperti saat pertama kali mereka bertemu, kali ini mereka berdua bertaruh secara adil.
Zi Wan melihat hal itu mengenyitkan dahinya, ia sama sekali tidak mengerti pikiran wanita, padahal beberapa saat yang lalu mereka masih selalu bertengkar tetapi saat bandit ini datang tiba-tiba saja mereka berdua menjadi akur.
Zi Wan yang melihat keganasan mereka semua bergidik ngeri, apalagi saat mereka berdua sedang asik menendang tongkat sakti para bandit itu, ia seketika merasakan perasaan yang belum pernah ia rasakan, bahkan ia lebih memilih di hukum oleh semesta dari pada berhadapan dengan wanita ini.
"Iblis, tidak mereka lebih dari iblis." Ucapnya memegang tongkat saktinya yang bergetar.
"Saudaraku kau tenanglah, mereka tidak akan melakukan apapun padamu." Ucap Zi Wan pada Tongkat saktinya yang bergetar.
"Guru, bagaimana?, apakah aku hebat?." Tanya Yan Li dengan menegakan dadanya bersiap siap menerima pujian dari Zi Wan.
"Tidak, lebih hebat aku dari pada kau."Ucap Arthena menyangkal Yan Li.
"Cih, apa hebatnya dirimu, kau ini hanya iri karena aku membunuh lebih banyak bandit dari pada kau dan memenangkan tarihan kita." Ucap Yan Li mengejek.
"Banyak, kita hanya terpaut 2 orang saja, bukankah kita seharusnya impas, karena kemarin aku juga mengalahkanmu, pada saat serbuan para hewan iblis itu." Ucap Arthena yang tidak mau mengalah.
"Ada apa dengan mereka, padahal beberapa saat yang lalu sepertinya mereka berdua saling memuji, tapi kenapa sekarang mereka bertengkar kembali." Batin Zi Wan yang hanya terdiam di tengah pertengkaran mereka berdua.
"Kalian, diamlah atau aku usir kalian keluar dari sini." Ucap Zi wan yang mulai kesal.
Mereka berdua yang sedari tadi bertengkar langsung terdiam karena bentakan Zi Wan.
__ADS_1
Mereka berdua menunduk seperti anak kecil yang baru saja di marahi karena tidak dibelikan permen, dengan mengutak atik kedua jarinya.
"Apakah mereka berdua adik kakak."Batin Zi Wan melihat sifat keduanya yang memiliki kesamaan.
......
Setelah masalah bandit sudah selesai mereka melanjutkan perjalananya kembali. Kota Luobing hanya tinggal beberapa kilometer lagi dari tempat mereka sekarang.
Tak selang beberapa lama, mereka sampai di depan gerbang kota Luo bing, dapat di lihat dari luarnya kota Luobing memiliki tembok dengan tinggi 8 meter yang membentang sepanjang 200 km, dari luar juga terlihat bangunan bangunan yang menjulang tinggi, bisa dibilang kota ini lebih kaya dari kota di pusat kekaisaran.
Kota Luobing adalah kota yang berada di dekat laut, dan juga kota luobing ini adalah pusat perdagangan di benua ini karena kota ini juga jalur pertama perdagangan sebelum produk luar benua masuk ke dalam benua,kota ini adalah tempat pemeriksaan segala jenis barang untuk di periksa keamananya sebelum memasuki benua ini.
Kota luobing juga sebagai jalur masuk para turis ke negara ini untuk berkibu atau menghadiri bisnis.
Di pintu gerbang kota Luo Bing mereka dihentikan oleh penjaga gerbang kota.
"Maaf tuan, untuk memasuki kota ini anda perlu menunjukan kartu tanda pengenal anda."Kata penjaga gerbang dengan sopan.
Mendengar Itu Zi Wan memberikan sebuah tanda pengenal dari sektenya.
Sebuah Token berwarna emas dengan gambar sebuah naga langit mengaum terlihat jelas di token itu.
Kedua penjaga melihat token itu langsung memberi hormat kepada Zi Wan,Soalnya mereka tahu tentang sekte langit abadi baru baru ini yang menjadi perbincangan hangat di seluruh benua dengan semua murid muridnya yang sangat jenius, dan juga gurunya yang masih muda tapi memiliki bakat tak tertandingi.
"Maaf tuan telah mengganggu perjalanan anda." Ucap penjaga Gerbang mempersilahkan mereka masuk.
..............
BERSAMBUNGG...
__ADS_1